Ganda Putra Peringkat 1 Dunia

Ganda Putra Peringkat 1 Dunia – Pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur ini yang memiliki nama lengkap Kevin Sanjaya Sikamuljo ini kini menjadi buah bibir karena segudang prestasi yang dia berikan untuk Indonesia di kancah internasional Bulutangkis dunia. Bersama rekannya Markus Gideon, Kevin mampu menjuarai berbagai gelar bergengsi dilevel internasional. Serta membuat namanya dengan Markus menjadi ganda putra nomor satu dunia BWF.

Di usianya yang masih sangat mudah dan sudah menjuarai berbagai gelar bergengsi seperti juara di All England, India open super Series, dan masih ada segelintir gelar lagi yang berhasil mereka raih. Bukan hanya itu saja, Kevin dengan pasangannya, Markus mampu mengalahkan pasangan ganda putra terbaik milik Tiongkok dan juga China meskipun keduanya tergolong belum lama dipasangkan.

Ganda Putra Peringkat 1 Dunia

Kevin Sanjaya dan juga Markus Gideon juga mampu menorehkan sejarah baru dengan berhasil memenangkan turnament Super Series secara 3 kali beruntun. Tahun 2017 merupakan tahun keemasan bagi kedua pasangan muda milik Indonesia ini. Tercatat disepanjang tahun 2017 Kevin Sanjaya dan Markus Gideon sudah mampu meraih 8 gelar Super Series yang digelar dibeberapa negara.

Kini beban berat tengah berada dipundak mereka untuk mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional. Kevin Sanjaya sendiri merupakan atlet jebolan dari klub Djarum yang berada di Jawa Tengah.

Sebelum dipasangkan dengan Markus Gideon sebagai ganda putra Indonesia, pria kelahiran Agustus 1995 ini merupakan ganda campuran dimana kevin yang saat itu dipasangkan dengan Gresya Polli. Skill dan kemampuan yang semakin meningkat membuatnya sulit dihadpi oleh lawan-lawannya. Salah satunya adalah teknik servis flick yang kerap membuat lawannya emosi.

Meskipun sudah meraih banyak gelar bergengsi dilevel internasional tidak membuat pasangan muda Indonesia ini merasa puas. Baik Kevin dan juga Gideon masih ingin meraih medali emas Asian Games yang digelar di negara sendiri. Bukan hanya itu, Medali Emas Olimpiade Tokyo yang akan dihelat di Tokyo pada tahun 2020 juga menjadi target yang ingin diraih pebulu tangkis peringkat satu dunia ini.

Berikut Rentetan Gelar yang Berhasil diraih Kevin Sanjaya dan Markus Gideon
Juara All England 2017
Juara India Open Super Series 2017
Juara Malaysia Super Series 2017
Juara Jepang Super Series 2017
Juara China Super Series 2017
Juara Hongkong Super Series 2017
Juara World Super Series Finals 2017

Baca Juga : Atlet Angkat Berat Incar Emas di Asian Para Games 2018

Susi Susanti

Susi Susanti

Susi Susanti – Lucia Fanciska Susi Susanti atau yang biasa disebut Susi Susanti lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, tangal 11 Februari 1971. Dia dikenal sebagai pemain bulutangkis putri yang memiliki sikap tenang saat bertanding. Bahkan ia pun mampu mengendalikan emosi saat bertanding meskipun telah tertinggal jauh dari lawannya. Tak ada kata menyerah baginya.

Sikap mental dan sikap Susy tak lepas dari kualitas teknis permainannya. Ia memiliki kelebihan yang sempurna dari sisi pukulan komplit, fisik kuat, dan kecepatan. Itu semua ia bangun sejak kecil. Ia memang menyukai olahraga bulutangkis sejak Sekolah Dasar (SD).

Susi memulai karir bulutangkis di klub milik pamannya, PB Tunas Tasikmalaya. Di sana dia berlatih selama tujuh tahun. Setelah itu, dia hijrah ke PB Jaya Raya mulai 1985 ketika dia masih duduk di bangku kelas 2 SMP dan berpikir untuk serius di dunia bulutangkis. Ia pun masuk sekolah altet dan tinggal di Asrama.

Tinggal di asrama, ia harus disiplin. Ia memiliki jadwal latihan yang sangat padat.  Enam hari dalam seminggu, Senin – Sabtu dari jam 7 sampai jam 11 pagi, lalu disambung lagi jam 3 sore sampai jam 7 malam.

Memasuki usia 14 tahun, ia menjadi Juara World Championship Junior pada 1985. Ia raih dalam pertandingan tunggal, ganda putri, dan campuran. Pada 1987, ia kembali menjuarainya pada nomor tunggal dan ganda putri. Fantastis, ia raih 5 kali juara junior tingkat dunia.

Sementara karier profesional dewasanya, ia mulai meraih juara Indonesa Terbuka pada tahun 1989 saat berusia 18 tahun. Di ajang turnamen Indonesia Terbuka Susi 6 kali juara.

Sejak itu, prestasi demi prestasi ia raihnya. Sebelumnya, pada 1987, Susi berhasil turut serta menyumbangkan gelar Piala Sudirman pada tim Indonesia untuk pertama kalinya. Susi mulai dengan merajai kompetisi bulu tangkis wanita saat itu, dengan menjuarai All England sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1990, 1991, 1993, dan 1994. Ia juga menjadi Juara Dunia di tahun 1993.

Susi Susanti

Namun, namanya menjadi kebanggaan rakyat Indonesia terjadi pada tahun 1992, ia berhasil menjadi juara tunggal putri cabang bulu tangkis di Olimpiade Barcelona, Spanyol. Selasa 4 Agustus 1992, rakyat Indonesia larut dalam kebahagiaaan. Di hari itu, Susi Susanti berhasil menorehkan nama Indonesia di panggung internasional dengan merebut medali emas di ajang Olimpiade Barcelona.

Dalam laga puncak, Susi berhasil mengalahkan pebulutangkis tunggal putri Korea Selatan, Bang Soo-hyun, 5-11, 11-5 dan 11-3. Usai laga itu, Susi pun menghadirkan kebanggaan dari arena olahraga sejagat raya. Ia menjadi peraih emas pertama bagi Indonesia di ajang olimpiade.

Yang bikin hebat lagi, Alan Budikusuma yang saat itu berstatus pacar juga berhasil menjadi juara di tunggal putra. Setelah itu media asing menjuluki mereka sebagai “Pengantin Olimpiade”, dimana julukan itu akhirnya menjadi kenyataan pada 9 Februari 1997.

Di Olimpiade berikutnya tahun 1996 di Atlanta, Amerika Serikat, ia kembali berhasil meraih medali walaupun medali perunggu. Saat itu juga Susi berhasil merebut Piala Uber tahun 1994 dan 1996 bersama tim Uber Indonesia. Banyak gelar yang seri Grand Prix yang berhasil ia raih sepanjang kariernya.

Memasuki tahun 1997, saat mulai regenerasi pemain muda, Susi mulai mengundurkan diri dari dunia bulutangkis. Pada tahun yang sama, ia pun melaksanakan pernikahannya dengan Alan Budi Kusuma di Jakarta.

Selama membangun rumah tangga, Susi tak lepas dengan dunia bulutangkis. Ia mendirikan gedung bulutangkis dengan nama Olympic Badminton Hall di Kelapa Gading, Jakarta. Mereka berdua juga membuat raket dengan merek Astec (Alan-Susi Technology). Selain itu, Susi juga disibukkan menjadi komentator pertandingan bulutangkis di stasiun televisi.

KELUARGA
Suami            : Alan Budikusuma
Anak              : Laurencia Averina,  Albertus Edward dan  Sebastianus Frederick

PENGHARGAAN
Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama 1992
The Badminton Hall of Fame 2004

Tunggal Putri

  • Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992
  • Medali Perunggu Olimpiade Atlanta 1996
  • Medali Perunggu Asian Games 1990, dan 1994
  • Juara World Championship 1993, semifinalis World Championship 1991, 1995
  • Juara All England 1990, 1991, 1993, dan 1994, Finalis All England 1989
  • Juara World Cup 1989 ,1990, 1993, 1994, 1996, 1997
  • Juara World Badminton Grand Prix 1990, 1991, 1992, 1993, 1994 dan 1996
  • Juara Indonesia Open 1989, 1991, 1994, 1995, 1996, dan 1997
  • Juara Malaysia Open 1992,1993, 1994, 1995, dan 1997
  • Juara Japan Open 1991 1992, 1994, dan 1995
  • Juara Korea Open 1995
  • Juara Dutch Open 1993, 1994
  • Juara German Open 1992, 1993 1994
  • Juara Denmark Open 1991 dan 1992
  • Juara Thailand Open 1991, 1992, 1993, dan 1994
  • Juara Swedish Open 1991 1992
  • Juara Vietnam Open 1997
  • Juara China Taipei Open 1991, 1994 dan 1996
  • Juara SEA Games 1987, 1989, 1991, 1995, 1997 (beregu)
  • Juara PON 1993
  • Juara World Championship Junior 5 kali 1985(ws,wd,xd=3 nomor sekaligus)1987(ws,wd)
  • Juara Australia Open 1990

Beregu Putri

  • Juara Piala Sudirman 1989 (Tim Indonesia)
  • Juara Piala Uber 1994 dan 1996 (Tim Indonesia)
  • Finalis Piala Sudirman 1991, 1993, 1995 (Tim Indonesia)
  • Finalis Piala Uber 1998 (Tim Indonesia)
  • Finalis Asian Games 1990, 1994 (Tim Indonesia)
  • Semifinalis Piala Uber 1988, 1990, 1992 (Tim Indonesia)
  • Juara SEA Games 1987, 1989, 1991, 1993, 1995 (Tim Indonesia)
  • Juara PON 1993 (Tim Jawa Barat)

Baca Juga : Perjalanan Tim Nasional Indonesia di Tahun 2017

Profile Alan Budikusuma

Alan Budikusuma

Alan Budikusuma – Sempat terpuruk tanpa prestasi tak membuat pebulutangkis ini menyerah. Alan Budikusuma terus berlatih meski dikucilkan oleh media. Hasilnya ia memperoleh medali emas di Olimpiade Barcelona 1992.

Bendera Merah Putih pun berkibar dan namanya melambung bak pahlawan menang dari medan perang. Tak hanya itu, kegembiraan Alan Budikusuma. Pada momen yang sama, pacarnya Susi Susanti, yang kemudian menjadi istrinya, memperoleh emas dari pertandingan putri tunggal. Alan dan Susi kemudian dijuluki Pengantin Olimpiade.

Sukses Alan bukan hal mudah. Ia harus menghabiskan waktu, tenaga, dan meninggalkan keluarga tuntuk meraih mimpinya. Ia ingin menjadi pemain bulu tangkis ternama layaknya Legenda Rudy Hartono. Tak heran, sejak kecil ia sudah tertarik dengan dunia tepok ini.

Alan Budikusuma lahir di Surabaya, 29 Maret 1968 silam. Pria yang memiliki nama lengkap Alexander Alan Budikusuma Wiratama ini sudah memiliki ketertarikan dengan dunia bulutangkis sejak usianya masih 7 tahun. Ketertarikannya dengan dunia bulutangkis, ia buktikan dengan bergabung bersama klub Rajawali di Surabaya.

Pada 1983 saat berusia 15 tahun, ia pun hijrah ke Kudus agar dapat bergabung dengan PB Djarum, yaitu klub bergengsi yang telah mencetak banyak atlet berkualitas hingga kini.

Bakatnya semakin terlihat kala ia berhasil memenangkan Jakarta Open pada tahun 1985. Prestasinya memancing ketertarikan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk mengajaknya bergabung saat usianya 19 tahun. Setahun kemudian ia berhasil juara di Thailand Open.

Meski terlihat selalu cemerlang, Alan pun sempat mengalami beberapa kekalahan. Ia pun terpuruk, salah satunya saat melawan Ardy B. Winata di All England 1991.

Tapi, hal ini tidak mengubur semangatnya untuk terus berlatih dan memperbaiki kualitas permainannya. Hingga pada tahun 1992, ia berhasil membalas kekalahannya  dengan Ardy  saat mengikuti Olimpiade Barcelona dan berhasil membawa pulang emas.

Alan Budikusuma

Kemenangan Alan tak hanya di Olimpiade Barcelona. Sederet prestasi telah ia cetak baik medali emas maupun perak. Ia pun menjuarai beberapa turnamen; German Open (1992), Indonesia Open (1993), dan Malaysia Open (1997).  Namun, yang ia tak lupankan adalah juara pertama kalinya di Jakarta Open (1985) dan meraih emas Olimpiade Barcelona 1992.

Pada 1997, saat berusia 29 tahun, Alan Budikusuma memutuskan menikah dengan Susi Susanti setelah berpacaran kurang lebih 9 tahun. Meski, awalnya ditentang karena masalah karier, namun mereka tetap melangsungkan pernikahannya.

Setelah itu, ia pun memutuskan untuk pensiun dari dunia bulutangkis. Namun, bukan berarti ia betul-betul lepas tangan. Alan masih peduli dengan perkembangan bulutangkis tanah air dan juga mengkritisinya. Pada tahun 2002, Alan dan sang istri membangun usaha bersama yaitu bisnis raket dengan merk Astec (Alan-Susi Technology).

KELUARGA

Istri : Susi Susanti
Anak  : Lourencia Averina, Albertus Edward, Sebastianus Frederick

KARIER

Juara Jakarta Open 1985
Juara Thailand Open 1989
Juara Dutch Open 1989
Juara China Open 1991
Juara German Open 1992
Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992
Juara Malaysia Open 1995
Juara Indonesia Open 1993
Juara Malaysia Open 1995
Medali Emas Piala Thomas 1996

PENGHARGAAN

Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama

Baca Juga : Pesenam Muda Berbakat Indonesia Raih Perunggu di Moskow