Hadapi Korsel, Milla Akhirnya Panggil Stefano Lilipaly

Hadapi Korsel, Milla Akhirnya Panggil Stefano Lilipaly – Gelandang Bali United, Stefano Lilipaly, merupakan pemain tim sepak bola liga satu Indonesia akhirnya di panggil oleh pelatih Timnas U23 Luis Milla untuk membela Timnas Indonesia saat menghadapi Korea Selatan pada laga uji coba. Pada laga uji coba itu akan di selenggarakan pada tanggal 23 Juni mendatang di Stadion Pakansari.

Baca juga:

Informasi Atlet Panahan Indonesia

Pertandingan ini akan menjadi perdana bagi Lilipaly di tahun 2018 bersama sang pelatih Luis Milla. Lilipaly sendiri bermain bersama Timnas Indonesia pada tanggal 2 September 2017 lalu dalam laga uji coba dengan tim kesebelasan Fiji.

Lilipaly pastinya akan menunjukkan performa permainan terbaiknya yang akan membela Timnas U23 Indonesia di ajang Asian Games 2018. Nantinya yang akan di selenggarakan di Indonesia. Hal yang sangat pantas bagi Lilipaly di panggil untuk membela Timnas U23 Indonesia, berkat penampila agresifnya. Hingga sampai pekan ke 13 liga satu Indonesia, pemain naturalisasi ini. Telah berhasil mencetal 8 gol di gawang musuh pada saat bertanding.

Selain Lilipaly, terdapat pemain lain dari klub liga 1 Indonesia, Bali United yang di panggil Luis Milla untuk membela Timnas U23 yaitu Ricky Fajrin. Kedua pemain Bali United ini. Akan segera bergabung pada pelatnas Timnas Indonesia U23 yang akan di mulai pada tanggal 20 Juni 2018 nantinya.

Victor Igbonefo Senang Di Panggil Kembali Untuk Membela Timnas Indonesia

Victor Igbonefo Senang Di Panggil Kembali Untuk Membela Timnas Indonesia – Victor Igbonefo merupakan pemain naturalisasi Timnas Indonesia, kini ia bermain dengan tim asal kota Bandung, Persib Bandung. Ia merasa senang di panggil oleh Luis Milla untuk kembali membela timnas Indonesia U-23. Di panggilnya Victor Igbonefo untuk memperkuat pertahanan dari timans Indonesia pada pertandingan uji coba yang akan melawan timnas Gajah Putih, Thailand.

Baca juga: 
Pemain Persija Terinpirasi Dari Messi

Pertandingan tersebut akan berlangsung di Indonesai pada tanggal 31 Mei 2018 dan 3 Juni 2018. Pemain kelahiran  asal Nigeria kini telah memasuki usia 32 tahun. Ia merasa sangat senang di panggil kembali untuk membela skuat timnas Indonesia U-23. Sebelumnya Victor Igbonefo juga pernah membela timnas Indonesia senior.

“Dipanggil timnas tentu aku senang mendapat kesempatan kembali ke timnas, aku harap aku bisa bantu di sana,” ujar Igbonefo di bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin, 28 Mei 2018.

Igbonefo mengaku tidak merasa canggung lantaran kini memperkuat timnas U-23 dan harus bekerja sama dengan pemain muda. Menurut dia, kemampuan Egy Maulana dan kolega cukup bagus lantaran dibalut skill yang mumpuni.

“Kemarin aku sempat main sama mereka (pemain muda), dan itu bagus sekali, mereka pemain yang bagus, aku harap kehadiran aku dapat membantu mereka dengan pengalaman aku,” kata Victor.

Kehadiran Igbonefo di benteng pertahanan skuad Garuda Muda tentu membuat Luis Milla bisa bernafas lega. Kemampuan Igbonefo dalam mengamankan lini belakang tentu tidak perlu untuk diragukan lagi. Pemain ini memiliki banyak pengalam dalam bermain bertahan, hal itu yang membuat Luis Milla untuk memanggil Victor Igbonefo.

Sementara itu, pemain Persib lainnya, Febri Hariyadi yang juga kembali dipanggil memperkuat timnas U-23 berharap bisa berkontribusi lebih saat dipercaya Luis Milla.

“Ya senang juga dapat dipanggil lagi timnas, masih dipercaya untuk main di timnas. Saya berharap bisa berkontribusi lebih di timnas,” ucap Febri.

Daftar pemain Timnas U-23 untuk laga uji coba melawan Thailand:

1. Awan Setho – Bhayangkara FC
2. Teja Paku Alam – Sriwijaya FC
3. Muhammad Ridho – Borneo FC
4. Andy Setyo Nugroho – PS. Tira
5. Hansamu Yama Pranata – Barito Putra
6. Victor Chukwuekezie Igbonefo – Persib
7. Bagas Adi Nugroho – Arema FC
8. I Putu Gede Juni Antara – Bhayangkara FC
9. Gavin Kwan Adsit – Barito Putra
10. Muhammad Rezaldi Hehanusa – Persija
11. Ricky Fajrin Saputra – Bali United
12. Muhammad Hargianto – Bhayangkara FC
13. Hanif Abdurrauf Sjahbandi – Arema FC
14. Zulfiandi – Sriwijaya FC
15. Saddil Ramdani – Persela
16. Septian David Maulana – Mitra Kukar
17. Riko Simanjuntak – Persija
18. Osvaldo Ardiles Haay – Persebaya
19. Febri Hariyadi – Persib
20. Irfan Jaya – Persebaya
21. Alberto Goncalves Da Costa – Sriwijaya FC
22. Lerby Eliandry Pong Babu – Borneo FC.

Atlet Sepak Bola Cristian Gonzales

Atlet Sepak Bola Cristian Gonzales – Cristian Gerard Alfaro Gonzales merupakan pemain sepak bola Indonesia yang awalnya berwarga negara Uruguay dan sekarang telah masuk ke dalam warga negara Indonesia. Cristian Gonzales lahir di Montevideo, Uruguay, 30 Agustus 1976, sekarang ia bermain dengan tim sepak bola Indonesia. Dengan penampilannya yang luar biasa, Cristian Gonzales di naturalisasi menjadi warga negara untuk membela timnas Indonesia dalam pertandingan piala AFC.

Baca juga: Ganda Campuran Optimis Raih Target Di Jerman Open 2018

Karier Cristian Gonzales alias El Loco (si gila) sebagai striker di dunia pesepakbolaan Indonesia cukup diacungi jempol. Selama sepak terjangnya di tanah air, dari tahun 2003-2010, Cristian Gonzales telah 4 kali menyabet gelar pecetak gol terbanyak Liga Indonesia. Bahkan hanya dalam rentang waktu 3 tahun tinggal di Indonesia, Gonzales sudah menjadi pemain bola termahal dengan bayaran Rp1.2 Miliar.

Perkenalan Cristian Gonzales dengan dunia sepak bola, dimulai saat ia berusia 6 tahun. Semula ayahnya ingin Gonzales menjadi tentara, namun Cristian tetap memilih bola karena kegilaannya terhadap olaharga sepak ini.

Di tanah kelahirannya, pada usia 13 tahun, Gonzales masuk akademi sepak bola Penarol Uruguay selama 4 tahun. Di tengah menekuni sepak bola ini, pada tahun 1994, Gonzales bertemu dengan Perempuan asal Indonesia, Eva Nurida Siregar, di Chile. Saat itu Eva tengah kursus Salsa di Sekolah Vinadelmar. Selang setahun, menginjak usia 20 tahun, Gonzales resmi menikahi Eva. Mereka menikah usia muda.

Atlet Sepak Bola Cristian Gonzales

Sebelum hijrah ke Indonesia, Gonzales bermain di beberapa klub. Setelah dari klub Pebarol Uruguay, ia bergabung pada tahun 1994 di Sud America, kemudian bergabung dengan Huracan de Carientes Argentina (1997), dan Deportivo Maldonado (2000-2002). Di klub ini, Gonzales ditempatkan sebagai gelandang serang, tak banyak gol yang diciptakannya.

Pada tahun 2002, Cristian menerima sebuah tawaran dari agen sepak bola untuk bermain di Indonesia. Kebetulan istrinya orang Indnesia, ia pun tak menyia-nyiakan dan menerima tawaran tersebut dengan merumput di Indonesia. Ia bergabung dengan klub PSM Makassar, Sulawesi Selatan, pada tahun 2003. Pada tahun ini, Gonzales telah memeluk agama Islam dan memiliki nama muslim Mustafa Habibi.

Bersama PSM Makassar, menginjak usia 27 tahun, Cristian Gonzales berhasil membawa klubnya ke posisi runner up Liga Indonesia dengan total 27 gol. Namun, kiprah Gonzales ini harus berakhir dengan skorsing selama satu musim dan denda sebesar 20 juta lantaran memukul salah satu petugas Persita Tangerang.