Daftar Atlet Indonesia

Profil Rony Gunawan

Profil Rony Gunawan adalah seorang pemain basket putra nasional Indonesia yang bermain di IBL. Pria yang akrab disapa Aconk ini mengawali karier basketnya di Samarinda. Rony mengaku bahwa pertama kali main basket adalah ketika dia SMA. Saat itu ia diajak main di pertandingan antar kelas (class meeting) oleh temannya.

Anak kedua dari empat bersaudara ini kemudian bergabung dengan klub lokal Abadi Samarinda. Dari sana Rony terpilih bermain untuk Popda Samarinda. Dari Popda itu Rony mendapat jalur beasiswa untuk berkuliah di Surabaya. Setelah itu Rony pun bergabung bersama tim Cahaya Lestari Surabaya. Selama setahun ia bermain di kelas junior, lalu langsung bergabung dengan tim senior.

Pemain basket bernomor punggung 32 ini memulai karier di Kobatama (kini NBL) mulai tahun 1999. Rony berhasil mengantarkan CLS masuk ke jajaran “Big Four” Kobatama. Lalu pada 2004, seseorang dari klub Satria Muda Britama menawarinya untuk berpindah, namun Rony baru bisa memutuskan untuk bergabung bersama mereka dua tahun kemudian. Di tahun pertamanya bersama Satria Muda Britama, Rony berhasil meraih Juara IBL Cup setelah mengalahkan Aspac Putra Riau di final. Ia juga menyandang gelar MVP pada pertandingan tersebut. Musim berikutnya, Rony berhasil membawa klubnya kembali meraih gelar juara IBL. Rony juga terpilih untuk memperkuat tim nasional di SEA Games 2005, 2007, dan 2011 dimana pada ajang SEA Games 2007 timnas Indonesia berhasil merebut perak. Akan tetapi di laga SEA Games 2011 timnas basket Indonesia hanya mampu meraih posisi di semifinal. Rony juga memperkuat Indonesia di Kejuaraan Asia 2005 dan 2007.

Putra dari pasangan Yanto Gunawan dan Yuliati ini bersahabat baik dengan Wendha, Asun dan Galank, rekan sesama pemain basket di klub Satria Muda Britama.

  • 2004 IBL Championship, Sister City Championship, All Defensive Players
  • 2005 All Defensive Players
  • 2006 IBL Championship (MVP), IBL Tournament Championship
  • 2007 IBL Tournament and Championship, Sister City Championship, MVP, Silver Medal Sea Games
  • 2008 IBL Championship, SEABA Championship
  • 2009 IBL Champion
  • 2011 NBL Indonesia Champion, First Team Reguler Award

Baca juga :

Biodata Ade Rai

Biodata Ade Rai – I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai. Ia dilahirkan di Jakarta pada tanggal 6 Mei 1970. Dia merupakan seorang atlet binaraga Indonesia. Pria berdarah Bali ini pernah meraih beberapa prestasi nasional dan internasional selama berkarier sebagai binaragawan. Pada Awalnya Ade Rai tumbuh sebagai seorang anak yang kurus dengan minat yang besar pada berbagai aktivitas olahraga. Pada usianya yang ke 10 tahun, Ade Rai kecil hanya memiliki berat badan 25 kg. Bahkan hingga mencapai tinggi badannya seperti hari ini (183 cm) di usia remaja, Ade Rai memiliki sosok yang kurus dengan berat badan hanya 55 kg saja.

Pada awalnya Ade Rai sempat menggeluti cabang olahraga bulutangkis tetapi ternyata takdir membawanya ke dunia binaraga. Ia berhenti menggeluti olah raga bulutangkis tahun 1987 lantaran kesibukan sekolah. Ade Rai Kuliah di jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia dan Tahun 1995, lulusan FISIP Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional ini meraih prestasi Internasional pertamanya yakni Mr.Asia. Dengan kemajuan tubuhnya yang semakin atletis, Ade Rai memutuskan untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan. Mulai dari kejuaraan dalam lingkup kecil, kemudian nasional dan akhirnya internasional. Segudang prestasi telah diraihnya, diantaranya National Champion yang ia raih berturut-turut 1994, 1995, 1996, 1997, 1998 dan 1999; Mr ASIA 1995 dan 1998; Asian Pro-Am Classic Winner 1996; Musclemania Overall Winner 1996; Life Time Drug Body Builder.

Olah raga binaraga agaknya telah merasuk di hati pria berdarah Bali ini. Ade Rai berusaha menaikkan pamor olah raga ini di mata masyarakat. Setiap waktu yang ia miliki, ia sempatkan untuk memasyarakatkan olah raga ini. Baik lewat seminar maupun kegiatan kampus, seperti pertandingan antar pelajar dan mahasiwa. Ade Rai pula yang mengadakan Pesta Raga setiap tahunnya dan diikuti oleh binaragawan dari seluruh pelosok tanah air. Lewat sport centre ‘Klub Ade Rai’, Ade Rai menyediakan sarana bagi mereka yang ingin sehat dan bugar lewat olah raga.

PRESTASI

  • IFBB Indonesian National Championship, 1st Heavyweight & Overall, Best Bodybuilder (1994, 1996, 1997, 1999, 2000, 2002, 2007)
  • ABBF/IFBB Mr. Asia (1995 & 1998) & Mr.ASEAN (1995)
  • IFBB SEA Games Gold Medal (1997)
  • MUSCLEMANIA WORLD, 1st Light Heavyweight & Overall Winner (1996)
  • SUPERBODY WORLD PROFESSIONAL, Overall Winner (2000)
  • MUSCLEMANIA WORLD PROFESSIONAL, Overall Winner (2000)

Baca juga:

Biodata Pringgo Regowo
Biodata Taufik Hidayat

Biodata Pringgo Regowo

Biodata Pringgo Regowo – Pringgo Regowo lahir di Jakarta, 27 Juni 1987 dan merupakan seorang atlet bola basket berkebangsaan Indonesia yang bermain di klub Aspac Jakarta sejak tahun 2008 dengan bertinggi badan 190 cm dan berat 93 kg. Posisi yang dimainkan dalam tim adalah sebagai forward. Ia pertama kali bermain bola basket sejak di bangku SMP.

Pringgo sempat mengalami cedera lutut Anterior Cruciate Ligament atau ACL di tahun 2010 dan 2013. Tahun 2010, Pringgo mengalami cedera lutut kiri dan masa pemulihan memakan waktu tujuh bulan. Namun hal tersebut tidak membuatnya menjadi patah semangat, setelah dinyatakan boleh bermain kembali di Januari 2011, di tahun tersebut pula Ia dipanggil dalam seleksi tim Nasional, namun gagal di pencoretan kedua karenakan masih mengalami sedikit masalah dengan pemulihan lutut. Tidak berhenti di situ, pada musim NBL Indonesia 2011-2012 Pringgo memperoleh penghargaan First Team (posisi Power Forward terbaik), kemudian pada musim NBL Indonesia 2012-2013 Pringgo mendapatkan Penghargaan tertinggi yaitu sebagai pemain terbaik ( Most Valuable Player ) disertai juga dengan dua penghargaan lainnya yaitu First Team (posisi Power Forward terbaik)  penghargaan 1000 poin dan tim Aspac berhasil memperoleh juara Speedy NBL Indonesia 2013. Berkat gelar MVP tersebut dirinya juga dianugerahi hadiah satu unit mobil all new Chevrolete Aveo.

Pringgo Regowo

Berbagai Penghargaan tersebut justru diraihnya setelah ia mengalami cedera lutut, dan pringgo tercatat pula sebagai pemain yang sering membukukan dobel-dobel (Point dan Rebound dengan dua digit). Sayangnya, di tahun yang sama (2013) Pringgo kembali mengalami cedera ACL, kali ini pada lutut kanan. Proses penyembuhan memakan waktu enam bulan dan di Musim 2013-2014, Pringgo memperoleh penghargaan yaitu pemain ke 4 yang memperoleh 1000 Rebound dan memperoleh Juara NBL Indonesia 2014 bersama tim Aspac.

Pringgo merupakan pemain NBL Indonesia pertama yang telah memperoleh penghargaan MVP dengan 1000 points, 1000 Rebound, First Team dua kali berturut-turut , Juara Back to Back dan dalam kurun waktu yang paling singkat, dikarenakan banyaknya absen di pertandingan sehubungan dengan cedera yang dideritanya.

Secara postur memang dirinya bukan posisi “big man” yang besar akan tetapi pergerakan kaki-kakinya atau sering disebut pula “footwork” terlihat dan terbukti sangat baik. Sebagai power forward Pringgo juga dikenal memiliki akurasi tembakan yang tajam jika dibandingkan dengan posisi “big man” lainnya. Posisinya sangat diperhitungkan di dalam tim, Ia mampu mengangkat tim nya mulai terlihat sejak tahun 2011 ketika tim Aspac masih dalam asuhan pelatih Tjejep Firmansyah.

PRESTASI
  • POPNAS 2005 emas
  • PON 2008 emas
  • Libamanas 2005, 2006, 2007 runner-up
  • Most Valuable Player (MVP) / Pemain Terbaik Libamanas 2007
  • Best Defensive player Libamanas 2006, 2007
  • Best Center player Libamanas 2006, 2007
  • IBL 2009 (runner-up)
  • Peringkat ketiga turnamen Piala Gubernur DKI, 2010
  • Peringkat keempat NBL Indonesia 2011
  • Terpilih menjadi 24 besar dan 18 besar yang mengikuti seleksi tim nasional basket untuk proyeksi seagames 2011
  • Peringkat kedua NBL Indonesia 2012
  • Penghargaan “First Team” NBL Indonesia 2011-2012 (posisi power forward terbaik)
  • Kandidat MVP NBL Indonesia 2011-2012
  • Pemain ke sembilan di NBL Indonesia yang memperoleh penghargaan 1000 poin
  • Terpilih menjadi 17 besar yang mengikuti seleksi tim nasional basket untuk proyeksi seagames 2013
  • Most Valuable Player (MVP) / Pemain Terbaik NBL Indonesia 2012-2013
  • Penghargaan “First Team” NBL Indonesia 2012-2013 (posisi power forward terbaik)
  • Juara 1 Musim Reguler NBL Indonesia 2012-2013
  • Juara 1 Speedy NBL Indonesia 2012-2013
  • Pemain ke empat di NBL Indonesia yang memperoleh penghargaan 1000 Rebound
  • Juara 1 Speedy NBL Indonesia 2013-2014
  • Peringkat 2 SEABA 2014 dan menjadi top skor di dua pertandingan.
  • Peringkat 9 FIBA Asia 2014 di Wuhan
  • Peringkat 2 3X3 Basketball di Singapore
  • Peringkat 3 turnamen Honda Jawa Post 2016 bersama Stadium ( satu-satunya tim yang lolos 4 besar tanpa pemain asing)
  • Kandidat MVP (pemain terbaik) di Honda Jawa Post Tournament 2016
  • Juara 1 Red Bull Reign Indonesia dan lolos mewakili Indonesia ke Washington DC, USA

Baca  Juga :

Biodata Taufik Hidayat

Biodata Taufik Hidayat – Taufik Hidayat memulai karier di klub Sangkuriang Graha Sarana (SGS) Elektrik Bandung, Jawa Barat. Ia dilatih oleh mantan pebulutangkis nasional, Iie Sumirat. Sejak itu bakat dan kemampuan bulutangkisnya mulai terlihat. Beragai kejuaraan dan turnamen ia ikuti. Prestasinya luar biasa.

Pria kelahiran Bandung, 10 Agustus 1981 ini menyandang gelar juara tunggal putra Asian Games (2002, 2006). Enam kali menjuarai Indonesia Terbuka yaitu tahun 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006. Ditambah lagi menjurai Piala Thomas (2000, 2002, 2004, dan 2006), serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003, dan 2005).

Pada tahun 2005, Taufik Hidayat juga sukses menaklukan pemain peringkat 1 Lin Dan dalam perhelatan Kejuaraan Dunia BWF sehingga ia sukses menjadi juara untuk perhelatan tersebut. “Kami berharap ini semua jadi inspirasi semua. Menang kalah adalah proses menjadi juara dunia,” tulis Taufik dalam situsnya.

Biodata Taufik Hidayat

Di pengujung puncak kariernya, ia menikah dengan Ami Gumelar, putri mantan menteri perhubungan dan ketua KONI, Agum Gumelar, pada 4 Februari 2006. Mereka telah dikaruniai seorang putri pada awal Agustus 2008, yang kemudian diberi nama Natarina Alika Hidayat. Kelahiran putrinya ini tepat beberapa hari sebelum ia berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia.

Taufik kemudian mundur dari Pelatnas Cipayung pada 30 Januari 2009. Setelah itu, ia menjadi pemain profesional. Ia juga menjalin bisnis dengan Yonex dalam pengadaan alat olahraga. November 2012, Taufik membangun sebuah pusat pelatihan dengan nama Taufik Hidayat Arena (THA) yang berdomisili di Ciracas, Jakarta Timur.

Pada tahun berikutnya, Taufik menyatakan dirinya pensiun dari dunia professional bulutangkis. Meski pensiun, Taufik juga pernah menjadi bagian The Legend Vision bersama tiga pebulutangkis tangguh Lin Dan, Lee Chong Wei, dan Peter Gade. Perhelatan ini diadakan di Asia Afrika Badminton Hall, Jakarta pada tanggal 17 Agustus 2015.

PRESTASI

Medali Emas Brunei Open kategori Tunggal Putra (1998)
Medali perunggu Badminton Asia Championships kategori Tunggal Putra (1998)
Medali Emas Southeast Asian Games kategori Tunggal Putra (1999)
Medali Perak All Engladn kategori Tunggal Putra (1999)
Medali Perak Singapore Open kategori Tunggal Putra (1999)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (1999)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (2000)
Medali Perak All England kategori Tunggal Putra (2000)
Medali Emas Malaysia Open kategori Tunggal Putra (2000)
Medali Emas Badminton Asia Championships kategori Tunggal Putra (2002)
Medali Perunggu IBF World Championships (2001)
Medali Emas Singapore Open kategori Tunggal Putra (2001)

Medali Perak Badminton Asia Championships kategori Tunggal Putra (2002)
Medali Emas Asian Games kategori Tunggal Putra (2002)
Medali Chinese Taipei Open kategori Tunggal Putra (2002)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (2002)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (2003)
Medali Perak Badminton Asia Championships kategori Tunggal Putra (2003)
Medali Emas Olimpiade Athena kategori Tunggal Putra (2004)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (2004)
Medali Emas Badminton Asia Championships kategori Tunggal Putra (2004)
Medali Emas Summer Olympics kategori Tunggal Putra (2005)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (2005)
Medali Emas BWF World Championships (2005)

Medali Emas Asian Games kategori Tunggal Putra (2006)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (2006)
Medali Emas Southeast Asian Games kategori Tunggal Putra (2007)
Medali Emas Badminton Asia Championships kategori Tunggal Putra (2007)
Pernah jadi peringkat pertama dunia (2008)
Medali Emas BWF Grand Prix kategori Tunggal Putra (2008)
Medali Emas BWF Grand Prix kategori Tunggal Putra (2009)
Medali Perunggu BWF World Championships (2009)
Medali Emas BWF Grand Prix kategori Tunggal Putra (2010)
Medali Perak BWF World Championships (2010)
Medali Emas French Open katagori Tunggal Putra (2010)
Medali Perunggu Southeast Asian Games kategori Tunggal Putra (2011)
Medali Emas BWF Grand Prix kategori Tunggal Putra (2011)

Baca Juga :

Biodata Eko Yuli Irawan

Biodata Eko Yuli Irawan – Eko Yuli Irawan adalah atlet angkat besi professional yang berhasil memboyong medali perak Olimpiade Rio 2016 dengan total angkatan 312 kg. Ia telah berkiprah di dunia angkat besi sejak usia remaja.

Pria kelahiran kota Metro, Lampung pada tanggal 24 Juli 1989 ini dulunya hanyalah seorang pengembala kambing. Sang ayah, Saman, hanyalah seorang tukang becak. Sedangkan ibu, Martiah, bekerja sebagai penjual sayur. Hidup Eko Yuli bisa dikatakan serba terbatas.

Kebiasaan hidup Eko Yuli berubah kala ia melihat anak-anak tengah berlatih angkat besi di sasana Yon Haryono. Ia tertarik untuk bergabung dan ikut berlatih bersama dengan yang lainnya. Setelah mendapat izin dari orang tuanya, Eko pun secara rutin ikut berlatih di klub asuhan Yon Haryono tersebut.

Prestasi pria berkulit sawo matang ini mulai terlihat pada tahun 2007, ia sukses membawa pulang medali emas dari Kejuaraan Dunia Yunior setelah di tahun sebelumnya ia sukses masuk urutan kedelapan kejuaraan dunia tahun 2006 di Santo Domingo, Republik Dominika.

Biodata Eko Yuli Irawan

Keberhasilan yang diraih semakin mengkukuhkan hatinya untuk lanjut bergelut dalam dunia angkat besi. Prestasi demi prestasi berhasil ia cetak. Eko Yuli sukses mengubah garis hidupnya dengan kegigihan yang keras.

Pada tahun berikutnya, Eko Yuli berhasil menyabet medali emas di PON dan Medali Perunggu Olimpiade Beijing. Pada tahun 2011, Ia kembali membawa pulang Medali Emas Universiade, China dan di tahun 2012, pria dengan tinggi 157 cm ini berhasil memboyong Medali Perunggu Olimpiade London.

Pada SEA Games XXVII cabang angkat besi, lagi-lagi Eko Yuli berhasil memenangkan pertarungan. Bertarung di Theinphyu Srtadium, Yangon, Eko berhasil mencatat 137 kg angkatan snatch dan 167 kg clean and jerk.

Kemampuannya yang semakin terasah berhasil membuatnya kembali membawa medali emas pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Almaty, Kazakhstan pada tahun 2014. Lalu pada tahun 2016, Ia kembali berhasil mengibarkan bendera Indonesia di ajang paling bergengsi Olimpiade Rio 2016 dengan membawa pulang medali perak.

Berkat keberhasilannya tersebut, Eko Yuli mendapat bonus dari pemerintah sebesar Rp 2 miliar dan tunjangan hari tua sebesar 15 juta per bulan yang akan diberikan per tahun kelak. Ia pun menggenggam mimpinya menjadi kebanggaan keluarga dan Indonesia.

PRESTASI
Peringkat 8 kejuaraan dunia, Santo Domingo, Republik Dominika, 2006
Medali Emas Sea Games 2007
Dua Buah Medali Perunggu kejuaraan dunia 2007, Chiang Mai, Thailand.
Medali Emas kejuaraan dunia yunior,Praha, Republik Ceko, 2007
Medali Emas PON, 2008
Medali Perunggu Olimpiade Beijing, 2008
Medali Emas Universiade, China, 2011
Medali Emas Sea Games, 2013
Medali Perunggu Olimpiade London 2012
Medali Emas Dunia Angkat Besi di Almaty, Kazakhstan 2014
Medali Perak Olimpiade Rio, Brazil 2016
Medali Emas, Jakarta, Asian Games 2018