Kevin/Marcus Berhasil Lolos ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Kevin/Marcus Berhasil Lolos ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis – Langkah Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018 terus berlanjut ke babak perempatfinal. Mereka berhasil mengalahkan wakil Rusia. Dalam laga babak 16 besar di Nanjing Olympic Sports Center, hari Kamis (2/8/2018), Kevin/Marcus mencatatkan kemenangan straight game atas Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov dengan skor kemenangan 21-19, 21-12.

Baca juga : Pengakuan Greysia Polii Yang Memiliki Keunggulan Pengalaman dari Lawannya

Kevin/Marcus bertarung sangat ketat dengan Ivanov/Sozonov di babak pertama. Walaupun sempat tertinggal dengan skor 15-18, Kevin/Marcus mengejar di saat-saat terakhir untuk memenagkan pertama.

Gim kedua pun berjalan lebih nyaman untuk Kevin/Marcus. Mereka sukses memenangi gim kedua dengan keunggulan skor lebih telak.

Pada babak perempatfinal, ganda putra nomor satu dunia itu akan menghadapi Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Kamura/Sonoda lolos usai mengalahkan wakil Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Secara head to head, Kevin/Marcus memiliki keunggulan 4-3 atas Kamura/Sonoda. Kevin/Marcus memenangi pertemuan terakhir dengan Kamura/Sonoda saat di Dubai World Super Series Finals tahun 2017.

Tetapi langkah Kevin/Marcus tidak diikuti oleh Berry Angriawan/Hardianto. Mereka disingkirkan oleh unggulan ketujuh, Takuto Inoue/Yuki Kaneko.

Berry/Hardi bertarung 3 gim dengan durasi satu jam 17 menit melawan wakil Jepang tersebut. Mereka kalah dengan skor 11-21, 22-20, 16-21.

Dan dari nomor ganda campuran, Indonesia juga kehilangan salah satu wakilnya. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja tidak mampu membendung unggulan teratas, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, dan terpaksa kalah denan skor 15-21, 13-21.

Tiga Ganda Campuran Indonesia Berhasil Lolos Menuju Malaysia Open 2018

Tiga Ganda Campuran Indonesia Berhasil Lolos Menuju Malaysia Open 2018  – Di pertadingan Malaysia Open 2018, cabang olahraga Bulutangkis sebanyak tiga ganda campuran Indonesia berhasil lolos menuju babak kedua. Termasuk ganda campuran andalan Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, mereka berjuang dengan keras yang akhirnya berhasil lolos.

Baca juga:  Hadapi Korsel, Milla Akhirnya Panggil Stefano Lilipaly

Kedua pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat ini bukan lah atlet yang memiliki usia yang masih mudah. Di tahun ini Tontowi Ahmad memasuki usianya yang ke 31 tahun, sementara itu rekannya Liliyana Natsir di tahun ini memasuki usianya yang ke 33 tahun. Meskipun usia tak lagu mudah, mereka masih mampu untuk bersaing dengan pemain-pemain mudag lainnya.

Dalam laga pertama di turnamen Malaysia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 750, Tontowi/Liliyana menang dua gim angsung atas Liao Min Chun/Chen Hsiao Huan (Taiwan), dengan skor 21-18, 21-11. Meskipun menang straight game, Tontowi/Liliyana menuturukan bahwa di awal game mereka masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan.

“Kami sudah lama tidak bertanding di stadion ini, jadi kami banyak menyesuaikan diri dengan kondisi arena pertandingan. Termasuk soal angin yang lumayan kencang, bagaimana cara mainnya, karena beda sekali mainnya kalau ada faktor kalah atau menang angin,” kata Liliyana.

Tiga Ganda Campuran Indonesia Berhasil Lolos

“Kalau dilihat hasil undian, memang dibandingkan yang lain, undian ini lebih baik. Tetapi kami tidak boleh menganggap enteng karena kami tidak muda lagi. Kami harus bermain seefisien mungkin, harus bisa menerapkan strategi yang benar. Jangan terlalu menggebu-gebu, malah nanti antiklimaks, jadi harus lebih cerdik,” tambah Liliyana.

Tontowi/Liliyana menjadi ganda campuran pertama dari Indonesia yang lolos menunuju ke babak kedua Malaysia Open. Mereka disusul Ronald Alexander/Annisa Saufika yang menaklukkan Ronan Labar/Audrey Fontaine (Perancis), 21-7, 18-21, 21-11. Wakil lainnya adalah Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menyingkirkan unggulan 6 asal Denmark, Mathias Christiansen/Christinna Pedersen 21-16 11-21 21-15.

Namun sayangnya ganda campuran dari Indonesia lainnya harus gugur menuju babak kedua, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil di tahlukan oleh pasangan asal Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan skor 21-14, 17-21, 18-21.

Di babak kedua, Tontowi/Liliyana yang merupakan unggulan pertama, akan menghadapi ganda asal Irlandia, Sam Magee/Chloe Magee. Ronald/Annisa bertemu unggulan 8 asal China, He Jiting/Du Yue. Sementara Hafiz/Gloria akan menghadapi ganda Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Tontowi/Liliyana Absen Kejuaraan Dunia Demi Asian Games 2018

Tontowi/Liliyana Absen Kejuaraan Dunia Demi Asian Games 2018 – Pemain bulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi/Liliyana, akan di fokuskan dalam ajanh asian games 2018. Pemain bulutangkis urutan nomor satu dunia tersebut tidak akan turun untuk mengikuti laga pada kejuaraan dunia Bulutangkis 2018.

Baca juga: Cabor Seni Ditargetkan Kemenpora Untuk Raih Medali Asian Games 2018

Pasangan dalam bulutangkis yang sering di sebut dengan Owi/Butet berhak untuk tampil di kejuaraan dunia, karena saat ini menempati peringkat pertama di dunia.

“Kami sudah berunding dengan para pelatih. Kami punya target, memang Tontowi/Liliyana kami persiapkan untuk Asian Games,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, seperti dilansir di situs resmi PBSI, Selasa (15/5/2018).

“Jarak dari Kejuaraan Dunia ke Asian Games itu mepet. Kalau melihat usia, mereka kan tidak mungkin diforsir,” imbuh Susy.

Ganda campuran kedua untuk Asian Games masih jadi misteri. Susy belum bisa memastikan siapa yang akan turun mendampingi Tontowi Liliyana.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memang ditargetkan untuk meraih emas pada multievent yang akan digelar di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 tersebut.

“Ganda campuran kedua untuk Asian Games 2018 belum ditentukan, kami masih mencari format terbaik. Ada beberapa pilihan, apakah Praveen Jordan/Debby Susanto, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto, atau Ronald Alexander/Debby Susanto. Kami akan memantau hasil di Malaysia Terbuka,” kata Susy.

Butuh Perubahan di Ganda Campuran

Susi: Butuh Perubahan di Ganda Campuran

Susi: Butuh Perubahan di Ganda Campuran – The Head of Development and Achievement of PBSI, Susi Susanti mengatakan, tim tidak bisa terus menerus hanya mengandalkan pasangan Tontowi Ahmad – Liliyana Natsir.

“Hasil di Dubai mungkin yang terbaik untuk mereka, mengingat usia kedua pemain sudah tidak muda. Berdasarkan track record, saya berharap pasangan ini bermain lebih baik lagi tahun depan,” kata Susi.

“Saat ini, kami mencari ganda campuran lainnya untuk maju, dan kita tidak bisa menunggu lagi karena kita terus mengandalkan Tontowi/Liliyani.”

Kepala Pengembangan dan Prestasi ini menyampaikan, perubahan dilakukan terhadap pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto. Susi juga mengungkapkan alasan dibalik pemisahan tersebut.

“Praveen/Debby dipisah. Salah satu alasannya adalah tiga kali masuk final tahun ini (Swiss Open, Australia Open dan Korea Open), tetapi hanya bisa memenangkan Korea Open. Penampilan mereka menjadi stagnan dan tidak memuaskan,” ujarnya.

“Kita juga tidak boleh terlalu bergantung pada Tontowi/Liliyani, kita perlu mencari padangan ganda campuran lainnya untuk berbagi tanggung jawab.”

Praveen akan dipasangkan dengan Melati Deava Oktaviani, dan Debby berpasangan dengan Ricky Karanda Suwardi. Susi berharap, Praveen dan Debby bisa lebih termotivasi dengan pasangan baru.

Untuk pasangan Ricky/Deddy dijadwalkan akan mengikuti kompetisi Malaysia Master Super Series, 16-21 Januari 2018 sebagai debut perdana setelah berganti pasangan. Demikian juga dengan pasangan Praveen/Melati,  Malaysia Master Super Series menjadi awal debut mereka.

Baca Juga : Kisah Atlet Asian Para Games