Daftar Atlet Indonesia

Butuh Perubahan di Ganda Campuran

Susi: Butuh Perubahan di Ganda Campuran

Susi: Butuh Perubahan di Ganda Campuran – The Head of Development and Achievement of PBSI, Susi Susanti mengatakan, tim tidak bisa terus menerus hanya mengandalkan pasangan Tontowi Ahmad – Liliyana Natsir.

“Hasil di Dubai mungkin yang terbaik untuk mereka, mengingat usia kedua pemain sudah tidak muda. Berdasarkan track record, saya berharap pasangan ini bermain lebih baik lagi tahun depan,” kata Susi.

“Saat ini, kami mencari ganda campuran lainnya untuk maju, dan kita tidak bisa menunggu lagi karena kita terus mengandalkan Tontowi/Liliyani.”

Kepala Pengembangan dan Prestasi ini menyampaikan, perubahan dilakukan terhadap pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto. Susi juga mengungkapkan alasan dibalik pemisahan tersebut.

“Praveen/Debby dipisah. Salah satu alasannya adalah tiga kali masuk final tahun ini (Swiss Open, Australia Open dan Korea Open), tetapi hanya bisa memenangkan Korea Open. Penampilan mereka menjadi stagnan dan tidak memuaskan,” ujarnya.

“Kita juga tidak boleh terlalu bergantung pada Tontowi/Liliyani, kita perlu mencari padangan ganda campuran lainnya untuk berbagi tanggung jawab.”

Praveen akan dipasangkan dengan Melati Deava Oktaviani, dan Debby berpasangan dengan Ricky Karanda Suwardi. Susi berharap, Praveen dan Debby bisa lebih termotivasi dengan pasangan baru.

Untuk pasangan Ricky/Deddy dijadwalkan akan mengikuti kompetisi Malaysia Master Super Series, 16-21 Januari 2018 sebagai debut perdana setelah berganti pasangan. Demikian juga dengan pasangan Praveen/Melati,  Malaysia Master Super Series menjadi awal debut mereka.

Baca Juga : Kisah Atlet Asian Para Games

Kisah Atlet Asian Para Games

Kisah Atlet Asian Para Games

Kisah Atlet Asian Para Games – Asian Para Games adalah ajang olahraga dua tahunan yang diadakan setelah Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) untuk atlet-atlet yang mengalami cacat fisik (difabel). Asian Para Games ini diikuti oleh 11 negara yang terletak di Asia Tenggara yaitu  Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Asian Para Games ini dibawah pengawasan Asian Para Sports Federation (APSF).

Maria Goreti Samiyati merupakan atlet para games berprestasi Indonesia. Atlet balap kursi roda ini telah mengharumkan nama bangsa lewat medali emas yang diraihnya.

Dia hadir saat Indonesia Asian Para Games Organizing Committe (Inapgoc) melakukan sosialisasi Asian Para Games 2018 di Cilandak Town Square, Jakarta, Jumat (22/12/2017)

Atlet yang akrap disapa Ami ini akan bertarung pada Asian Para Games 2018 dalam nomor 100 meter, 200 meter dan 400 meter.

Dia patut menjadi contoh lantaran mampu berprestasi meski kakinya telah diamputasi. Perempuan berusia 29 tahun ini menceritakan kisah  dibalik satu kakinya yang telah hilang.

“Saya mengalami kecelakaan kereta, saat itu tahun 2003, saya sedang lari-larian di rel kereta api bersama teman-teman. Lalu saya  mendengar ada yang berteriak awas mbak ada kereta, tiba-tiba saja kereta tersebut lewat, Saya terkena angin dari kereta yang melintas sehingga terpental jauh dan terbanting,”  kenang Ami.

Kejadian tersebut membuat Ami harus kehilangan kakinya, Namun dia tidak berputus asa.

Pada tahun 2014, Ami bergabung dengan National Paralympic Committee (NPC), yang merupakan wadah untuk olahraga bagi penyandang  disabiliras.

Ami pun langsung menyebet tiga emas dalam kejuaraan pertamanya di Solo, Jawa Tengah, tahun 2015. Dia memenangkan nomor 100 meter, 200 meter dan 400 meter.

Pencapaian tersebut yang diharapkan Ami dapat terulang pada Asian Para Games 2018 di Jakarta mendatang.

Baca Juga : Pelatihan Berstandar Barcelona Buat Siswa SD

Pelatihan Berstandar Barcelona Buat Siswa SD

Pelatihan Berstandar Barcelona Buat Siswa SD – Sebagai bentuk komitmennya dalam mensosialisasikan gaya hidup aktif dan sehat melalui olahraga, Nestle MILO kembali menghadirkan MILO Football Clinic Day untuk keempat kalinya.

Sebanyak lebih dari 500 siswa Sekolah Dasar di Jakarta mengikuti pelatihan teknik dasar sepak bola. Seperti dribbling, passing, shooting, controlling, turning dan keeping bersama pelatih bersertifikat Asian Football Confederation (AFC) seperti Zaenal Abidin dan Kurniawan Dwi Yulianto serta pelatih FCBEscola, Aldric Miro Orteu dan Pere Bosquet Llop di Lapangan Sepakbola Pertamina Simprug.

Business Executive Officer Beverages Business Unit PT Nestle Indonesia Prawitya Soemadijo mengungkapkan. Bahwa MILO Football Clinic Day merupakan bagian dari kerja sama Nestle MILO dengan FC Barcelona selama empat tahun ke depan yang memberikan kesempatan lebih besar bagi anak-anak di Indonesia. Untuk mendapatkan pelatihan sepak bola kelas dunia, menginspirasi lebih banyak anak untuk berolahraga dan memberikan ruang dan wadah untuk bermain sepak bola.

“Setelah mengirimkan sepuluh siswa Sekolah Dasar untuk berlatih di FCBEscola Agustus kemarin. Kini kami kembali memberikan kesempatan bagi para peserta MILO Football Clinic Day usia 10-12 tahun. Untuk dapat merasakan pengalaman berlatih bersama pelatih FCBEscola. Semoga para peserta dapat semakin termotivasi untuk berlatih lebih giat lagi. Agar dapat mewujudkan cita-cita menjadi pesepak bola dengan tetap menerapkan nilai-nilai pantang menyerah, sportivitas, percaya diri dan kerja sama tim,” ujar Prawitya Soemadijo.

Kurniawan Dwi Yulianto yang menjadi salah satu pelatih pada MILO Football Clinic Day mengungkapkan. “MILO Football Clinic Day merupakan wadah yang tepat bagi pembinaan bibit pesepak bola. Materi pelatihan yang kami susun juga sudah disesuaikan dengan standar aturan Federasi Sepakbola Internasional sehingga dapat memaksimalkan potensi para peserta. Semoga kegiatan ini dapat semakin mendorong lahirnya regenerasi pesepak bola berkualitas di Indonesia.”

Selain coaching clinic, Nestle MILO akan tetap mengadakan Kelas Nutrisi sebagai wadah bagi para orang tua. Untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan lebih mengenai nutrisi yang tepat dan seimbang bagi anak agar tetap aktif dan berprestasi.

Baca Juga : Persib Targetkan Juara di Piala Presiden

Persib Targetkan Juara di Piala Presiden

Persib Targetkan Juara di Piala Presiden – Pelatih Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez langsung tancap gas membangun kekuatan Maung Bandung. Ia bahkan menargetkan juara di Piala Presiden 2018. Asisten pelatih Persib Fernando Soler, mengatakan Mario Gomez bakal segera menggelar pertemuan dengan tim pelatih yang mengawal perjalan klub di kompetisi 2017.

“Kami ingin mengenal situasi di dalam tim dengan bertemu jajaran pelatih lama. Setelah pertemuan digelar, mudah-mudahan latihan sudah bisa dimulai pada Rabu (13/12) nanti,” kata Fernando Soler seperti dikutip dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Fernando Soler menegaskan target jangka pendek yang harus dikejar Persib pada awal 2018. Target itu adalah juara Piala Presiden 2018.

“Kami akan memulai persiapan menuju Piala Presiden yang katanya digelar pada Januari-Februari. Tapi kami perlu tahu dulu hal-hal di lapangan,” ujar mantan pemain Persipura Jayapura dan Persis Solo tersebut.

Mario Gomez dan Fernando Soler telah diperkenalkan manajemen Persib kepada Bobotoh (suporter Persib) pada akhir pekan kemarin. Kedatangan mereka disambut Bobotoh yang menyemut di Lapangan Sidolig, Bandung.

Mario Gomez dikontrak Persib selama dua tahun dengan opsi perpanjangan selama 1 tahun. Dalam kontrak tertera target Persib harus bisa berprestasi.

Asisten pelatih Persib Bandung, Herrie Setyawan, juga menegaskan target tim kebanggaan bobotoh tersebut adalah menuai sukses di Liga 1 tanpa memandang sebelah mata turnamen pramusim Piala Presiden.

Selain gengsi, sosok plontos yang karib disapa Jose tersebut menegaskan Piala Presiden yang rencananya dimulai pada 16 Januari dapat digunakan sebagai ajang memantapkan Atep dan kawan-kawan.

“Kita harus bisa memaksimalkan turnamen ini. Bukan sebagai ajang untuk uji tanding saja, melainkan juga sarana untuk mempersiapkan tim kita untuk liga nanti,” kata Herrie dilansir dari situs resmi klub.

“Jadi, dengan adanya turnamen pramusim ini ya kita coba ikuti,” sambungnya.

Persib pernah menjadi juara Piala Presiden saat pertama kali digelar dua tahun lalu untuk mengisi kekosongan kompetisi.

Baca Juga : Laga Eksebisi Legenda Bulu Tangkis Indonesia

Laga Eksebisi Legenda Bulu Tangkis Indonesia

Laga Eksebisi Legenda Bulu Tangkis Indonesia

Laga Eksebisi Legenda Bulu Tangkis Indonesia – Eksebisi ini di langsungkan di Candra Wijaya International Badminton Center (CWIBC), Tangerang Selatan, Sabtu (19/12/2017). Pada kesempatan itu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berduet dengan Kevin Sanjaya Sukamulyo.

Dalam laga itu Imam dan Kevin berhadapan dengan dua pebulu tangkis legendaris Indonesia yakni Candra Wijaya dan Ricky Soebagdja.
Imam dan Kevin berhasil memenangi pertandingan dengan kedudukan 24-22.

“Saya bersyukur bisa menutup tahun ini dengan meraih kemenangan bersama Kevin. Jujur tadi saya berdebar-debar karena berhadapan dengan para juara dunia yang sangat berpengalaman,” ujar Imam seusai pertandingan.

“Meskipun usia Mas Ricky dan Candra sudah tidak muda lagi, tetapi semangat mereka luar biasa. Hampir tadi saya dan Kevin kewalahan,” tutur dia.

Pertandingan berjalan cukup sengit karena kedua pasangan ganda putra silih berganti mencetak poin. Laga juga diwarnai oleh beberapa atraksi dari Candra dan Ricky yang mengundang gelak tawa para penonton. Pertandingan ekshibisi ini digelar setelah penyerahan penghargaan dari CWIBC kepada para tokoh bulu tangkis yang berjasa memberikan prestasi.

Tokoh yang menerima penghargaan di antaranya Djoko Santoso (Ketua Umum PP PBSI periode 2008-2012, dan para pelatih yakni Herry Iman Pierngadi, Richard Mainaky, dan Eng Hian.

Para atlet juga menerima penghargaan dari CWIBC, khususnya Kevin yang telah meraih tujuh gelar superseries sepanjang 2017 bersama Marcus Fernaldi Gideon.

Baca Juga : Beban Berat Kevin/Markus di Tahun 2018