Bonus Besar Menanti Atlet Nasional Peraih Emas Asian Games 2018

Bonus Besar Menanti Atlet Nasional Peraih Emas Asian Games 2018

Bonus Besar Menanti Atlet Nasional Peraih Emas Asian Games 2018 – Pesta Olahraga terbesar di Asia yang akan digelar pada Agustus mendatang. Sejumlah atlet yang bakal berlaga di Asian Games 2018 ini tengah menjalani pemusatan latihan guna untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang tiga tahunan ini.

Kemenpora bahkan tengah mempersiapkan bonus besar bagi para atlet nasional. Yang mampu meraih medali emas di Asian Games 2018 yang akan digelar pada bulan Agustus mendatang. Menurut beberpa sumber yang beredar yang menyebutkan. Bahwa bonus bagi atlet Indonesia peraih medali emas Asian Games 2018 ini akan meningkat hingga 250 pesen lebih tinggi bila dibandingkan dengan Asian Games Incheon 2014 silam.

“Sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah untuk memberikan bonus bagi atlet berprestasi khususnya untuk peraih emas di Asian Games 2018 nanti. Bonus kami berikan itu sebagai penghargaan dari pemerintah karena mampu mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional. Untuk besaran bonus pastinya berapa masih kami hitung. Dan untuk atlet Paragames 2018 juga lebih kurang sama dengan Asian Games 2018” ucap Menpora.

Menurut kabar yang beredar saat ini, besaran bonus yang akan didapat peraih medali emas untuk Asian Games 2018 ini. Diperkirakan akan mencapai 1,4 Miliyar rupiah. Tentu nominal ini sangat besar bila dibandingkan dengan besaran bonus Asian Games 2018 di Incheon. Korea Selatan para atlet nasional peraih medali emas hanya mendapatkan bonus 400 juta dari Kemenpora.

Jika para atlet mampu mencapai target yang ditentukan pemerintah yaitu 16 medali Emas di Asian Games 2018 nanti. Maka bukan tidak mungkin sejumlah bonus yang akan diberikan akan mengalami kenaikkan dan itu pun sudah mendapat persetujuan dari Mentri Keuangan RI.

Kepedulian pemerintah terhadap para atletnya yang berjuang dilevel internasional menjadi perhatian khusus pemerintah. Untuk saat ini bonus tertinggi masih dipegang oleh pebulutangkis ganda campuran. Yaitu Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir dengan jumlah bonus 5 miliyar rupiah saat mereka berhasil meraih medali emas Olimpaide Brazil.

Tentu bukan hanya atlet saja yang mendapatkan bonus dari pemerintah tetapi juga bagi para pelatih yang juga telah berjuang untuk membentuk permainan poara atletnya.

Baca Juga : Sriwijaya FC Gelar Uji Coba Menghadapi Felcra FC

Gulat Targetkan Medali Emas di Asian Games 2018

Gulat Targetkan Medali Emas di Asian Games 2018

Gulat Targetkan Medali Emas di Asian Games 2018 – Gelaran pesta terakbar Asia yang bertajuk Asian Games 2018 akan segera dihelat kurang dari empat bulan lagi. Sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan juga sudah diberikan target yang harus diraih oleh setiap atlet di Asian Games 2018.

Indonesia bertindak sebagai tuan rumah diajang empat tahunan ini tentunya akan membuat para atlet semakin semangat dan juga berjuang lebih untuk memberikan prestasi yang membanggakan serta bisa meraih banyak medal diajang kali ini. Terutama untuk cabang olahraga gulat yang akan dipertandingkan di Asia Games 2018 diyakini bakal mampu menyumbnag medali emas untuk Indonesia.

Pegulat andalan Indonesia, M. Aliansyah diyaikini bakal mampu memberikan perlawanan bagi pegulat dari negara lain untuk bisa memperebutkan medali emas Asian Games 2018. Target satu emas yang ditentukan oleh organisasi gulat tertinggi di Indonesia PB PGSI. Tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi pegulat nasional ini untuk bisa memberikan prestasi yang luar biasa. Karena sebelum untuk cabang olahraga gulat ini jarang memberikan kontribusi bagi Indonesia diajang internasional.

Guna untuk persiapan di Asian Games 2018 ini, sejumlah atlet yang bakal ambil bagian dalam kejuaraan ini pun tengah menjalani pemisatan pelatihan di Sukabumi, Jawa Barat. Tujuan dipindahkannya sejumlah atlet ke Sukabumi guna untuk beradaptasi guna untuk melakoni training camp selama tiga bulan atau sebulan sebelum digelarnya Asian Games 2018.

Di Asian Games 2018 ini tentu bukan kejuaraan pertama yang dilakoni oleh M. Aliansyah. Sebelumnya ia sempat berlaga di Asian Games 2010 di GuangZhou, China. Dan hanya mampu menempati posisi kelima dikelas 60 kg grego. Meskipun gagal meraih hasil yang memuaskan pada Asian Games di Guangzhou, M. Aliansyah kini tidak ingin gagal lagi untuk bisa meraih medali di Asian Games 2018 nanti.

Dengan Indonesia yang kini menjadi tuan rumah di Asian Games 2018 ini, tentu peluang bagi M. Aliansyah untuk bisa meraih medali emas cukup terbuka. Karena dari dukungan dari kelaurga maupun para suporter akan cukup membatu pegulat nasional ini bisa tampil percaya diri untuk menghadapi lawan-lawannya.

Baca Juga : Ganda Putra Yakin Raih Gelar All England 2018

Indonesia Nihil Gelar di Jerman Open 2018

Indonesia Nihil Gelar di Jerman Open 2018

Indonesia Nihil Gelar di Jerman Open 2018 – Ambisi Fajar/Rian untuk bisa meraih gelar juara Jerman Open 2018 Super 300 harus kandas setelah dikalahkan oleh pasangan Jepang Takuto/ Yuki dipartai final dengan dua set langsung 16-21 dan 18-21. Hasil tersebut membuat Fajar/Rian harus puas berada diposisi runner-up dan sekaligus membuat Indonesia hampa gelar di Jerman Open 2018 ini.

Kekalahan atas pasangan Jepang ini merupakan keempat kalinya Fajar/Rian harus takluk oleh pasangan yang berada diperingkat sembilan dunia. Meskipun sempat unggul 10-5 diawal laga, namun kurangnya kesiapan dan juga fokus yang sempat buyar mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Takuto/Yuki sehingga mereka mampu membalikkan keadaan pada babak pertama.

Permainan cepat yang dilancarkan kedua pasangan ini semakin membuat laga final ini semakin seru. Bukan hanya itu saja, saling kejar-kejaran poin juga kerap terjadi. Bahkan skor sempat imbang 16-16 sebelum akhirnya Fajar/Rian harus menyerah dibabak pertama dengan skor 16-21.

Sedangkan laga babak kedua juga tak kala seru dan juga permainan dan reli-reli panjang juga kerap terjadi. Fajar/Rian mampu tampil bagus dibabak kedua dan sempat unggul jauh 11-6. Dan kini pasangan peringkat sembilan dunia itu mampu kembali mengejar ketertinggalan mereka. Setelah mereka mampu bermain imbang 14-14.

Kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Fajar/Rian semakin membuat pasangan Jepang ini mampu memanfaatkan peluang dengan baik serta menjauh dari kejaran poin pasangan Indonesia dan sekaligus mentup set kedua dengan skor 18-21. Kemenangan ini juga membuat Takuto/Yuki ini mengukuhkan gelar juara Jerman Open 2018 Super 300 disektor ganda putra.

Meski gagal meraih gelar keduanya ditahun ini, Fajar/Rian akan kembali mencoba peruntungannya. Dengan fokus untuk mengikuti turnament tertua bulutangkis dunia yaitu All England Super 1000 yang akan digelar pada 14 Maret hingga 18 Maret mendatang. Diputaran pertama All England 2018 ini Fajar/Rian akan menghadapi pasangan dari Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.

Dengan gagalnya seluruh pebulutangkis Indonesia di ajang Jerman Open 2018 Super 300 ini. Maka PBSI tengah mengalihkan target mereka yaitu dengan meraih gelar juara di turnament paling bergengsi dunia All England 2018 Super 1000 yang akan digelar di Birmingham, Inggris.

Baca Juga : Persebaya Optimis Finish Lima Besar Liga 1 2018

Egy Maulana Akhirnya Resmi Pindah ke Lechia Gdansk

Egy Maulana Akhirnya Resmi Pindah ke Lechia Gdansk

Egy Maulana Akhirnya Resmi Pindah ke Lechia Gdansk – Salah satu talenta muda berbakat Indonesia, Egy Maulana Vikri akhirnya secara resmi bergabung dengan salah satu klub Devisi Utama Liga Polandia, Lechia Gdansk. Egy sendiri memang santer dikabarkan bakal pindah ke Eropa setelah tawaran datang dari klub asal Polandia itu menginginkan jasa pemain berusia 17 tahun tersebut.

Kini teka-teki kemna Egy Maulana akan melanjutkan karir sepakbolanya terjawab sudah. Nama Egy memang sebelumnya santer diberitakan akan berkarir di Eropa, namun saat itu masih belum jelas kemana Egy akan bermain. Egy sendiri merupakan jebolan dari Sekolah Khusus Sepakbola Ragunan. Memang mempunyai skill yang mumpuni dan juga diyakini bakal menjadi pemain besar.

Dalam akun Instagram Menpora memberikan selamat dan juga dukungan terhadap Egy maulana untuk bisa sukses dan menjadi pemain besar. Menpora juga mengungkapkan rasa bangganya karena didikan sekolah sepakbola Indonesia mampu menghasilkan pemain yang bertalenta seperti Egy Maulana. Tentu ini akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri bangsa ini karena memiliki pemian yang mempunyai kualitas yang mumpuni untuk bisa berkarir di liga Eropa.

Klub baru Egy Maulana, Lechia Gdansk ini juga merupakan salah satu klub peserta Liga Polandia yang berlaga di kasta tertinggi Eropa. Egy sendiri bergabung dengan Lechia Gdansk bukan untuk menjalani trial, melainkan sebagai pemain utama. Egy sendiri tengah dijadwalkan akan segera untuk menandatangani kontrak bersama Lechia Gdansk.

Selain Lechia Gdansk, ternyata Egy juga sempat diminati oleh klub asal Perancis, Saint Etienne. Namun klub asal Polandia itu bergerajk cepat untuk mengamankan pemain yang masih berusia 17 tahun itu. Presatasi dari Egy sendiri pun terbilang cukup mengkilap saat memperkuat Timnas U-19. Dan kini Egy juga tercatat sebagai bagian dari skuad Timnas U-23 dan juga Senior.

Proses transfer Egy Maulana dengan Lechia Gdansk akan rampung pada hari ini dan disertai dengan penandatangani kontrak. Tentu dengan bergabungnya Egy Maulana di Lechia Gdansk akan menjadikan dirinya sebagai pemain pertama Asia Tenggara dan juga Indonesia yang bermain dengan klub asal Polandia.

Baca Juga : Persija Lebih Utamakan Piala AFC Ketimbang Bhayangkara FC

Indonesia Wajib Finish 10 Besar di Asian Games 2018

Indonesia Wajib Finish 10 Besar di Asian Games 2018

Indonesia Wajib Finish 10 Besar di Asian Games 2018 – Gelaran pesta olahraga terakbar Asia yang akan segera dihelat pada Agustus mendatang. Indononesia yang ditunjuk sebagai tuan rumah dengan menyediakan seluruh venue di Jakarta dan juga Palembang sebagai kota yang akan menyelenggarakan event paling bergengsi ini. Sebagi tuan rumah, pemerintah juga menargetkan bahwa Indonesia wajib harus finish diperingkat 10 besar di Asian Games 2018.

Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengungkapkan bahwa Indonesia tentu akan mampu untuk mencapai presatasi yang lebigh serta mampu untuk mencapai target yang ditentukan pemerintah. Menpora juga menegaskan bahwa Indonesia mempunyai peluanag yang besar untuk bisa melangkah lebih jauh.

Terlebih dengan raihan yang ditorehkan oleh para atlet difabel di ajang ASEAN Games di Malaysia 2017 lalu dimana pada waktu itu Indonesia keluar sebagai juara umum. Tentu dengan patokan yang diraih oleh para atlet difabel ini mampu memicu atlet yang lain untuk bisa berjuang lebih untuk mengharumkan nama bangsa di level Internasional.

“Meski di Asian Games 2018 ini, kami menargetkan Indonesia harus finish di 10 besar. Tetapi saya berharap mampu melangkah lebih jauh lagi untuk bisa meraih banyak prestasi diajang ini. Sebagai contoh, atlet Paralympic ini saja mampu berjaya di ASEAN Para Games 2017 di Malaysia. Saya ingin semua atlet yang akan berlaga di Asian Games. Nanti untuk meniru semangat saudara kita yang telah berjuang di Paralympic.” ungkapp Imam Nahrawi.

“Finish 10 besar harusnya tidak akan terlaklu sulit bagi kita, karena Indonesia sebagai tuan rumah diajang empat tahunan ini. Tentu semangat yang bisa berikan agar para atlet semakin terpacu untuk bisa memberikan yang terbaik untuk kita semua. Saya juga ingin para atlet kita mampu berjaya dirumah sendiri yang dibantu dengan dukungan langsung. Dari para penonton dan juga keluarga kita” tambahnya.

Tentu ntarget 10 besar yang harus diraih oleh para atlet akan menjadi pelecut. Untuk bisa berbuat lebih guna untuk mencapai prestasi terbaik digelaran olahraga internasional. Proses persiapan yang tinggal lima bulan menuju pesta olahraga terbesar di Asia.

Baca Juga : Tanpa Skuad Lengkap, PSM Makassar Siap Ladeni Perseru