Daftar Atlet Indonesia

Promosi Asian Para Games 2018 oleh INAPGOC

Promosi Asian Para Games 2018 oleh INAPGOC

Promosi Asian Para Games 2018 oleh INAPGOC tak hanya memanfaatkan kompleks olahraga untuk berpromosi. Mereka juga merambah ke pusat perbelanjaan.

INAPGOC memulai promosi di mall di Jakarta, Serangkaian acara juga di gelar di Cilandak Town Square (Citos) mulai Jumat sampai Minggu, 22-24 Desember.

INAPGOC melibatkan Ketua National Paralympic Committee (NPC) DKI Jakarta, Welly Ferdinandus, dan tiga atlet difabel; Kusnanto (atlet tenis meja), Dilan Abraham  (menembak), dan Maria Goreti Samiyati (balap kursi roda) dalam ajang sosialisasi tersebut.

“Di sini kami tidak hanya melakukan jumpa pers tapi akan ada infotaiment dan games,” kata Wakil Deputi III INAPGOC, Adiyati Nurdin, dalam jumpa pers di Cilandak Town Square, Jakarta, Jumat (22/12/2017).

“Acara sosialisasi ini memang berbeda dengan saat penyelenggaraan di kawasan GBK yang  besar-besaran, karena saat itu sekaligus memperingati hari disabilitas  internasional,” dia membeberkan.

“Tapi, kami juga merasa perlu menghadirkan sosialisasi ini di tengah-tengah masyarakat di pusat keramaian untuk menyampaikan bahwa Indonesia menjadi tuan rumah  Asian Para Games. Kami mengharapakan ada kesadara dari mereka dalam bentuk yang berbeda-beda,” dia menjelaskan.

INAPGOC mengenalkan slogan “The Inspiring Spirit and Energy of Asia”. Mereka sekaligus menyosialisasikan kalau APG mengusung empat misi utama; determination, courage, equality, dan inspiration.

“Yang pasti saya senang karena diberi kesempatan untuk mewakili NPC sebagai salah  satu wadah olahraga Indonesia untuk para saudara kita yang kurang beruntung dan  terhimpun disabilitas,” kata Welly terpisah.

“Jadi saya mau katakan kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam 10 bulan ke depan akan ada APG. untuk itu kami atas nama NPC maupun pemerintah mohon doanya dan seluruh masyarakat Indonesia agar berbuat prestasi untuk Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga : Pencapaian Pembalap AHRT Gerry Salim 2017

Pencapaian Pembalap AHRT Gerry Salim 2017

Pencapaian Pembalap AHRT Gerry Salim 2017

Pencapaian Pembalap AHRT Gerry Salim 2017 – Gerry Salim, Pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT), mendapat penghargaan kategori Internasional Achievement (FIM) dari Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) di Crowne Plaza Hotel, Jakarta, pada tertengahan Desember lalu. Gerry diapresiasi karena prestasinya yang mengibarkan bendera Merah Putih di kancah internasional.

Gerry sukses menjadi juara Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250 pada awal Desember 2017. Ini didapat setelah dia finish di posisi ke-tiga di seri Thailand.  Pada balapan yang di adakan di Chang International Circuit, Buriram, Sabtu (2/12/2017), Gerry mengumpulkan total 199 poin dan unggul 31 poin. Dengan mengantarkan gelar juara RRC 2017 kelas AP250 menjadi milik Indonesia. Sebelumnya, Jepang jadi juara di 2015 dan Thailand di 2016.

“Saya sangat senang mendapat penghargaan ini. Tahun lalu dapat penghargaan nasional dan Internasional. Tahun ini hanya internasional saja, ya bagi saya ini semakin memacu untuk tetap mempertahankan IMI Award ini,” kata Gerry.

Menatap tahun 2018, Gerry memiliki impian yang ingin diwujudkannya pada tahun depan. Dia berharap bisa balapan di Eropa.

“Tahun depan harapan saya bisa gabung dibalapan Eropa dan bisa mempertahankan juara. Saya juga lebih memilih di CEV Repsol karena jenjangnya bisa langsung ke MotoGP kelas moto 2,” Harap Gerry.

Gerry sendiri mengakui lebih suka membalap dengan motor bertenaga 600cc. Karena menurutnya 600cc lebih menantang dan rintangannya lebih sulit.

Sementara itu, Leo Wijaya, Direktur PT. Indako Trading Co. memberi apresiasi yang tinggi kepada pembalap bertalenta luar biasa ini, yang telah mengharumkan nama Bangsa Indonesia. Tentunya keberhasilan Gerry Salim memacu pihaknya untuk terus berupaya mendukung PT. Astra Honda Motor mempersiapkan generasi milenial di berbagai kegiatan nasional maupun internasional.

Baca Juga : Persiapan Tour de Indonesia 2018

Persiapan Tour de Indonesia 2018

Persiapan Tour de Indonesia 2018

Persiapan Tour de Indonesia 2018 – Ajang balap sepeda yang akan diselenggarakan pada 25-28 Januari 2018 bertajuk Tour de Indonesia 2018 dengan format empat etape.

Etape pertama akan dimulai dari Candi Borobudur, melewati Solo, Sarangan, lalu finish di Ngawi. Etape kedua, Madium menjadi kota pertama yang akan disinggahi lalu finish di Mojokerto. Lalu etape ketiga, Probolinggo menuju Jember lalu finish di Banyuwangi.  Adapun etape terakhir , para pembalap akan menyeberang ke Gilimanuk dan akan melewati  Singaraja, Bedegul dan finish di Denpasar.

Ketua Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Raja Sapta Oktohari, di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (1/11/2017). Okto mengatakan, persiapan menuju Tour  de Indonesia masih sesuai jadwal yang didaftarkan ke Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI).

Persiapan Tour de Indonesia 2018

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Komite Perlombaan PB ISSI, Parama Nugroho. Dia menyebut tahun ini jarak yang ditempuh kurang dari 1.000 km. Dari empat etape yang  digelar total jaraknya hanya sekitar 700 km. Perihal kesiapan Parama masih berkoordinasi dengan penanggung jawab rute di daerah-daerah yang akan dilewati.

Selain itu, Parama mengaku masih membutuhkan lima tim lagi untuk melengkapi kuota yang diinginkan panitia. Hingga kini, sebanyak 15 tim yang setengahnya merupakan tim pro kontinental telah bergabung untuk mengikuti tour.

“Rencana balapan akan diikuti 20 tim, setengahnya merupakan tim pro kontinental. Untuk sisanya ada tim pro tour serta tim kontinental Indonesia maupun undangan lainnya,” ujar Parama.

Baca Juga : Evaluasi Bulu Tangkis Indonesia di Tahun 2017

Evaluasi Bulu Tangkis Indonesia di Tahun 2017

Evaluasi Bulu Tangkis Indonesia di Tahun 2017

Evaluasi Bulu Tangkis Indonesia di Tahun 2017 – Bulu tangkis Indonesia diwarnai sejumlah prestasi membanggakan sepanjang 2017. Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, mampu memecahkan rekor dunia dengan menyabet tujuh gelar super series selama setahun, termasuk Dubai World Superseries Finals 2017.

“Saya tak menyangka Kevin dan Marcus meledak di 2017. Saya awalnya berpikir mereka akan melejit di 2018 atau saat Asian Games lah. Ternyata sudah duluan,” ujar pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi saat ditemui Tempo.

Ganda campuran juga mampu menunjukan tajinya di dunia lewat pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto. Tontowi/Liliyana menjadi juara dunia BWF yang digelar di Skotlandia. Sedangkan Praveen/Debby masuk di tiga final super series dan menjuarai satu di antaranya, yakni Korea Open Super Series 2017.

Evaluasi Bulu Tangkis

Sayangnya di sektor lain, prestasi ini belum dapat diimbangi. Meski begitu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan selain dari nomor ganda putra dan ganda campuran, tiap nomor lain mengalami perkembangan yang pesat.

Keberhasilan tunggal putri pratama, Gregoria Mariska Tunjung menjuarai Kejuaraan Dunia Junior 2017, dinilai Susy merupakan langkah awal kebangkitan nomor putri Indonesia. Selain itu, di nomor ganda putri, pasangan baru Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga secara mengejutkan tampil impresif di sejumlah turnamen debutan mereka.

Meski begitu, Susy mengatakan di akhir tahun sejumlah perombakan akan dilakukan di tubuh pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Perbaikan demi perbaikan dituntut terus demi mengejar target emas semaksimal mungkin di Asian Games 2018 Jakarta Palembang nanti.

“Bukan hanya untuk 2018 tapi juga hingga ke Olimpiade 2020 nanti. Jadi ada beberapa kriteria tipe atau beberapa komposisi yang akan kita coba. Kita lihat sesuai kebutuhan,”  kata Susy.

Berikut beberapa kejadian penting yang terjadi di bulu tangkis indonesia sepanjang 2017

Tunggal Putra

Pasca era Taufik Hidayat, tunggal putra Indonesia masih belum mampu konsisten di persaingan dunia. Sepanjang 2017, Indonesia mengandalkan Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Ihsan Maulana Mustofa.

Catatan paling gemilang dibuat tunggal putra Indonesia di ajang Korea Super Series 2017 pada bulan September, di mana all Indonesian Final terjadi. Dalam pertandingan itu, Ginting berhasil mengatasi perlawanan Jonatan dan memastikan gelar juara.

Jonatan sendiri menjadi juara di ajang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, di nomor tunggal putra. Ia menyumbang emas pertama Indonesia di cabang bulutangkis. Jonatan dan Ihsan juga ikut berkontribusi saat tim beregu putra Indonesia menaklukan Malaysia di final nomor beregu. Keduanya tampil prima dan memastikan Indonesia menang telak 3-0 atas tuan rumah.

Ganda Putra

Sektor ganda putra menjadi yang paling disorot sepanjang 2017 ini. Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon tampil beringas sepanjang tahun. Mereka berhasil lolos ke sembilan final super series dan menjadi juara pada tujuh di antaranya, termasuk Dubai World Super Series Finals 2017. Capaian ini memecahkan rekor juara super series terbanyak selama satu tahun yang sebelumnya dipegang oleh pasangan Korea Selatan, Lee Yoong Dae/Yoo Yeon Seong.

Penampilan konsisten Kevin/Marcus dimulai saat mereka menjuarai All England pada bulan Maret. Tampil prima sejak awal turnamen, The Minions menutup aksi mereka dengan menumbangkan pasangan Cina Li Junhui/Liu Yuchen dalam dua set langsung.

Penampilan ini terus konsten mereka tampilkan. Mereka kemudian juara di India Open (Maret-April), Malaysia Open (April), Japan Open (September), China Open (November), Hong Kong Open (November), dan Dubai World Super Series Finals (Desember). Mereka juga melaju ke final di Korea Open (September) dan Denmark Open (Oktober) meski akhirnya kalah.

Capaian fantastis Kevin/Marcus membuat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menganugerahkan pemain terbaik 2017 pada mereka. Penghargaan itu jarang diberikan pada pemain di sektor ganda. Bahkan pemerintah lewat Kementerian Pemuda dan Olahraga juga memberikan bonus berupa uang Rp 150 juta, usai mereka juara di Dubai.

Pasangan ganda putra lain tampil belum sekonsisten The Minions. Pasangan seperti Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama, Berry Angriawan/Hardianto, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, juga Rian Agung Saputro/Mohammad Ahsan tampil cukup baik. Namun mereka kerap terlempar di babak kedua atau perempat final dan semifinal super series.

Tunggal Putri

Sektor tunggal putri masih kesulitan berbicara di persaingan dunia. Beberapa atlet andalan pelatnas Cipayung seperti Fitriyani, dan Dinar Dyah Austine masih belum mampu menonjolkan prestasi di tingkat super series maupun Gran Prix.

Capaian kurang memuaskan ini membuat ranking mereka belum tembus 20 besar dunia. Fitriani ada di peringkat 24, sementara Hanna di 33, dan Dinar di 36. Meski begitu, Susy Susanti mengaku sektor ini memiliki tren perkembangan yang positif.

Padangan ganda putri Imdonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, berhasil menjuarai Turnamen Prancis Terbuka 2017. (badmintonindonesia.org)

Salah satunya, ia merujuk pada atlet Gregoria Mariska Tunjung yang menjadi juara di Kejuaraan Dunia Junior 2017 digelar di Yogyakarta. Atlet berumur 18 tahun itu seakan menjadi angin segar bagi sektor tunggal putri. Saat ini, Grego telah merangkak naik ke peringkat 43 dunia.

“Tunggal putri, memang di senior baru mencapai semifinal atau final, tapi kita setelah 25 tahun, pemain kita bisa menjuarai Kejuaraan Dunia Junior. Secara keseluruhan menunjukan peningkatan lah,” kata Susy.

Ganda Putri

Sektor ganda putri mulai menunjukan tajinya kembali saat Greysia Polii dipasangkan dengan Apriyani Rahayu. Kolaborasi atlet senior dan junior ini mampu tampil mengejutkan dan bahkan menjuarai satu super series.

Greysia/Apriyani baru dipasangkan pada pertengahan Mei 2017 lalu, di ajang Piala Sudirman. Namun saat dipasangkan di France Open Super Series 2017 (Oktober), pasangan ini di luar dugaan meraih titel juara super series pertama mereka. Greysia/Apriyani menaklukan pasangan asal Korea Selatan Lee So Hee/Shin Sheung Chan dalam dua game langsung.

Selain itu kembali membuat kejutan dengan lolos ke final Hong Kong Open Super Series 2017 (November). Sayang di final, keduanya harus mengakui keunggulan pasangan Cina, Cheng Qingchen/Jia Yifan. Meski begitu, capaian Greysia/Apriyani dinilai sebagai hasil positif perkembangan di sektor ganda putri.

“Tahun ini terus terang melebihi ekspetasi saya terutama dari Apriyani Rahayu. Karena dia hasilnya gemilang,  padahal itu semestinya prediksi saya tahun depan, tapi ternyata kuartal terakhir tahun 2017 grafik dia bagus, signifikan,” kata pelatih kepala ganda putri Eng Hian.

Ganda Campuran

Selain ganda putra, sektor ganda campuran menjadi salah satu kekuatan Indonesia di dunia saat ini. Dua pasangan Indonesia terhitung masuk di jajaran delapan besar ganda campuran dunia, yakni Tontowi Ahmad/zccatsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto.

Namun sepanjang 2017, hanya Tontowi/Liliyana yang mampu tampil konsisten. Owi/Butet, sapaan mereka, berhasil menjadi juara dunia dengan memenangkan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis yang digelar di Skotlandia pada Agustus 2017 lalu. Mereka juga menjadi jawara di dua Super Series, yakni Indonesia Open (Juni) dan France Open (Oktober).

Selebrasi Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir dalam Dubai World Super Series Finals 2017 di Uni Emirat Arab. Badmintonindonesia.org

Pasangan peringkat tiga dunia itu juga berhasil lolos ke Dubai World Superseries Finals 2017 pada Desember lalu. Di sana mereka mampu lolos hingga semifinal sebelum akhirnya ditaklukkan pasangan Cina Zheng Siwei/Chen Qingchen.

Meski begitu, Praveen/Debby mampu lolos ke Dubai World Super Series Finals 2017 yang diperuntukan bagi delapan besar dunia. Sayang di turnamen itu, Praveen/Debby bermain tak maksimal dan harus pulang tanpa kemenangan dari tiga kali bertanding.

Penurunan performa Praveen/Debby ini membuat keduanya akan dipisahkan. Susy Susanti mengatakan pihak PBSI telah berkoordinasi dengan pelatih terkait rotasi pada sejumlah pasangan ganda. Debby Susanto dipastikan akan berpasangan dengan Ricky Karanda Suwardi yang sebelumnya bermain di ganda putra. Sedangkan Praveen akan dipasangkan dengan Melati Daeva Oktaviani.

Evaluasi Bulu Tangkis

Selain itu, pada tahun depan, atlet senior Hendra Setiawan juga dipastikan akan kembali ke Pelatnas Cipayung. Hendra akan kembali dipasangkan dengan Mohammad Ahsan. Pasangan ini sebelumnya sempat merajai ganda putra dunia pada periode 2013-2015 silam.

Keduanya pernah menyabet gelar juara dunia sebanyak dua kali pada 2013 dan 2015. Pasa tahun yang sama, keduanya juga menjadi jawara di BWF Super Series Finals. Mereka juga sempat menyabet gelar All England pada 2014 dan menyumbang emas di Asian Games 2014.

Menurut pelatih bulu tangkis ganda putra, Herry IP, kembalinya pasangan ini merupakan proyek jangka pendek PBSI. Di tahun 2018, Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Asian Games, berharap banyak dari cabang bulu tangkis. Di samping itu, turnamen besar seperti Thomas Cup juga akan digelar. Meski memiliki Kevin/Marcus sebagai kekuatan utama, namun Herry menilai kedatangan Hendra dirasa sangat diperlukan.

Baca Juga : PBSI Pulangkan Beberapa Atlet Utama ke Klub

PBSI Pulangkan Beberapa Atlet Utama ke Klub

PBSI Pulangkan Beberapa Atlet Utama ke Klub

PBSI Pulangkan Beberapa Atlet Utama ke Klub – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengumumkan nama-nama atlet yang akan mengisi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Cipayung pada 2018 mendatang. Lewat Surat Keputusan (SK) nomor : SKEP/070/0.3/XII/2017 tentang Promosi Atlet Bulu Tangkis untuk masuk Pelatnas PBSI tahun 2018, PBSI mengumumkan nama 104 atlet tingkat utama dan pratama.

Daftar pemain kelas utama tidak banyak mengalami perubahan dan masih diisi pemain ternama, seperti Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir, Kevin Sanjaya Sukamulyo/Marcus Fernaldi Gideon, Greysia Polli dan Jonatan Christie.

Namun ada beberapa pemain utama yang di pulangkan ke klub masing-masing. Mereka adalah Muhammad Bayu Pangisthu (Djarum Kudus, tunggal putra), Krishna Adi Nugraha (Jaya Raya Jakarta, tunggal putra), Tiara Rosalia Nuraidah (Mutiara Cardinal Bandung, ganda putri), Nisak Puji Lestari (Mutiara Cardinal Bandung, ganda putri), dan Shela Devi Aulia (Jaya Raya Jakarta, ganda campuran).

Selain itu, ada ketentuan baru yang dibuat PBSI dalam sistem pembinaan atlet penghuni pelatnas 2018 nantinya. Yang pertama, atlet-atlet yang tertera dalam SK, sebagai atlet pelatnas seluruh pembiayaan latihan dan pertandingan selama setahun akan dibiayai PBSI.

PBSI Pulangkan Beberapa Atlet Utama ke Klub

“Tahun depan memang akan ada perubahan. Dari segi kuota, tidak akan jauh berbeda, tapi status yang akan berbeda, Kalau yang ragu-ragu, sayang tidak akan masukkan ke dalam SK tetap. Magang kan bisa beberapa bulan. Penilaiannya bukan cuma potensi, tetapi juga attitude, kemauan dan proses kalau di pelatnas seperti apa,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti dalam keterangan resmi PBSI, Rabu, 27 Desember 2017.

Sedangkan yang kedua, atlet dengan SK Pemantauan, pembiayaan pelatihan dan pertandingan selama enam bulan akan dibiayai oleh PBSI. tetapi, prestasinya akan tetap dipantau dan dievaluasi.

Jika tidak memenuhi target, maka statusnya akan berubah menjadi pemain magang. Bukan tidak mungkin, atlet yang masuk kategori ini akan didegradasi atau dipulangkan ke klub masing-masing.

Mengenai aturan yang ketiga, untuk pemain magang, seluruh pembiayaan latihan dan pertandingan dibiayai oleh klub masing-masing. Tetapi, penampilan pemain magang tetap akan dievaluasi selama enam bukan. Kecuali jika terjadi indispliner, sewaktu-waktu dapat dipulangkan ke klub. Sedangkan jika berprestasi, akan naik menjdi pemain dengan SK Pemantauan.

“Kalau sudah di daftar SK tetap, merasa di zona nyaman paling tidak setahun, ini yang saya tidak mau. Jadi mungkin di sini akan ada perbaikan, bukan mau seenaknya, tetapi saya mau yng jadi penghuni pelatnas itu adalah yang terbaik, sesuai dengan kriteria yang kami butuhkan,” Susi Susanti menegaskan.

Berikut ini daftar nama atlet bulu tangkis yang keluar dari pelatnas Cipayung

Tunggal putra:
Muhammad Bayu Pangisthu (Djarum Kudus), Enzi Shafira (Mutiara Cardinal Bandung), Krishna Adi Nugraha (Jaya Raya Jakarta), Vega Vio Nirwanda (Mutiara Cardinal Bandung), dan Ramadhani Muhammad Zulkifli (Djarum Kudus)

Tunggal putri:
Isra Faradila (Exist Jakarta), Ghaida Nurul Ghaniyu (Djarum Kudus), Eprilia Mega Ayu Swastika (Exist Jakarta), Savira Sandradewi (Djarum Kudus), dan Gabriela Meilani Moningka (Jaya Raya Jakarta)

Ganda putra:
Adi Haryanto (Djarum Kudus)

Ganda putri:
Tiara Rosalia Nuraidah (Mutiara Cardinal Bandung), Nisak Puji Lestari (Mutiara Cardinal Bandung), dan Ramadhani Hastiyanti Putri (Djarum Kudus)

Ganda campuran:
Shela Devi Aulia (Jaya Raya Jakarta)

Baca Juga : Susi: Butuh Perubahan di Ganda Campuran