Daftar Timnas Indonesia U-23 Ternyata Masih Bisa Berubah

Daftar Timnas Indonesia U-23 Ternyata Masih Bisa Berubah – Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menyatakan kalau daftar 20 nama pemain Timnas Indonesia U-23 untuk bertanding di Asian Games 2018 masih dapat berubah. Tisha menyebutkan kalau kepastian 20 pemain Timnas Indonesia U-23 secara resmi baru akan diumumkan oleh PSSI, hari Sabtu (11/8).

Baca juga : Mitra Kukar Sukses Tumbangkan Persib

“Dokumen itu masih dalam proses. Pasti INASGOC akan rilis lagi. PSSI berencana rilis H-1, besok pagi,” kata Tisha melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/8).

Tisha memastikan, daftar yang diberikan INASGOC masih bisa berubah sampai diumumkan secara resmi oleh PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia. Dalam daftar tersebut, tiga nama dipastikan sudah dicoret, yakni Osvaldo Ardilles Haay, Muhammad Ridho dan Riko Simanjuntak.

“Masih ada kemungkinan pergantian. Jadi PSSI masih tunggu,” ucap Tisha.

Dalam data yang berisikan 20 nama itu, Luis Milla mempercayakan posisi kiper kepada Andritany Ardhiyasa dan Awan Seto Raharjo. Di lini belakang, ada Gavin Kwan Adsit, I Putu Gede Antara, M Rezaldi Hehanusa, Andy Sety Nugroho, Bagas Adi Nugroho, Hansamu Yama Pranata dan Ricky Fahrin Saputra.

Di lini tengah pelatih asal Spanyol itu memanggil Evan Dimas, Muhammad Hargianto, Saddil Ramdani, Hanif Sjahbandi serta Zulfiandi. Sedangkan di lini serang ada Beto Goncalves, Febri Hariyadi, Lilipaly, Septian David Maulana, Irfan Jaya dan Ilham Udin Armaiyn.

Timnas Indonesia U-23 masuk ke dalam Grup A pada Asian Games 2018. Evan Dimas dkk bergabung bersama Laos, Hong Kong, Taiwan dan Palestina. Pada laga pertama, Timnas Indonesia U-23 bakal berhadapan dengan Taiwan di Stadion Candrabhaga, Bekasi, Minggu (12/8).

Ridho Pasrah Tak Masuk Daftar

Sementara itu, kiper Timnas Indonesia U-23 Muhammad Ridho mengatakan belum ada pemberitahuan dari pelatih Luis Milla terkait pencoretan namanya dari daftar pemain timnas di Asian Games 2018.

Ridho mengaku sudah tahu bocornya daftar 20 nama pemain Timnas Indonesia U-23 melalui media sosial. Meski begitu, ia masih akan menunggu keputusan resmi dari pelatih.

“Sampai saat ini belum ada kabar. Pelatih juga belum kasih tahu. Sampai sekarang pelatih masih bilang saya ikut ke Bekasi. Saya ikut kata pelatih saja,” kata Ridho melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/8).

Ridho juga mengaku tak masalah jika ternyata daftar yang dikeluarkan Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) ternyata benar adanya. Meski hal itu diakui membuatnya sedih.

“Kalau benar ya tidak apa-apa. Belum rezeki saya berarti, karena rejeki itu kan ketetapan Allah. Sedih sih pasti, tapi mau bagaimana lagi?” ungkapnya.

Final Piala AFF U-16, Timnas Indonesia Akan Hadapi Thailand

Final Piala AFF U-16, Timnas Indonesia Akan Hadapi Thailand – Timnas Indonesia U-16 sukses menang 1-0 atas Malaysia U-16 di semifinal Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, hari Kamis (9/8) Di babak kedua, Timnas Indonesia mengubah cara menyerangnya. Kali ini menyisir dari sisi kiri lewat kecepatan Supriadi.

Baca juga : Justin / Christo Sukses Lolos ke Semi Final

Kesulitan menembus kotak penalti Malaysia membuat Sutan Zico melepaskan tembakan dari luar kotak penalti menit ke-45. Tapi tendangan kaki kanan Zico bisa ditangkap kiper Malaysia, Alim Al Amri.

Di awal-awal babak kedua Timnas Indonesia U-16 lebih rajin melepaskan tembakan ke arah gawang Malaysia. Salah satu upaya guna menghilangkan konsentrasi lini pertahanan lawan.

Bagus Kahfi mendapat peluang pertamanya di babak kedua pada menit ke-51. Hanya saja, tendangan bebas pemain bernomor punggung 20 itu bisa ditangkap kiper Malaysia U-16.

Timnas Indonesia U-16 tetap menerapkan permainan cepat di babak kedua. Begitu sukses mematahkan tekanan Malaysia, David Maulana dan kawan-kawan langsung melakukan serangan balik cepat. Tetapi lini pertahanan Malaysia masih cukup solid dan memilih dengan cepat membuang bola.

Selain menyerang hingga ke kotak penalti lawan, upaya lain dari Timnas Indonesia mencetak gol adalah melepaskan umpan lambung. Hanya saja umpan Supriadi ke dalam kotak penalti Malaysia pada menit ke-58 tidak bisa disambut Sutan Zico. Bola dengan mudah ditangkap Alim.

Upaya Timnas Indonesia U-16 mencetak gol akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-72 melalui tendangan penalti Bagus Kahfi. Gol bermula ketika Supriadi dialnggar kiper Alim. Bagus yang menjadi eksekutor melepaskan tembakan ke sudut kiri gawang yang tidak bisa dijangkau kiper meski arahnya terbaca.

Setelah tertinggal 0-1 pertahanan Malaysia jadi lebih terbuka dan membuat Timnas Indonesia sedikit leluasa dalam menyerang. Salah satunya melalui upaya Bagus yang bermain sebagai penyerang sayap kanan di babak kedua.

Di masa injury time babak kedua Bagus bisa melepaskan umpan mendatar ke kotak penalti Malaysia. Namun Sutan Zico yang berada di kotak penalti tidak bisa menjangkaunya. Tanpa ada tambahan gol lagi, skor tetap 1-0 untuk kemenangan Timnas Indonesia.

Di pertandingan final Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand yang juga menang 1-0 atas Myanmar di semifinal lainnya.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia U-16: Ernando Ari ; Bagas Kaffa, Komang Teguh, Fadilah Nur, Yudha Febrian; Andre Oktaviansyah, Brylian Aldama, David Maulana; Fajar Fathur, Bagus Kahfi, Supriadi.

Malaysia U-16: Alim Al Amri; Alias Alan, Ali Imran, Dinesh Baskaran, Izzul Adham; Ikhwan Hafizo, Alif Daniel, Marwan Abd Rahman, Syafique Syazwan, Azrul Malikal; Harith Naem.

Timnas Indonesia Siap Hadapi Timnas Malaysia Di Semifinal Piala AFF U19

Timnas  U19 Indonesia – Timnas Mudah Indonesia kali ini akan menghadapi musuh bubuyutannya di Piala AFF U19 pada babak semifinal yang akan berlangsung pada hari Kamis, (12/7/2018) pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora Delta. Meskipun di pertandingan sebelumnya Timnas Mudah berhasil tahluk dengan skor tipis 1-2 saat berhadapan dengan Thailand. Namun kali ini para pemain mudah Timnas Indonesia akan berusaha semaksimal mungkimn untuk merebut kemenangan yang akan membawa mereka menuju ke babak tertinggi, yaitu final Piala AFF U-19.

Baca juga: Daftar Harga Tiket Asian Games 2018

Timnas U-19 Indonesia yang berpredikat tuan rumah datang dengan status runner-up Grup A. Tampil di grup neraka, Garuda Nusantara membawa rapor empat kemenangan dan sekali kalah. Satu-satunya kekalahan Indonesia didapat dari juara bertahan Thailand, Senin (9/7/2018).

Di lain pihak, Malaysia datang dengan capaian sebagai juara Grup B. Skuat asuhan Bojan Hodak memiliki rapor tak terkalahkan di fase grup. Mereka tiga kali memenangkan pertandingan dan hanya menelan satu hasil imbang.

“Kami ingin meraih kemenangan apalagi bermain di kandang sendiri. Doa dan dukungan masyarakat Indonesia kami butuhkan agar kami lolos ke final,” tutur pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri seperti dikutip laman resmi PSSI.

Duel ini menjadi pertemuan perdana kedua tim setelah pada Kualifikasi Piala Asia U-18 tahun lalu. Saat itu, Indonesia yang diisi komposisi pemain tak jauh berbeda dari sekarang takluk 1-4 dari sang tetangga.

“Kami akan bermain tanpa beban, beban itu justru di Indonesia. Kami hanya akan bermain dengan gaya kami,” ujar pelatih Malaysia, Bojan Hodak.

Dalam kompetisi Piala AFF U-19 sendiri, kedua negara juga sempat bertemu, namun laga ini sudah terjadi sejak tahun 2013 lalu. Kala itu Garuda Nusantara yang masih diperkuat pemain-pemain lama macam Evan Dimas bermain imbang 1-1 kontra Malaysia di fase grup.

Tetapi saat ini skuat mudah Timnas U-19 telah kedatangan salah satu pemain tajamnya yaitu, Egy Maulana Vikri. Pemain gelandang tim asal Polandia, Lechia Gdansk akhirnya tiba di Indonesia pada hari Selasa malam sekitar pukul 21.00 WIB.Beruntung Egy sempat berlatih dan bergabung bersama dengan rekan tim lainnya untuk menghadapi skuat U19 Malaysia di babak semifinal nantinya.

Irfam Bachdim Berikan Motivasi Kepada Rekan Satu Timnya

Irfam Bachdim – Pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Irfam Bachdim saat ini baru saja pulang dari Belanda untuk menjalani terapi. Penyerang tim liga Indonesia, Bali United ini telah kembali bergabung bersama dengan timnya di Stadion Gelora Trisakti Legian pada haris Senin 9 Juli 2018 pagi lalui. Ia di belanda menjalani beberapa terapi untuk memulihkan cedernya di pergelangan kaki.

Baca juga: Asian Games 2018, Paralayang Indonesia Menargertkan Rebut 2 Medali Emas

Menurut dokter Bali United, I Wayan Ade Purnabaya, Bachdim telah menjalani terapi cedera hampir dua bulan sejak cedera yang dialami kontra Arema FC pada pekan kesembilan Liga 1 Indonesia di Stadion Dipta Gianyar, 18 Mei 2018.

Namun saat ini kondisi pemain andalan Bali United itu telah mengalami kemajuan 70 persen menuju kesembuhan dari cedera yang di alaminya itu. Meskipun demikian, ia tetap masih tak dapat di libatkan dalam pertandingan Bali United kontra PSM Masar nantinya di Stadion Dipta Gianyar pada hari Rabu (11/7/2018) mendatang.

Tak bisa bermain, Bachdim tetap hadir mengikuti latihan untuk memberikan motivasi kepada rekan setim. Dia meminta rekannya berjuang merebut kemenangan agar kembali ke papan atas. Saat ini Bali United menempati posisi ke-13 klasemen sementara. Kekalahan dari Persebaya Surabaya membuat runner-up Liga 1 2017 ini mendekati jurang degradasi.

“Semoga besok menang lagi supaya bisa kembali ke papan atas. Jarak poin masih dekat,” ujar Bachdim. Dia menyandari, PSM yang kini ada di peringkat kedua merupakan lawan yang sulit. Namun, Bali United sudah tahu karakteristik Julu Eja, julukan PSM.

“PSM Makassar bermain bagus, mereka di atas lagi, seperti tahun kemarin. Ya, seperti tahun lalu. Tapi kami sudah tahu karakter PSM Makassar,” ujar Bachdim.

Sementara itu pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro, menjelaskan bahwa para pemain sudah tahu karakter permainan PSM Makassar. “Nah, sekarang bagaimana kami memaksimalkan peluang yang ada saat laga besok,” kata Widodo.

5 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Panggilan Luis Milla

5 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Panggilan Luis Milla – Pelatih Timnas Indonesia saat ini, Luis Milla Aspas kini telah lebih dari 1 tahun memberikan pelatihan khusus bagi skuat pemain sepak bola Indonesia, baik U23 maupun Senior. Di setiap laga yang telah di lewati Milla dan anak asuhnya, tak pernah lupa pula bagi Milla memanggil beberapa pemain naturalisasi yang memperkuat Timnas Indonesia.

Baca juga: Tiga Ganda Campuran Indonesia Berhasil Lolos Menuju Malaysia Open 2018

Namun di antara ke 15 pemain naturalisasi yang di miliki oleh sepak bola Indonesia. Hanya 5 pemain yang pernah mencicipi didikan dari Milla dan bertanding dengan strategi dari pelatih asal Spanyol ini. Berikut 5 Pemain naturalisasi timnas Indonesia yang pernah di panggil Milla.

1. Stefano Lilipaly

Stefano Lilipaly

Lilipaly sejatinya bukan pemain langganan yang dipanggil Luis Milla. Pemanggilan pertamanya pada laga uji coba timnas Indonesia Juni silam melawan Kamboja dan Puerto Rico. Namun setelah itu praktis tidak ada nama Lilipaly di skuat Milla. Ada kabar yang menyebutkan jika Milla tidak terkesan dengan attitude Lilipaly saat membela timnas maupun saat di Bali yang terlalu tempramental. Namun penampilan mantapnya bersama Bali United akhir-akhir ini membuat diri Lilipaly berpotensi dipanggil kembali pada laga uji coba melawan Thailand U-23.

2. Victor Igbonefo

Victor Igbonefo

Bergabung dengan Persib Bandung tampaknya menjadi berkah tersendiri bagi bek naturalisasi Victor Igbonefo. Setelah beberapa tahun absen, dia akhirnya kembali mendapatkan panggilan untuk memperkuat timnas Indonesia. Bek berdarah Nigeria itu dipanggil Luis Milla Aspas untuk laga uji coba melawan Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 14 Januari silam. Sayangnya ia tidak bermain lagi di laga itu. Tapi penampilan gemilangnya bersama Persib bisa membuat Milla terkesan untuk kembali memanggilnya.

3. Ilija Spasojevic

Ilija Spasojevic

Sejak dinaturalisasi pada awal November silam, Spasojevic selalu jadi andalan Luis Milla di lini depan. Ia sendiri sudah mencetak tiga gol bersama skuat Garuda. Sayangnya akhir-akhir ini ketajamannya di timnas berkurang. Terbaru saat mentas di Anniversary Cup 2018 di mana ia tidak sekalipun mencetak gol. Penampilannya di level klub juga cukup kesulitan, dan Luis Milla akan mencoba penyerang baru pada uji coba melawan Thailand.

4. Beto Goncalves

Beto Goncalves

Striker naturalisasi asal Brasil, Beto Goncalves, resmi dipanggil ke skuat timnas Indonesia untuk laga uji coba menghadapi Thailand pada 31 Mei dan 3 Juni mendatang. Melalui Twitter resmi klub, manajemen Sriwijaya FC mengumumkan tiga pemainnya akan berjuang membela Timnas Indonesia pada laga persahabatan melawan Thailand. Satu di antaranya adalah Beto Goncalves.

Nama Beto memang sudah sempat disebut akan menghiasi persiapan Timnas Indonesia jelang Asian Games 2018 dan Piala AFF 2018. Keputusan ini diambil seiring dengan performa lini depan Garuda yang tidak memuaskan di turnamen PSSI Anniversary Cup 2018.

5. Ezra Walian

 Ezra Walian

Ezra Walian yang memulai kariernya di tim junior HFC Haarleem pada 2005, bermain untuk timnas U-23 pada Maret 2017 saat uji coba melawan Myanmar. Setelah itu namanya juga masuk di ajang SEA Games 2017 di Malaysia. Namun penampilan tidak begitu gemilang di klub hingga membuatnya Milla tak tertarik dengannya. Saat ini Ezra Walian bermain untuk Almere City FC.

Terakhir kali dia dipanggil memperkuat timnas U-23 Indonesia saat berlaga melawan timnas U-23 Singapura pada Maret 2018. Sayangnya di laga itu penampilannya kurang oke. Alhasil ia sudah tak dipanggil Luis Milla pada PSSI Anniversary Cup 2018.

  • 1
  • 2