Atlet Berprestasi di Asian Games Berkesempatan Untuk Mendapat Bonus Naik Haji

Atlet Berprestasi di Asian Games Berkesempatan Untuk Mendapat Bonus Naik Haji – Semua atlet Indoneisa yang bisa meraih prestasi di ajang Asian Games 2018 mempunyai peluang untuk pergi naik haji dan biayanya ditanggung oleh pemerintah.

Imam Nahrawi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik indonesia (Menpora Ri) mengatakan hal itu merupakan bentuk apresiasi untuk atlet yang beragama Islam. Ia menlai kalau negara layak untuk memberika pneghargaan yang besar kepada para atlet berprestasi.

baca juga : Asian Games 2018, Paralayang Indonesia Menargertkan Rebut 2 Medali Emas

“Ini (bonus naik haji) sedang kami lakukan korespondensi dengan Pak Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin. Semoga Pak Meneteri Agama memberikan keleluasaan bagi para pejuang olahraga ini mendapat slot haji, atau setidaknya umrah dari Kementerian Agama, Insya Allah bisa,” ujar Menpora.

Selain itu, Imam juga menegaskan setiap atlet yang meraih medali di ajang Asian Gamess 2018 akan mendapat bonus.

“Sesungguhnya per emas itu lebih dari Rp 2 miliar. Tetapi klasifikasinya kemudian dibagi menjadiRp 1,5 miliar per satu medali emas baik perorangan, dobel, maupun tim. tetapi untuk dobel dan tim, ada hitungan lagi,” ujar Imam.

“Misalnya, ganda campuran Owi/Butet itu bonus dasar mendapat Rp 1,5 miliar dan ada tambahan lagi, ada hitungannya. Untuk pelatih itu kira – kira 60 persen dari besaran bonus emas. Kalau PNS, semua peraih medali emas dan perak itu akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil,” ucapnya menambahkan.

Atlet Berprestasi di Asian Games

Imam juga mengingatkan setiap atlet peraih medali emas akan mendapatkan bonus rumah. Hal itu telah disiapkan regulasinya oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) Basuki Hadimuljono.

“Atlet hanya tiggal menyiapkan tanah, baru pemerintah yang akan bangun rumah. Saya kira itu saja untuk bonus,” ujarnya.

Lebih lanjut lagi, Imam mengatakan saat ini atlet – atlet Indoneisa sedang melakukan pemusatan latihan, baik latihan di dalam negeri maupun di luar negeri. Sebagian atlet juga ada yang menyiapkan diri untuk ajang kejuaraan di Asia ataupun dunia.

Imam berharap atlet Indoneisa nantinya bisa menampilkan performa puncaknya di Ajang Asian Games 2018. Karena itu ia menjelaskan latihan fisik, strategi, teknik harus sudah mulai dilakukan oleh atlet dari semua cabang olahraga.

“Sehingga, sekarang bagaimana doa dan juuga dukungan dari masyarakat Indonesia. Sekali lagi, musuh terbesar dari atlet adalah dirinya sendiri.”

“Masalah mental itu benar-benar menjadi faktor yang dominan, kekompakan dengan tim dan pasangan itu menjadi sesuatu yang sangat krusial sekali,” ujar Imam.

Bonus Besar Menanti Atlet Nasional Peraih Emas Asian Games 2018

Bonus Besar Menanti Atlet Nasional Peraih Emas Asian Games 2018

Bonus Besar Menanti Atlet Nasional Peraih Emas Asian Games 2018 – Pesta Olahraga terbesar di Asia yang akan digelar pada Agustus mendatang. Sejumlah atlet yang bakal berlaga di Asian Games 2018 ini tengah menjalani pemusatan latihan guna untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang tiga tahunan ini.

Kemenpora bahkan tengah mempersiapkan bonus besar bagi para atlet nasional. Yang mampu meraih medali emas di Asian Games 2018 yang akan digelar pada bulan Agustus mendatang. Menurut beberpa sumber yang beredar yang menyebutkan. Bahwa bonus bagi atlet Indonesia peraih medali emas Asian Games 2018 ini akan meningkat hingga 250 pesen lebih tinggi bila dibandingkan dengan Asian Games Incheon 2014 silam.

“Sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah untuk memberikan bonus bagi atlet berprestasi khususnya untuk peraih emas di Asian Games 2018 nanti. Bonus kami berikan itu sebagai penghargaan dari pemerintah karena mampu mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional. Untuk besaran bonus pastinya berapa masih kami hitung. Dan untuk atlet Paragames 2018 juga lebih kurang sama dengan Asian Games 2018” ucap Menpora.

Menurut kabar yang beredar saat ini, besaran bonus yang akan didapat peraih medali emas untuk Asian Games 2018 ini. Diperkirakan akan mencapai 1,4 Miliyar rupiah. Tentu nominal ini sangat besar bila dibandingkan dengan besaran bonus Asian Games 2018 di Incheon. Korea Selatan para atlet nasional peraih medali emas hanya mendapatkan bonus 400 juta dari Kemenpora.

Jika para atlet mampu mencapai target yang ditentukan pemerintah yaitu 16 medali Emas di Asian Games 2018 nanti. Maka bukan tidak mungkin sejumlah bonus yang akan diberikan akan mengalami kenaikkan dan itu pun sudah mendapat persetujuan dari Mentri Keuangan RI.

Kepedulian pemerintah terhadap para atletnya yang berjuang dilevel internasional menjadi perhatian khusus pemerintah. Untuk saat ini bonus tertinggi masih dipegang oleh pebulutangkis ganda campuran. Yaitu Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir dengan jumlah bonus 5 miliyar rupiah saat mereka berhasil meraih medali emas Olimpaide Brazil.

Tentu bukan hanya atlet saja yang mendapatkan bonus dari pemerintah tetapi juga bagi para pelatih yang juga telah berjuang untuk membentuk permainan poara atletnya.

Baca Juga : Sriwijaya FC Gelar Uji Coba Menghadapi Felcra FC

Tim Piala Uber Indonesia Tidak Ditargetkan Juara

Tim Piala Uber Indonesia Tidak Ditargetkan Juara – Digelaran Uber Cup 2018 yang akan dihelat di Thailand pada tanggal 20 Mei hingga 27 Mei mendatang dikabarkan tidak menargetkan untuk meraih gelar juara khususnya pada Ganda Putri. Bahkan menurut pelatih ganda putri Indonesia ini mengungkapkan bahwa Piala Uber 2018 tidak menjadi target utama bagi atlitnya karena masih ada turnamen besar lainnya yang jauh lebih penting seperti Asian Games maupun turnamen Super Series lainnya.

Meskipun tidak akan menyertakan ganda putri yang sudah penglaman di ajang Piala Uber. Namun pelatih ganda putri Indonesia ini menegaskan bahwa akan menurunkan atlet-atlet. Yang mampu memberikan prestasi dan juga membanggakan nama bangsa Indonesia dipentas internasional. Meski tidak memiliki peluang yang cukup untuk menjuarai Piala Uber 2018 ini. Pelatih ganda putri Indonesia ini juga yakin dengan kemampuan anak asuhnya untuk bisa bersaing dilevel ynag lebih tinggi.

Eng Hian, pelatih ganda putri Indonesia ini juga menambahkan bahwa peluang yang dimiliki begitu kecil untuk bisa meraih hasil maksimal diturnamen ini. Bukan berarti meragukan kemampuan anak asuhnya untuk mengarungi kompetisi yang lebih berat dan dinilai masih dibawah kualitas dari tim-tim seperti Jepang, China, Korea Selatan hingga India. Yang mampu tampil maksimal disetiap turnamen yang mereka ikuti. Mantan atlit bulutangkis ini juga dikabarkan akan menyertakan beberapa pemain mudanya untuk mengikuti ajang Piala Uber 2018 di Thailand. Sedangkan untuk pemain senior sendiri akan treus digenjot untul kompetisi perorangan.

PBSI yang merupakan organisasi tertinggi di Indonesia tentunya mempunyai wewenang penuh. Untuk menurunkan pemain mana yang akan diikutsertakan dalam berbagai kejuaraan dunia yang akan diikuti oleh tim bulutangkis Indonesia. Tentu dengan ekspetasi yang tinggi oleh PBSI tentunya akan membuat konsentrasi atlit akan terbelah. Dimana tahun ini saja akan banyak turnament yang akan diikuti oleh Indonesia di kejuaraan dunia.

Eng Hian juga memberikan target bagi anak asuhnya seperti Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Yang juga merupakan unggulan utama tim ganda putri Indonesia untuk menjuarai turnament All England, Kejuaraan Dunia dan Super Series yang menjadikan prioritas yang wajib diraih. Untuk pasangan ganda putri lainnya juga diberikan target yang sama yaitu dengan meraih prestasi dibeberapa turnament penting lainnya.

Baca Juga : Anthony Ginting Ingin Tempati Peringkat Lima Besar Dunia

Sambutan Mempora untuk Tahun 2018

Sambutan Mempora untuk Tahun 2018

Sambutan Mempora untuk Tahun 2018 – Dalam menyambut Tahun Baru 2018, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyampaikan pesan menjelang pergantian tahun melalui akun Tweeternya.

Bapak asal Bangkalan ini mengungkapkan harapan-harapan agar di tahun 2018 jauh lebih baik dari tahun 2017. Mempora mengandaikan pengalaman yang dilalui setiap tahunnya tidak ubahnya  sebuah perjalanan.

“Yang paling seru dari perjalanan bukanlah melihat tempat yang jauh dan anti-mainstream, tetapi bisa melihat sesuatu dengan cara pandang yang segar.”

“Piknik jauh atau tidak, semoga kita bisa memasuki tahun yang baru dengan pikiran yang selalu terbuka dan jauh dari sempit. Selamat Tahun Baru 2018,” demikian ucapan Iman melalui akun Tweeter pribadinya.

Mempora juga menyampaikan pesan-pesan jelang menyambut pergantian tahun.

“Mari sambut tahun yang baru dengan sukacita dalam mewujudkan harapan, mimpi dan cita-cita. Semoga 365 hari ke depan menjadi hari-hari yang penuh inspirasi dan kebahagiaan bagi kita semua,” tulisnya.

Sebelumnya , Kemenpora juga menyampaikan sejumlah refleksi terkait program-program 2017 yang pernah dijalani dan sejumlah resolusi untuk 2018.

“Tugas dan tanggung jawab menanti. Komitmen kami untuk Pemuda dan Olahraga akan berubah.”

“Mewujudkan sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, administrasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan target 10 besar di Asian Games 2018 dan 8 besar Para Games 2018,” tulis pihak Kemenpora.

Baca Juga : Rio Haryanto Tes Mobil Super Formula

Laga Eksebisi Legenda Bulu Tangkis Indonesia

Laga Eksebisi Legenda Bulu Tangkis Indonesia

Laga Eksebisi Legenda Bulu Tangkis Indonesia – Eksebisi ini di langsungkan di Candra Wijaya International Badminton Center (CWIBC), Tangerang Selatan, Sabtu (19/12/2017). Pada kesempatan itu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berduet dengan Kevin Sanjaya Sukamulyo.

Dalam laga itu Imam dan Kevin berhadapan dengan dua pebulu tangkis legendaris Indonesia yakni Candra Wijaya dan Ricky Soebagdja.
Imam dan Kevin berhasil memenangi pertandingan dengan kedudukan 24-22.

“Saya bersyukur bisa menutup tahun ini dengan meraih kemenangan bersama Kevin. Jujur tadi saya berdebar-debar karena berhadapan dengan para juara dunia yang sangat berpengalaman,” ujar Imam seusai pertandingan.

“Meskipun usia Mas Ricky dan Candra sudah tidak muda lagi, tetapi semangat mereka luar biasa. Hampir tadi saya dan Kevin kewalahan,” tutur dia.

Pertandingan berjalan cukup sengit karena kedua pasangan ganda putra silih berganti mencetak poin. Laga juga diwarnai oleh beberapa atraksi dari Candra dan Ricky yang mengundang gelak tawa para penonton. Pertandingan ekshibisi ini digelar setelah penyerahan penghargaan dari CWIBC kepada para tokoh bulu tangkis yang berjasa memberikan prestasi.

Tokoh yang menerima penghargaan di antaranya Djoko Santoso (Ketua Umum PP PBSI periode 2008-2012, dan para pelatih yakni Herry Iman Pierngadi, Richard Mainaky, dan Eng Hian.

Para atlet juga menerima penghargaan dari CWIBC, khususnya Kevin yang telah meraih tujuh gelar superseries sepanjang 2017 bersama Marcus Fernaldi Gideon.

Baca Juga : Beban Berat Kevin/Markus di Tahun 2018