5 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Panggilan Luis Milla

5 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Panggilan Luis Milla – Pelatih Timnas Indonesia saat ini, Luis Milla Aspas kini telah lebih dari 1 tahun memberikan pelatihan khusus bagi skuat pemain sepak bola Indonesia, baik U23 maupun Senior. Di setiap laga yang telah di lewati Milla dan anak asuhnya, tak pernah lupa pula bagi Milla memanggil beberapa pemain naturalisasi yang memperkuat Timnas Indonesia.

Baca juga: Tiga Ganda Campuran Indonesia Berhasil Lolos Menuju Malaysia Open 2018

Namun di antara ke 15 pemain naturalisasi yang di miliki oleh sepak bola Indonesia. Hanya 5 pemain yang pernah mencicipi didikan dari Milla dan bertanding dengan strategi dari pelatih asal Spanyol ini. Berikut 5 Pemain naturalisasi timnas Indonesia yang pernah di panggil Milla.

1. Stefano Lilipaly

Stefano Lilipaly

Lilipaly sejatinya bukan pemain langganan yang dipanggil Luis Milla. Pemanggilan pertamanya pada laga uji coba timnas Indonesia Juni silam melawan Kamboja dan Puerto Rico. Namun setelah itu praktis tidak ada nama Lilipaly di skuat Milla. Ada kabar yang menyebutkan jika Milla tidak terkesan dengan attitude Lilipaly saat membela timnas maupun saat di Bali yang terlalu tempramental. Namun penampilan mantapnya bersama Bali United akhir-akhir ini membuat diri Lilipaly berpotensi dipanggil kembali pada laga uji coba melawan Thailand U-23.

2. Victor Igbonefo

Victor Igbonefo

Bergabung dengan Persib Bandung tampaknya menjadi berkah tersendiri bagi bek naturalisasi Victor Igbonefo. Setelah beberapa tahun absen, dia akhirnya kembali mendapatkan panggilan untuk memperkuat timnas Indonesia. Bek berdarah Nigeria itu dipanggil Luis Milla Aspas untuk laga uji coba melawan Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 14 Januari silam. Sayangnya ia tidak bermain lagi di laga itu. Tapi penampilan gemilangnya bersama Persib bisa membuat Milla terkesan untuk kembali memanggilnya.

3. Ilija Spasojevic

Ilija Spasojevic

Sejak dinaturalisasi pada awal November silam, Spasojevic selalu jadi andalan Luis Milla di lini depan. Ia sendiri sudah mencetak tiga gol bersama skuat Garuda. Sayangnya akhir-akhir ini ketajamannya di timnas berkurang. Terbaru saat mentas di Anniversary Cup 2018 di mana ia tidak sekalipun mencetak gol. Penampilannya di level klub juga cukup kesulitan, dan Luis Milla akan mencoba penyerang baru pada uji coba melawan Thailand.

4. Beto Goncalves

Beto Goncalves

Striker naturalisasi asal Brasil, Beto Goncalves, resmi dipanggil ke skuat timnas Indonesia untuk laga uji coba menghadapi Thailand pada 31 Mei dan 3 Juni mendatang. Melalui Twitter resmi klub, manajemen Sriwijaya FC mengumumkan tiga pemainnya akan berjuang membela Timnas Indonesia pada laga persahabatan melawan Thailand. Satu di antaranya adalah Beto Goncalves.

Nama Beto memang sudah sempat disebut akan menghiasi persiapan Timnas Indonesia jelang Asian Games 2018 dan Piala AFF 2018. Keputusan ini diambil seiring dengan performa lini depan Garuda yang tidak memuaskan di turnamen PSSI Anniversary Cup 2018.

5. Ezra Walian

 Ezra Walian

Ezra Walian yang memulai kariernya di tim junior HFC Haarleem pada 2005, bermain untuk timnas U-23 pada Maret 2017 saat uji coba melawan Myanmar. Setelah itu namanya juga masuk di ajang SEA Games 2017 di Malaysia. Namun penampilan tidak begitu gemilang di klub hingga membuatnya Milla tak tertarik dengannya. Saat ini Ezra Walian bermain untuk Almere City FC.

Terakhir kali dia dipanggil memperkuat timnas U-23 Indonesia saat berlaga melawan timnas U-23 Singapura pada Maret 2018. Sayangnya di laga itu penampilannya kurang oke. Alhasil ia sudah tak dipanggil Luis Milla pada PSSI Anniversary Cup 2018.

Hadapi Korsel, Milla Akhirnya Panggil Stefano Lilipaly

Hadapi Korsel, Milla Akhirnya Panggil Stefano Lilipaly – Gelandang Bali United, Stefano Lilipaly, merupakan pemain tim sepak bola liga satu Indonesia akhirnya di panggil oleh pelatih Timnas U23 Luis Milla untuk membela Timnas Indonesia saat menghadapi Korea Selatan pada laga uji coba. Pada laga uji coba itu akan di selenggarakan pada tanggal 23 Juni mendatang di Stadion Pakansari.

Baca juga:

Informasi Atlet Panahan Indonesia

Pertandingan ini akan menjadi perdana bagi Lilipaly di tahun 2018 bersama sang pelatih Luis Milla. Lilipaly sendiri bermain bersama Timnas Indonesia pada tanggal 2 September 2017 lalu dalam laga uji coba dengan tim kesebelasan Fiji.

Lilipaly pastinya akan menunjukkan performa permainan terbaiknya yang akan membela Timnas U23 Indonesia di ajang Asian Games 2018. Nantinya yang akan di selenggarakan di Indonesia. Hal yang sangat pantas bagi Lilipaly di panggil untuk membela Timnas U23 Indonesia, berkat penampila agresifnya. Hingga sampai pekan ke 13 liga satu Indonesia, pemain naturalisasi ini. Telah berhasil mencetal 8 gol di gawang musuh pada saat bertanding.

Selain Lilipaly, terdapat pemain lain dari klub liga 1 Indonesia, Bali United yang di panggil Luis Milla untuk membela Timnas U23 yaitu Ricky Fajrin. Kedua pemain Bali United ini. Akan segera bergabung pada pelatnas Timnas Indonesia U23 yang akan di mulai pada tanggal 20 Juni 2018 nantinya.

Stefano Lilipaly Tak Di Panggil Untuk Bela Timnas U23, Ini Alasan Luis Milla

Stefano Lilipaly Tak Di Panggil Untuk Bela Timnas U23, Ini Alasan Luis Milla – Stefano Lilipaly yang merupakan pemain berdarah Indonesia itu sekarang telah bermain dengan tim sepak bola Indonesia Bali United setelah kepindahannya dari tim yang berasal dari Belanda. Stefano Lilipaly bermain sebagai gelandang serang bersama Bali United, selama jalannya liga 1 sepak bola Indonesai hingga akhir pekan ke 12.

Baca juga: Chris Jhon: Peluang Tinju Asian Games

Stefano Lilipaly di nilai bermain sangat cemerlang setiap laga pertandingan telah di mulai. Namun sayangnya nama Stefano Lilipaly tidak di panggil oleh pelatih Timnas U-23 Luis Milla untuk membela skuat asuhannya yang akan berlaga di Asian Games 2018.

Meski kini usianya telah memasuki umur ke28, pemain yang berasal dari Bali United tersebut bisa untuk membela Timnas U23. Karna pada ajang ini untuk cabang olahraga sepak bola di perbolehkan untuk membawa paling banyak 3 pemain senior. Namun menurut Luis Milla sosok gelandang serang Bali United itu masih belum terlalu di butukan saat ini.

“Kalau untuk di tim U-23, sudah banyak pemain yang mengisi posisi dia (Lilipaly). Sebut saja Evan Dimas, Saddil Ramdani, dan Septian David Maulana,” kata Milla dalam konferensi pers di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Ahad, 3 Juni 2018.

Pelatih yang berasal dari Spanyol itu menegaskan. Bahwa saat ini ia harus sangat cermat dalam memilih tiga pemain senior yang akan di bawanya. Saat ini, Milla menilai bahwa Timnas U23 lebih memerlukan sosok pemain senior yang mengisi lini kiper, bek dan juga striker.

Stefano Lilipaly

“Di situ adalah posisi-posisi yang menuntut adanya kedewasaan yang bisa menambah nilai lebih kepada pemain muda kami,” ucap Milla.

Hingga sampai saat ini, Lilipaly telah menyumbangkan tujuh gol untuk timnya Bali United dan mejadi salah satu pemain lokal yang subur. Milla memuji penampilan Stefano Lilipaly sebagai pemain hebat yang telah membuktikan kemampuanmya di dalam lapangan hijau. Ia pun siap menggunakan jasa pemain naturalisasi dari Belanda itu jika diberi kesempatan melatih timnas senior Indonesia.

“Tak ada keraguan bagi saya, ketika saya memegang timnas senior Indonesia, saya pasti panggil Lilipaly,” ujar Milla.

Timnas U-23 gagal meraih kemenangan pada dua laga uji coba melawan Thailand U-23 dalam seminggu terakhir. Timnas pun dikritik karena dalam lima pertandingan terakhir hanya mampu mencetak satu gol. Dalam laga semalam kontra Thailand, Indonesia hanya mampu bermain imbang tanpa gol.

Stefano Lilipaly

Stefano Lilipaly – Stefano Jantje Lilipaly merupakan pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang memiliki garis keturunan Belanda dan Indonesia. Pada tahun 2016 lalu, namanya menjadi terkenal pasca pertandingan Piala AFF 2016 lalu. Pemain naturalisasi ini lahir di Arnhem Belanda, pada tanggal 10 Januari 1990. Posisinya di timnas Indonesia sebagai gelandang serang. Saat ini ia bermain untuk tim sepak boal Indonesia, Bali United.

Baca juga: Pesepak Bola Indonesia Bambang Pamungkas

Stefano Lilipaly memulai karier sepakbolanya di negeri Kincir Angin, Belanda. Di level junior ia habiskan dengan DCG, Az Alkmar, dan FC Utrect. Bersama FC Utrecht, ia bermain di bawah tim senior dan sukses mencetak 8 gol. Ia juga menjadi pemain yang jasanya mengantarkan FC Utrecht menjadi juara Piala KNVB Junior 2009-2010.

Berkat penampilannya yang gemilang, Lilipaly akhirnya resmi bermain di Liga Utama Belanda, de Eredivisie, bersama FC Utrecht pada 2011 saat usianya menginjak 21 tahun. Pada 2012, Lilipaly memutuskan untuk hijrah dan bergabung dengan Almere City yang saat itu bermain di level ke dua liga Belanda. Setelah itu, ia pindah ke Consadole Sapporo, klub asal Jepang.

Gaya bermainnya ternyata meniru gaya Iniesta, ia juga dapat mencetak gol dari luar kotak penalti. Ia lebih nyaman bermain dengan posisi menyerang dibandingkan bertahan. Ia pun kemudian bergabung dengan Timnas Indonesia yang sebelumnya, Lilipaly juga pernah memperkuat Timnas Belanda U-15 hingga U-18.

Kemampuannya di lapangan hijau, Lilipaly dipanggil Badan Tim Nasional PSSI tahun 2011 untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-23, hanya saja saat itu ia belum pulih sepenuhnya dari cedera. Dan akhirnya yang ditunggu datang juga, ia mengawali debut bersama TImnas Indonesia saat berhadapan dengan Filipina tahun 2013.

Stefano Lilipaly

Setelah bermain di Timnas, Lilipaly bergabung dengan Persija Jakarta pada tahun 2014. Namun, tidak lama memperkuat Persija, ia bergabung bersama SC Telstar pada musim 2015. Awal tahun 2017, gelandang yang pandai mengatur bola ini kembali lagi ke Belanda dan bergabung dengan klub Divisi 1 Belanda, SC Cambuur. Penampilannya kian berkembang bersama tim ini, terbukti ia beberapa kali memberikan umpan bola dan mencetak gol.

Di tengah penampilannya yang kian menanjak bersama SC Cambuur, Lilipaly membuat keputusan yang cukup mengejutkan dengan bergabung bersama Bali United pada pertengahan 2017. Padahal ia masih memiliki kontrak dengan SC Cambuur selama dua tahun.

Meski begitu, pihak SC Cambur mengizinkan kepindahan Lilipaly ke Indonesia karena alasan kemanusian. Apalagi Lilipaly dan keluarga sangat antusias untuk pindah ke negeri luluhurnya. Lilipaly mengaku senang bisa kembali ke Indonesia dan mengucapkan terima kasih kepada SC Cambuur. Ia resmi bergabung bersama Bali United pada paruh kedua Liga 1 2017.