Atlet Andalan Indonesia Di Asian Games 2018

Atlet Andalan Indonesia Di Asian Games 2018 – Menjelang pertandingan Asian Games 2018 yang akan di selenggarakan di Indonesia tepatnya di kota Jakarta dan Palembang. Para atlet yang mewakili Indonesia tengah menjalani berbagai macam porsi latihan demi membawa nama baik negara Indonesai dalam pertandingan olah raga. Asian Games 2018 ini akan mengkompetisikan berbagai macam cabang olah raga yang akan mempertemukan banyak atlet yang ada di Asia.

Baca juga: 

Terdapat beberapa jenis cabang olah raga yang selalu menjadi langganan para atlet Indoneisia yang merebut berbagai macam yang di ikuti atlet tersebut. Menjelang Asian Games yang akan di selenggarakan di Indonesia ini, pastinya Indonesia telah memiliki beberapa atlet andalan yang akan di pastikan merebut medali emas. Nah bagi anda yang menunggu kabar dari pertandingan Asian Games saat ini, siapa atlet Indonesia yang akan merebut medali emas tersebut. Berikut beberapa atlet Indonesia yang di andalkan dalam merebut medali emas pada Asian Games 2018.

Liliana Natsir dan Tontowi Ahmad (Bulutangkis)

Liliana Natsir dan Tontowi Ahmad (Bulutangkis)

Bagi anda penggemar olahraga bulutangkis mungkin sudah menduga-menduga. Jika pasangan yang satu ini akan kembali berlaga untuk membela merah putih untuk kedua kalinya di Asian Games. Ya, pada Asian Games 2014, Owi/Butet yang menjadi sapaan akrab mereka berhasil membawa medali perak setelah dikalahkan oleh pasangan campuran dari China. Mungkin pada Asian Games kali ini atlet bulutangkis ganda campuran Indonesia akan merebut medali emasnya.

Eko Yuli Irawan (Angkat Besi)

Eko Yuli Irawan (Angkat Besi)

Eko Yuli Irawan yang juga merupakan atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018 yang pernah meraih emas. Dan mendapatkan penghargaan sebagai the best lifter pada turnamen angkat besi dunia yunior di Praha, Republik Ceko tahun 2007. Selain itu pada Olimpiade London 2012, Eko untuk kedua kalinya berturut-turut menjadi penyumbang medali pertama Indonesia. Dengan meraih medali perunggu di kelas 62 kg.

Iqbal Candra Pratama (Pencak Silat)

Iqbal Candra Pratama (Pencak Silat)

Iqbal Chandra Pratama merupakan atlet pencak silat asal Kalimantan dan menjadi atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018. Ia adalah alumni Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI). Yang telah mengikuti seleksi nasional persiapan SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Lindswell Kwok dan Felda Elvira Santoso (Wushu)

Lindswell Kwok dan Felda Elvira Santoso (Wushu)

Dari cabang wushu terdapat dua atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018 yakni Lindswell Kwok yang merupakan atlet asal Medan. Yang pernah memperoleh dua medali emas di nomor Taolu Taijijian dan Taolu Taijiquan pada Kejuaraan Dunia Wushu 2015 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta. Sementara Felda Elvira Santoso merupakan peraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Wushu 2017 di Rusia, awal Oktober lalu. Sebelumnya Felda juga telah menambah perolehan emas di SEA Games 2017 dari cabang wushu nomor Dau Shu.

Tontowi/Liliyana Absen Kejuaraan Dunia Demi Asian Games 2018

Tontowi/Liliyana Absen Kejuaraan Dunia Demi Asian Games 2018 – Pemain bulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi/Liliyana, akan di fokuskan dalam ajanh asian games 2018. Pemain bulutangkis urutan nomor satu dunia tersebut tidak akan turun untuk mengikuti laga pada kejuaraan dunia Bulutangkis 2018.

Baca juga: Cabor Seni Ditargetkan Kemenpora Untuk Raih Medali Asian Games 2018

Pasangan dalam bulutangkis yang sering di sebut dengan Owi/Butet berhak untuk tampil di kejuaraan dunia, karena saat ini menempati peringkat pertama di dunia.

“Kami sudah berunding dengan para pelatih. Kami punya target, memang Tontowi/Liliyana kami persiapkan untuk Asian Games,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, seperti dilansir di situs resmi PBSI, Selasa (15/5/2018).

“Jarak dari Kejuaraan Dunia ke Asian Games itu mepet. Kalau melihat usia, mereka kan tidak mungkin diforsir,” imbuh Susy.

Ganda campuran kedua untuk Asian Games masih jadi misteri. Susy belum bisa memastikan siapa yang akan turun mendampingi Tontowi Liliyana.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memang ditargetkan untuk meraih emas pada multievent yang akan digelar di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 tersebut.

“Ganda campuran kedua untuk Asian Games 2018 belum ditentukan, kami masih mencari format terbaik. Ada beberapa pilihan, apakah Praveen Jordan/Debby Susanto, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto, atau Ronald Alexander/Debby Susanto. Kami akan memantau hasil di Malaysia Terbuka,” kata Susy.

Atlet Bulutangkis Terbaik Sepanjang Sejarah Indonesia

Atlet Bulutangkis Terbaik Sepanjang Sejarah Indonesia – Cabang olaharaga bulutangkis indonesia sangat terkenal di seluruh dunia, karna sudah banyak piala dan piagam bergengsi pertandingan bulutangkis di dunia yang di rebut oleh para pembulu tangkis indonesia. Indonesia pernah memiliki repurtasi yang sangat membanggakan di dalam bidang cabang olahraga ini. Indonesia telag berkali-kali mendapatkan sejarah lewat cabang olahraga ini sampai-sampai Indonesia sampat menjadi yang paling di segani dalam event internasional.

Baca juga: 
Timnas Basket Putri 3×3 Optimis Juara Di Asian Games 2018

Hal tersebut tidak terlepas dari peran kerja keras dan kegigihan para atlet bulutangkis indonesia. Berikut beberapa Atlet Bulutangkis Terbaik Sepanjang Sejarah Indonesia.

Liem Swie King

Liem Swie King

Liem Swie King merupakan salah satu dari generasi kedua di pebulutangkis Indonesia, khususnya di cabang tunggal putra. Dia dianggap sebagai legenda yang meneruskan kejayaan Rudy Hartono. Meski prestasinya tidak sepanjang Rudy Hartono, namun Liem berhasil memenangkan piala All England sebanyak 3 kali dan empat kali menjadi runner up. Putra tunggal dari delapan bersaudara ini memang sudah menggemari badminton sejak masa kanak-kanaknya. Dia memiliki gaya smash yang sangat khas yang dijuluki sebagai The King Smash alias smash raja. Pada tahun 2002 dia masuk ke dalam daftar Badminton Hall of Fame. Kisah hidup Liem Swie King pernah diangkat ke dalam layar lebar ke dalam sebuah film berjudul “KING”.

Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Pria asal Jawa barat ini merupakan salah satu pemain bulu tangkis paling populer yang pernah ada. Dia bersaing keras dengan pemain bulutangkis asal China, Lin Dan. Taufik pernah memenangkan medali emas di Olimpiade Athena pada tahun 2004. dan memenangkan Piala Dunia Bulu tangkis pada tahun 2005. Sepanjang kariernya, Taufik Hidayat menang sebanyak 27 kali dan menjadi runner up sebanyak 19 kali dari berbagai macam pertandingan tingkat dunia. Kini Taufik Hidayat telah resmi berhenti menjadi atlet dan mendirikan sebuah training center di daerah Jakarta Timur. Taufik pernah menjadi salah satu atlet yang masuk ke majalah Times untuk kategori “100 Atlet Olimpiade yang Harus Ditonton”. Dan kini, dia tetap dikenang sebagai salah satu pemain bulu tangkis terbaik di Indonesia.

Haryanto Arbi

Haryanto Arbi

Haryanto merupakan pemain bulutangkis Indonesia yang dikenal dengan julukan “Smash 100 watt” karena kecepatannya yang sangat dahsyat. Pria yang lahir 21 Januari 1972 ini merupakan salah satu pemain terbaik di era 90-an. Dia adalah adik dari pemain bulu tangkis Eddy Hartono dan Hastomo, yang juga merupakan pemain bulu tangkis kelas dunia. Haryanto memenangkan banyak sekali piala diantaranya pada Chinese Taipei Open, Japan Open, Badminton World Cup, Hong Kong Open, Korea Open, Singapore Open, SEA Games dan Asian Games. Dia juga menjadi tim dari pemain Thomas Cup dari Indonesia yang menang berturut-turut di tahun 1994, 1996 dan 1998. Dia juga meraih gelar IBF Historical Ranking untuk tunggal putra pada tahun 1995.

Rudy Hartono Setiawan

Rudy Hartono Setiawan

Pria kelahiran 18 Agustus 1949 ini merupakan salah satu pebulutangkis yang paling disegani di dunia. Dia berhasil menyabet gelar pemain tunggal putra terbaik sebanyak delapan kali di All-England Championship. Tujuh diantara kemenangannya tersebut dia peroleh berturut-turut sejak 1968 hinga 1974. Di situs wikipedia, dia bahkan ditulis sebagai salah satu “pemain bulutangkis terbaik dunia sepanjang masa”. Hingga saat ini, tidak ada yang bisa mengalahkan rekor pria yang lebih dikenal sebagai Rudy Hartono ini. Dia juga pernah menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama. Rudy juga pernah membintangi sebuah film berjudul “Matinya Seorang Bidadari” pada tahun 1971.

Alan Budikusuma

Alan Budikusuma

Pria yang lahir pada 29 Maret 1968 ini merupakan pemain badminton yang memiliki masa keemasan diantara akhir tahun 80-an hingga pertengahan 90-an. Pada tahun 1992 dia memenangkan piala Olimpiade Barcelona, yang merupakan rekor pertama bagi Indonesia. Meski merupakan salah satu pemain terbaik di negeri ini, namun Alan belum pernah merasakan jadi juara dari All England maupun Thomas Cup. Namun peraihan medali emasnya pada Olimpiade Barcelona merupakan salah satu momen paling bersejarah yang dirayakan sorak-sorai oleh bangsa Indonesia. Piala tersebut pulalah yang membuat Alan mendapatkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama, seperti yang dianugerahkan kepada Rudy Hartono.

Ardy B Wiranata

Ardy B Wiranata

Ardy B Wiranata – Bagi pencinta bulu tangkis dia merupakan salah satu pebulutangkis lengenda tanah air, apabila kita mengingat lagi bagaimana perjuangan pahlawan Indonesia dilapangan. dia merupakan sosok pemain yang pantang menyerah sampai angka terakhir, lawan yang berhadapan dengan seorang Ardy B Wiranata tentu harus mempunyai stamina yang kuat. ciri khas permainan seorang Ardy adalah reli-reli panjang yang sangat menguras tenaga seorang pebulutangkis.

Ardy B Wiranata lahir di Jakarta 10 Februari 1970, merupakan anak bungsu dari pasangan Leo wiranata dan Paula Maria Suryani. Ardy merupakan jebolan dari PB Djarum yang telah banyak melahirkan legenda bulutangkis Indonesia. Nama ardy mulai diperhitungkan dalam olah raga bulutangkis pada tahun 1987 dimana dia bersinar di Invitasi Dunia junior dengan memenangkan gelar tunggal putra dan ganda campuran yang pada saat itu berpasangan dengan Susi Susanti, sejak saat itu ardy mulai menjadi tumpuan Indonesia dalam olah raga bulutangkis, tahun 1989 ia sudah menjadi runner up di kejuaraan dunia. dan pada tahun 1991 gelar juara dunia berada di dalam gegaman seorang Ardy B wiranata.

Ardy B Wiranata

Persembahan terbaik yang pernah tercatat dengan momen yang paling mengharukan buat seluruh bangsa Indonesia ketika Ardy dan Alan bertemu di final Olimpiade Barcelona, dimana terjadi All Indonesia final dan merupakan sejarah buat Indonesia dalam pesta Olah raga bangsa-bangsa di dunia, pertama kali dalam sejarah Indonesia meraih Medali emas dan perak.

Ardy B Wiranata

Dalam sejarahnya menjadi seorang pebulutangkis sudah banyak gelar yang ardy hasilkan bagi dirinya sendiri maupun untuk Indonesia.
berikut daftar prestasi yang pernah diraih selama masih aktif menjadi seorang atlit.
Medali Perak Olimpiade Barcelona 1992
Medali Perak Kejuaraan Dunia 1989
Medali Perunggu Kejuaraan Dunia 1991, 1993
Juara All England 1991
Juara SEA Games 1991
Juara Piala Dunia 1991
Juara Final GP 1994
Juara Indonesia Terbuka 6 kali (1990, 1991, 1992, 1994, 1995, dan 1997)
Juara Jepang Terbuka 3 kali (1991, 1992, dan 1994)
Juara China Terbuka 1989
Juara Malaysia Terbuka 1993
Juara Korea Terbuka 1994
Juara Singapura Terbuka 1994
Juara Taiwan Terbuka 1992
Juara Swedia Terbuka 1991 dan 1997
Juara U.S. Open Badminton 2000
Juara Piala Thomas 1994 dan 1996 (Tim Piala Thomas Indonesia)

Baca Juga : Hanya Tersisa 3 Wakil Indonesia di All England 2018

Tunggal Putra Indonesia Saling Jegal di Putaran Pertama All England 2018

Tunggal Putra Indonesia Saling Jegal di Putaran Pertama All England 2018

Tunggal Putra Indonesia Saling Jegal di Putaran Pertama All England 2018 – Kejuaraan dunia All England 2018 akan digelar pada hari ini 14 Maret hingga 18 Maret 2018. Namun pada putaran pertama kejuaraan bulutangkis tertua ini, sesama wakil Indonesia sudah harus saling jegal gun auntuk memperebutkan satu tiket untuk lolos ke fase berikutnya.

Dikejuaraan paling begengsi ini, Indonesia menurunkan seluruh skuad terbaik mereka untuk berlaga di turnament memperebutkan status gelar juara dunia bulutangkis dan hadiah sebesar 1 juta Dollar Amerika. Meskipun seluruh pemain terbaik diturunkan PBSI untuk kejuaraan ini, sesama wakil Indonesia di sektor tunggal putra sudah harus saling sikut. Dimana Anthony Ginting harus berhadapan dengan seniornya, Tommy Sugiarto diputaran pertama All England 2018.

Untuk tahun ini, hasil drawing All England 2018 ini tidak menguntungkan bagi Indonesia. Karena sejumlah wakil mereka sudah harus saling sikut diputaran pertama. Selain tunggal putra yang mempertemukan sesama wakil Indonesia, tetapi juga disektor ganda putra juga terjadi sesama wakil Indonesia bertemu diputaran pertama yaitu juara bertahan All England 2018 Kevin Sanjaya/Marcus Gideon akan berhadapan dengan Angga Pratama/Rian Agung Saputro.

Disisi lain, tunggal putra lainnya dari Indonesia, Jonatan Christie akan menghadapi wakil dari Hongkong, Wong Wing Ki Vincent. Untuk ganda putra Indonesia lainnya yang mendapatkan hasil drawing yang berbeda yaitu pasangan senior. Dan juga mantan juara dunia All England Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan yang akan berhadapan dengan wakil dari Belanda, Jacco Aends/Ruben Jille.

Untuk langkah Ahsan/Hendra tentu akan bisa melaju mulus kebabak selanjutnya. Karena pasangan ganda putra asal Belanda ini merupakan non unggulan dan berada di level bawah bagi Ahsan/Hendra. Namun lain halnya dengan dengan ganda putra Indonesia. Fajar Alfian/Muhammad Rian akan berhadapan dengan pasangan dari Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi diputaran pertama All England 2018.

Untuk sektor tunggal putri, Indonesia akan mengandalkan pemian muda yang masih berusia 19 tahun ini. Untuk menghadapi pebulu tangkis asal Malaysia, Sonia Cheah. Namun Indonesia bisa bernafas lega karena disektor Ganda Putri, Indonesia mendapatkan hasil undian ynag cukup menguntungkan. Karena dari ketiga pasangan yang diturunkan PBSI tidak satu pun sesama Indonesia yang saling bertemu.

Baca Juga : Pengalaman Tontowi/Lilyana Jadi Harapan PBSI di Asian Games 2018

  • 1
  • 2