Asian Games 2018, Paralayang Indonesia Menargertkan Rebut 2 Medali Emas

Asian Games 2018, Paralayang Indonesia Menargertkan Rebut 2 Medali Emas – Menjadi tuan rumah di Asian Games tahun ini, Indonesia akan menurunkan atlet-atlet terbaiknya demi merebut sebanyak mungkin medali emas dari berbagai Cabor yang di pertandingakan. Paralayang menjadi Cabor yang di targetkan oleh Indonesia yang akan merebut dua medali emas. “Target kita di Asian Games minimal dua emas, dan optimistis dengan target tersebut,” kata Ketua Paralayang Indonesia, Wahyu Yudha, di Manado, Sulawesi Utara, Jumat.

Baca juga: Menpora Targetkan 80 Persen Medali Emas Di Asian Games 2018

Demi merebut dua medali emas di Asian Games 2018, ketua paralayang Indonesia, Wahyu sangat mengharapkan dukungan penuh dari semua pihak , sekaligus Wahyu pun tak lupa meminta doa dari seluruh warga Indonesia, agar Paralayang Indonesia mampu menyumbangkan medali emas yang di targetkan itu.

Wahyu Yudha pun telah mempersiapkan timnya pada ajang Asian Game 2018 nanti untuk lebih mewaspadai kekuatan lawannya yang akan di hadapai. Menurutnya Jepang, Cina, Korea, Nepal, Thailand. Negara-negara itu memiliki atlet paralayang yang akan menjadi lawan berat bagi para atlet paralayang Indonesia.

Negara-negara tersebut memiliki atlet yang berpengalaman, namun Indonesia tidak kalah juga dengan mereka. Karna Indonesia pun memiliki hasil yang positif dari setiap pertandingan paralayang yang di ikuti. Saat ini posisi Indonesia di ranking dunia berada pada nomor satu. Tetapi tetap waspada terhadap negara- negara lain, karena tentunya telah mempersiapkan diri menuju Asian games.

“Tentunya persiapan yang dilakukan sama dengan Indonesia dalam menghadapi Asian Games,” katanya.

Saat ini terdapat 18 atlet pelatnas paralayang Asian Game 2018, terdiri dari sepuluh putra dan delapan puti. Mengikuti Kejuaraan Nasional Paralayang di Tetempangan, Minahasa, Sulawesi Utara.

Tiga Ganda Campuran Indonesia Berhasil Lolos Menuju Malaysia Open 2018

Tiga Ganda Campuran Indonesia Berhasil Lolos Menuju Malaysia Open 2018  – Di pertadingan Malaysia Open 2018, cabang olahraga Bulutangkis sebanyak tiga ganda campuran Indonesia berhasil lolos menuju babak kedua. Termasuk ganda campuran andalan Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, mereka berjuang dengan keras yang akhirnya berhasil lolos.

Baca juga:  Hadapi Korsel, Milla Akhirnya Panggil Stefano Lilipaly

Kedua pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat ini bukan lah atlet yang memiliki usia yang masih mudah. Di tahun ini Tontowi Ahmad memasuki usianya yang ke 31 tahun, sementara itu rekannya Liliyana Natsir di tahun ini memasuki usianya yang ke 33 tahun. Meskipun usia tak lagu mudah, mereka masih mampu untuk bersaing dengan pemain-pemain mudag lainnya.

Dalam laga pertama di turnamen Malaysia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 750, Tontowi/Liliyana menang dua gim angsung atas Liao Min Chun/Chen Hsiao Huan (Taiwan), dengan skor 21-18, 21-11. Meskipun menang straight game, Tontowi/Liliyana menuturukan bahwa di awal game mereka masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan.

“Kami sudah lama tidak bertanding di stadion ini, jadi kami banyak menyesuaikan diri dengan kondisi arena pertandingan. Termasuk soal angin yang lumayan kencang, bagaimana cara mainnya, karena beda sekali mainnya kalau ada faktor kalah atau menang angin,” kata Liliyana.

Tiga Ganda Campuran Indonesia Berhasil Lolos

“Kalau dilihat hasil undian, memang dibandingkan yang lain, undian ini lebih baik. Tetapi kami tidak boleh menganggap enteng karena kami tidak muda lagi. Kami harus bermain seefisien mungkin, harus bisa menerapkan strategi yang benar. Jangan terlalu menggebu-gebu, malah nanti antiklimaks, jadi harus lebih cerdik,” tambah Liliyana.

Tontowi/Liliyana menjadi ganda campuran pertama dari Indonesia yang lolos menunuju ke babak kedua Malaysia Open. Mereka disusul Ronald Alexander/Annisa Saufika yang menaklukkan Ronan Labar/Audrey Fontaine (Perancis), 21-7, 18-21, 21-11. Wakil lainnya adalah Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menyingkirkan unggulan 6 asal Denmark, Mathias Christiansen/Christinna Pedersen 21-16 11-21 21-15.

Namun sayangnya ganda campuran dari Indonesia lainnya harus gugur menuju babak kedua, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil di tahlukan oleh pasangan asal Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan skor 21-14, 17-21, 18-21.

Di babak kedua, Tontowi/Liliyana yang merupakan unggulan pertama, akan menghadapi ganda asal Irlandia, Sam Magee/Chloe Magee. Ronald/Annisa bertemu unggulan 8 asal China, He Jiting/Du Yue. Sementara Hafiz/Gloria akan menghadapi ganda Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Atlet Paling Legendaris Di Indonesia

Atlet Paling Legendaris Di Indonesia – Dunia olahraga Indonesia memanglah tak sebaik di negara yang berada di Eropa sana, meskipun demikian. Dulunya terdapat beberapa atlet yang berasal dari Indonesia yang telah membawa nama baik negara di kaca Internasional. Dengan begitu, kini Indonesia semakin di kenal oleh dunia yang memiliki para atlet yang hebat dan mantap untuk membela negara melalui cabang olahraga. Namun sekarang para atlet itu telah pensiun dan ada beberapa di antarnya yang masi membela negara dengan cara melatih anak muda bangsa agar mampu menjadi seperti mereka. Berikut atlet legendari dari Indonesia.

Baca juga:  

Idonesia Berhasil Kalahkan Malaysia 3-2 Saat Piala Uber 2018

Para Atlet Asian Games Indonesai Mendapatkan Asuransi Kesehatan Kelas Satu

Rudy Hartono (Atlet Bulu Tangkis)

Rudy Hartono (Atlet Bulu Tangkis)

Rudy Hartono sebagai legenda bulu tangkis Indonesia, bahkan dunia. Kiprahnya di dunia tepok bulu ini sangatlah luar biasa. Bahkan bisa dibilang tak ada yang menyamai prestasinya hingga saat ini. Di tangan Rudy Hartono, Indonesia mampu menyabet Piala Thomas empat kali berturut. Ia juga memenangkan All England—kejuaraan bulu tangkis paling prestisius Eropa—sebanyak 8 kali. Tujuh diantaranya dilakukannya secara berurutan sepanjang tahun. Berkat Rudy, Indonesia jadi dikenal sebagai raksasa bulu tangkis dunia meski sekarang prestasinya agak sedikit melorot terutama sektor putri.

Simson Rumah Pasal (Atlet Sepak Bola)

Simson Rumah Pasal (Atlet Sepak Bola)

Simson Rumah Pasal adalah salah satu atlet sepak bola legenda dari Indonesia. Ia adalah bek kanan unggulan yang membawa Indonesia ke kancah pertandingan dunia seperti Merdeka Games, Pra Olimpiade, King’s Cup, SEA Games, dan Pra Piala Dunia. Simson aktif di sepak bola Indonesia pada kurun waktu tahun 70-80-an. Setelah ia gantung sepatu dan memilih menjadi seorang pelatih.

Nama Simson mungkin tidak begitu terkenal saat ini. Namun apa yang ia lakukan sangatlah besar bagi negeri ini. Dari tahun 1986-2012 ia melatih sepak bola di 13 tempat yang berbeda. Apa yang dilakukan Simson adalah wujud dedikasinya dalam memajukan sepak bola yang ada di Indonesia. Meski saat ini, Indonesia masih terpuruk di olahraga yang disukai jutaan orang ini.

Elyas Pical (Atlet Tinju)

Elyas Pical (Atlet Tinju)

Dalam cabang olahraga tinju, Elyas Pical belum ada tandigannya di Indonesia. Ia adalah salah satu yang terhebat dari dunia meski pun Indonesia juga sudah memiliki Christ John. Di masa lalu, Elyas banyak sekali memenangkan pertandingan di kancah internasional. Bahkan ia sempat dijuluki sebagai The Exorcet karena memiliki pukulan yang sangat sangat hebat terutama pada hook dan uppercut ke kiri.

Prestasi paling membanggakan dari Elyas Pical adalah menjadi juara dunia IBF kelas Bantam Junior di tahun 1985. Ia satu-satunya orang dari Indonesia yang mampu menyabet penghargaan paling membanggakan di dunia ini. Dari 20 pertandingan, 11 kemenangannya didapat dengan membuat lawan KO dan tidak dapat melawan lagi.

Richard Sambera (Atlet Perenang)

Richard Sambera (Atlet Perenang)

Prestasi Indonesia di bidang olahraga renang bisa dibilang sangat minim. Bahkan untuk kancah regional seperti Asia Tenggara sekali pun masih keok jika dibandingkan dengan negara lain. Pencapaian terbaik dari Indonesia terjadi saat Richard Sambera masih aktif dan menjadi motor penyumbang medali terbanyak bagi negeri yang sudah haus akan prestasi.

Richard Sambera mungkin belum sehebat perenang lain yang menembus Olimpiade atau kejuaraan dunia. Namun ia sudah cukup hebat dengan menggondol banyak sekali medali di SEA Games 1991, 1995, 1997 dan paling terakhir di 2005. Prestasi yang dimiliki oleh Richard Sambera hingga saat ini. Renang bukanlah olahraga yang menjadi perhatian pemerintah atau bahkan masyarakat di Indonesia berbeda dengan sepak bola atau bulu tangkis.

Suryo Agung Wibowo (Atlet Pelari)

Suryo Agung Wibowo (Atlet Pelari)

Suryo Agung Wibowo dikenal sebagai manusia paling cepat di Asia Tenggara. Ia adalah pelari spesialis 100 meter kebanggaan Indonesia yang sangat melegenda. Catatan terbaik dari Suryo adalah 10,17 detik untuk jarak tempuh 100 meter. Hal ini membuat Suryo menjadi pemecah rekor di pertandingan lari SEA Games.

Fokus Dalam Pertandingan, Evan Dimas Belum Ambil Keputusan Kedepan Berasama Selangor FA

Fokus Dalam Pertandingan, Evan Dimas Belum Ambil Keputusan Kedepan Berasama Selangor FA – Dengan permainan epiknya, Mantan kapten Timnas U19 ini menjadi salah satu bintang lapangan hijau terkenal yang bermain di salah satu liga di Malaysia. Namun kini pemain mudah yang berasal dari Indonesia, Evan Dimas masih belum mengambil keputusannya masa depannya bersama tim liga Malaysia, Selangor FA.

Baca juga: 

Meski Kalah, Luis Milla Tetap Puji Para Debutan Timnas Indonesia

Victor Igbonefo Senang Di Panggil Kembali Untuk Membela Timnas Indonesia

Evan Dimas yang sebelumnya bermain bersama Bhayangkara FC, namun ia memutuskan untuk pindah tim sepak bola menuju Liga Super Malaysia. Selangor FA menjadi tim yang di pilihanya, Evan sendiri bergabung dengan Selangor FA sejak awal musin 2018 lalu. Mantan pemain Liga Indonesia itu menandatangani kontraknya bersama Selangor FA hanya selama satu tahun.

Sebelumnya terdengar kabar bahwa Selangor FA akan melakukan pengevaluasian para pemain asing yang ada di dalam tim. Salah satunya merupakan pemain muda Indonesia, Evan Dimas yang merupakan pemain asing di Malaysia. Saat ini Liga Super Malaysia telah memasuki pertengahan musim. Namun tim yang di belah oleh Evan Dimas itu masi berada di posisi pertengahan klasemen.

Selain itu, pelatih anyar Selangor FA, Nazliami Nasir, kini juga mengaku akan melakukan perombakan tim dalam waktu dekat ini. Menanggapi dari penagkuan sang pelatihnya itu. Evan masi mengaku santai dan ia hanya ingin fokus dalam pertandingan dan memberikan permainan terbaik bagi tim yang di belahnya sekarang ini, Selangor FA.

Fokus Dalam Pertandingan

“Belum pasti, saya mau fokus di setiap pertandingan pada musim ini terlebih dahulu,” kata Evan Dimas.

“Jika kami berpikir terlalu jauh, nanti kami tidak fokus saat berhadapan dengan pertandingan-pertandingan di depan,” ucap mantan pemain Bhayangkara FC itu.

Selama bersama Selangor FA, Evan telah mengikuti 11 pertandingan, dan dari pertandingan yang di ikutinya, Evan berhasil mencetak 2 gol.

“Saya bertekad untuk terus berusaha memperbaiki prestasi diri dan memberikan permainan terbaik kepada Selangor FA.” ujar Evan Dimas.

Kompetisi Liga Super Malaysia memang masih menyisahkan banyak pertandingan. Saat ini, Selangor FA bertengger di peringkat kedelapan dengan baru mengemas 18 poin dari 14 pertandingan.

Tim berjulukan Gergasi Merah itu tertinggal 17 poin dari pemuncak klasemen sementara, yakni Johor Darul Takzim. Terdekat, Selangor FA akan menjamu Perak dalam laga lanjutan Malaysia Super League di Stadion Shah Alam, Selangor, Selasa (19/6/2018).

Harapan Maria Natalia Di Asian Games 2018

Harapan Maria Natalia Di Asian Games 2018 – Asian games tahun ini akan segera di negara Indonesia tepatnya di kota Jakarta dan Palembang yang akan di mulai pada tanggal 18 Agustus hingga 2 September 2018. Akan ada lebih dari 30 cabang olahraga yang akan di pertandingakan.

Baca juga:

  5 Kiper Legendaris Timnas Indonesia

 Daftar Pemain Timnas U23 Indonesia Yang Akan Melawan Thailand

Salah satunya cabang olahraga lompat jauh, dimana terdapat satu atlet yang selalu berharap dan berdoa pada Asian Games kali ini tidak akan ada hal buruk atau kejadian yang tidak di ingikan olehnya terjadi. Atlet lompat jauh dari Indonesia yang bernama Maria Natalia pernah mengalami hal yang sangat menyakitkan akibat dari cederanya kedua kaki Maria dalam tiga tahun terakhir.

Maria kembali terpilih menjadi atlet andalan Indoenesia cabang olahraga lompat jauh di Asian Games 2018. Karna pada saat Asian Games 2014 di Incheon, ia berhasil merebut medali emas. Dengan keberhasilannya itu, maka pada Asian Games 2018 ia kembali terpilih untuk mewakili Indonesia pada ajang olahraga multicabang se-Asia itu.

Namun perjalanan Maria kembali terpilih menjadi perwakilan Indonesai harus di lewatinya dengan adanya sedikit masalah yang cukup serius. Usai memecahkan rekor SEA Games pada tahun 2015 yang lalu, kaki kanan Maria mengalami cedera.

Meskipun kaki kanannya mengalami cedera, Maria tetap melanjutkan perjuangannya dengan mulai melatih kaki kirinya sebagai tumpuhan. Namun nasip ia malah mendapatkan hal yang lebih buruk lagi, dimana kaki kirinya menjadi cedera.

Namun menjelang Asian Games 2018 ini, atlet yang akan mewakili Indonesia dari cabang olahraga lompat jauh, Maria selalu berdoa dan berharap agar ia tidak akan mengalami cedera pada pertandingan ini.