Nama Lengkap : Debby Susanto

Alias : No Alias

Profesi : Olahragawan

Tempat Lahir : Palembang

Tanggal Lahir : Rabu, 3 Mei 1989

Zodiac : Taurus

Hobby : Musik

Warga Negara : Indonesia

Profil Debby Sutanto Atlet Indonesia

Profil Debby Sutanto Atlet Indonesia – Debby Susanto adalah salah satu pemain bulu tangkis untuk kelas ganda putri maupun ganda campuran Indonesia. Di kelas ganda putri, ia pernah berpasangan dengan Komala Dewi, Pia Zebadiah Bernadet, dan Richi Puspita Dili. Sementara di kelas ganda campuran, ia pernah dipasangankan dengan Mochamad Rizki Delynugraha dan kemudian digantikan oleh Muhammad Rijal.

Debby pertama kali tampil menjadi wakil negara Indonesia ketika mengikuti turnamen World Junior Championship 2006 di Korea. Bagi Debby, pertandingan yang paling mengesankan adalah ketika dia mengikuti kejuaraan German Junior 2007, dimana ia berhasil menjadi semifinalis dan hal itu merupakan prestasi pertama Debby di kancah internasional. Sementara itu, Debby juga pernah mengalami hal yang paling mengecewakan, yaitu ketika ia berpeluang menjadi juara di ganda putri di Smiling Fish Asian Satellite Championship 2007, namun batal tampil karena tidak didaftarkan oleh PBSI.

Pemain bulu tangkis binaan PB Djarum ini kini menduduki peringkat 21 sedunia di kelas ganda campuran bersama pasangan mainnya, Muhammad Rijal. Prestasi terakhir yang berhasil mereka torehkan adalah dengan menjadi semifinalis di Macau Open Grand Prix Gold awal Desember 2011 lalu.

PENGHARGAAN

2008:

Semi final Vietnam Challenge 2008 (bersama Komala Dewi)
Perempat final GGJP Indonesia Challenge 2008 (bersama Mochamad Rizki Delynugraha)

2009:

Perempat final Yonex Sunrise India Open 2009 (bersama Muhammad Rijal)
Juara Vietnam International Challenge 2009 (bersama Pia Zebadiah Bernadet)
Semi final Vietnam International Challenge 2009 (bersama Muhammad Rijal)
Perempat final Bingo Bonanza Philippine Grand Prix Gold 2009 (bersama Pia Zebadiah Bernadet)
Semi final Bingo Bonanza Philippine Grand Prix Gold 2009 (bersama Muhammad Rijal)
Perempat final New Zealand Open Grand Prix 2009 (bersama Pia Zebadiah Bernadet)
Perempat final New Zealand Open Grand Prix 2009 (bersama Muhammad Rijal)

2010:

Perempat final India Grand Prix Gold 2010 (bersama Richi Puspita Dili)
Semi final India Grand Prix Gold 2010 (bersama Muhammad Rijal)
Perempat final Kumpoo Macau Open Badminton Championships (bersama Muhammad Rijal)
Perempat final Chinese Taipei Grand Prix Gold 2010 (bersama Pia Zebadiah Bernadet)
Perempat final Indonesia Grand Prix Gold 2010 (bersama Muhammad Rijal)

2011:

Semifinalis India Open Superseries 2011 (bersama Muhammad Rijal)
Semifinalis Piala Sudirman 2011
Perempat final Yonex Denmark Open (bersama Muhammad Rijal)
Medali Perunggu SEA Games 2011 (bersama Muhammad Rijal)
Medali Perak SEA Games 2011
Semifinalis Macau Open Grand Prix Gold 2011 (bersama Muhammad Rijal)

Baca Juga : Final Piala AFF U-16, Timnas Indonesia Akan Hadapi Thailand

Team Bulu Tangkis Indonesia Yang Akan DI Tunggu Untuk Kiprah Tahun 2018

Team Bulu Tangkis Indonesia Yang Akan DI Tunggu Untuk Kiprah Tahun 2018

Team Bulu Tangkis Indonesia Yang Akan DI Tunggu Untuk Kiprah Tahun 2018 – Untuk para pemain bulu tangkis ini yang berasal dari negara indonesia sudah tidak sabar ingin menjadi tahun yang mendebarkan bagi penggemar bulutangkis Indonesia. Ada banyak penantian dan harapan yang disematkan pada pebulutangkis – pebulutangkis andalan Indonesia. Apalagi, akan ada beberapa kejuarana penting di 2018 seperti Thomas Cup dan Uber Cup, Kejuaraan Dunia, Super Series World Tour hingga Asian Games.

Nah siapa saja pemain dan pasangan yang sudah di tunggu – tunggu untuk Kiprahnya, yaitu sebagai berikut :

1. Marcus Gideon/Kevin Sanjaya

6 Pebulutangkis Indonesia yang Paling Ditunggu Kiprahnya di 2018
Ganda putra terbaik Indonesia, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya adalah pemain yang paling ditunggu penampilannya di tahun 2018. Tidak hanya oleh penggemar bulutangkis Indonesia, tetapi juga publik bulutangkis dunia. Itu tidak lepas dari dominasi Marcus/Kevin sepanjang tahun 2017 dengan meraih 7 gelar Super Series yang menjadi rekor baru di ganda putra. Nah, publik pasti menunggu, apakah pasangan ganda putra berjuluk Minions ini bisa kembali mengulangi penampilan hebat mereka di tahun 2018. Dikutip dari @Badminton.Ina, pada Januari ini, Marcus/Kevin akan tampil perdana di Indonesia Masters yang digelar di Jakarta pada pekan ketiga. Lalu, di akhir Januari, Marcus/Kevin akan main di India Open.

2. Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan

6 Pebulutangkis Indonesia yang Paling Ditunggu Kiprahnya di 2018
Tahun 2018 ini, pebulutangkis senior, Hendra Setiawan kembali ke Pelatnas. Dan yang menarik ditunggu, Hendra akan kembali berpasangan dengan Mohamad Ahsan. Saat berpasangan, keduanya pernah menjadi juara dunia 2013 dan 2015 serta meraih medali emas Asian Games 2014 sebelum berpisah pada akhir Desember 2016. PBSI rencananya baru akan memainkan mereka di India Open pada akhir Januari. Akhir tahun lalu, Hendra/Ahsan sudah bermain bersama di Kejurnas dan menjadi juara. Rasanya akan menarik bila Hendra/Ahsan bisa sering bertemu Marcus/Kevin di final.

3. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

6 Pebulutangkis Indonesia yang Paling Ditunggu Kiprahnya di 2018
Tahun 2018 menjadi petualangan baru bagi pemain ganda campuran, Praveen Jordan. Juara All England 2016 ini tidak akan lagi berpasangan dengan Debby Susanto yang di tahun 2017 berhasil jadi juara Korea Open. Oleh PBSI, Praveen kini dipasangkan dengan Melati Daeva Oktavianti. Dan, kita tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui pencapaian pasangan baru ini. Pasalnya pada Januari ini, pasangan baru ini akan mulai tampil di turnamen Malaysia Masters yang dimainkan pada 16-21 Januari. Setelah itu, mereka tampil di Indonesia Masters dan India Open. Nah, menarik ditunggu bagaimana pencapaian Praveen/Melati di awal tahun.

4. Ricky Karanda/Debby Susanto

6 Pebulutangkis Indonesia yang Paling Ditunggu Kiprahnya di 2018
Sama dengan Praveen/Melati, penampilan Debby Susanto bersama pasangan barunya di nomor ganda campuran, Ricky Karanda juga patut dinantikan. Keduanya juga baru dipasangkan. Ricky sebelumnya merupakan pemain ganda putra dan sempat masuk rangking 10 besar bersama Angga Pratama. Nah, di Januari ini, Ricky/Debby akan mulai tampil di turnamen Malaysia Masters, kemudian Indonesia Masters dan India Open. Sebelumnya, Ricky menyebut ingin melampaui prestasi Praveen.

5. Ruselli Hartawan

6 Pebulutangkis Indonesia yang Paling Ditunggu Kiprahnya di 2018
Nama Ruselli Hartawan mencuat di tahun 2017. Tunggal putri yang baru berusia 19 tahun ini berhasil meraih gelar. Terakhir, dia memenangi Kejurnas yang membuatnya kembali masuk Pelatnas. Nah, di tahun 2018, Ruselli akan lebih sering tampil di turnamen-turnamen level atas. Pekan depan, Ruselli akan main di turnamen Thailand Masters yang dimainkan 9-14 Januari. Menarik ditunggu kiprah Ruselli. Karena memang, ada banyak orang yang menunggu tunggal putri Indonesia bisa berprestasi.

6. Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva

6 Pebulutangkis Indonesia yang Paling Ditunggu Kiprahnya di 2018
Tahun 2018 ini akan menjadi tahun “naik kelas” bagi pasangan muda ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto dan Siti Fadia Silva. Mulai tahun ini, Rehan/Siti akan lebih sering dikirim tampil di turnamen. Januari ini, keduanya akan tampil di Thailand Mastesrs dan Indonesia Masters. Menarik ditunggu bagaimana kiprah dari pasangan juara Asia Junior Championship dan runner up World Junior Championship ganda campuran 2017 ini. Andai Rehan/Siti bisa langsung bersaing dengan pemain-pemain kelas dunia, Indonesia berarti sudah menemukan penerus Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Baca Juga : Boaz Solossa

Ardy B Wiranata

Ardy B Wiranata

Ardy B Wiranata – Bagi pencinta bulu tangkis dia merupakan salah satu pebulutangkis lengenda tanah air, apabila kita mengingat lagi bagaimana perjuangan pahlawan Indonesia dilapangan. dia merupakan sosok pemain yang pantang menyerah sampai angka terakhir, lawan yang berhadapan dengan seorang Ardy B Wiranata tentu harus mempunyai stamina yang kuat. ciri khas permainan seorang Ardy adalah reli-reli panjang yang sangat menguras tenaga seorang pebulutangkis.

Ardy B Wiranata lahir di Jakarta 10 Februari 1970, merupakan anak bungsu dari pasangan Leo wiranata dan Paula Maria Suryani. Ardy merupakan jebolan dari PB Djarum yang telah banyak melahirkan legenda bulutangkis Indonesia. Nama ardy mulai diperhitungkan dalam olah raga bulutangkis pada tahun 1987 dimana dia bersinar di Invitasi Dunia junior dengan memenangkan gelar tunggal putra dan ganda campuran yang pada saat itu berpasangan dengan Susi Susanti, sejak saat itu ardy mulai menjadi tumpuan Indonesia dalam olah raga bulutangkis, tahun 1989 ia sudah menjadi runner up di kejuaraan dunia. dan pada tahun 1991 gelar juara dunia berada di dalam gegaman seorang Ardy B wiranata.

Ardy B Wiranata

Persembahan terbaik yang pernah tercatat dengan momen yang paling mengharukan buat seluruh bangsa Indonesia ketika Ardy dan Alan bertemu di final Olimpiade Barcelona, dimana terjadi All Indonesia final dan merupakan sejarah buat Indonesia dalam pesta Olah raga bangsa-bangsa di dunia, pertama kali dalam sejarah Indonesia meraih Medali emas dan perak.

Ardy B Wiranata

Dalam sejarahnya menjadi seorang pebulutangkis sudah banyak gelar yang ardy hasilkan bagi dirinya sendiri maupun untuk Indonesia.
berikut daftar prestasi yang pernah diraih selama masih aktif menjadi seorang atlit.
Medali Perak Olimpiade Barcelona 1992
Medali Perak Kejuaraan Dunia 1989
Medali Perunggu Kejuaraan Dunia 1991, 1993
Juara All England 1991
Juara SEA Games 1991
Juara Piala Dunia 1991
Juara Final GP 1994
Juara Indonesia Terbuka 6 kali (1990, 1991, 1992, 1994, 1995, dan 1997)
Juara Jepang Terbuka 3 kali (1991, 1992, dan 1994)
Juara China Terbuka 1989
Juara Malaysia Terbuka 1993
Juara Korea Terbuka 1994
Juara Singapura Terbuka 1994
Juara Taiwan Terbuka 1992
Juara Swedia Terbuka 1991 dan 1997
Juara U.S. Open Badminton 2000
Juara Piala Thomas 1994 dan 1996 (Tim Piala Thomas Indonesia)

Baca Juga : Hanya Tersisa 3 Wakil Indonesia di All England 2018

Kurnia Meiga Kiper Timnas Indonesia

Kurnia Meiga Kiper Timnas Indonesia – Penjaga gawang berbakat kelahiran Jakarta, 7 Mei 1990 sukses menyihir sepakbola Indonesia berkat ketangguhannya menjaga gawangnya. Diusianya yang muda, kiper yang memiliki nama lengkap Kunia Mega Hermansyah ini mampu menjadi yang terbaik Indonesia diantara pemain yang lebih senior darinya. Bukan hanya itu, dengan kemampuannya yang tangguh menjaga gawangnya dari kebobolan, pria 28 tahun itu juga kerap menjadi pilihan utama untuk mengawal gawang Timnas Indonesia.

Memiliki tinggi badan yang mumpuni, Kurnia Meiga juga kerap melakukan penyelamatan krusial baik untuk timnya Arema maupun Timnas Indonesia. Meiga yang yang merupakan salah satu jebolan sekolah sepakbola di Indonesia.

Kemampuan Kurnia Mega semakin meningkat sejak pria asal Jakarta ini bergabung dengan Persijap Jepara U-18 dan U-23 sebagai seorang penjaga gawang. Bakat luar biasa Meiga tercium oleh Arema yang sekaligus menjadi klub pertamanya di level profesional. Bersama Arema, Kurnia Meiga juga bergabung satu tim dengan kakaknya, Achmad Kurniawan lebih dulu bergabung dan juga memiliki posisi yang sama yaitu sebagai kiper.

Kurnia Meiga Kiper Timnas Indonesia

Penampilan menawan Kurnia Meiga juga membuat dirinya lebih dipercaya sebagai pilihan utama untuk menjaga gawang Arema. Hingga di tahun 2007, Kurnia Meiga terpilih sebagai satu penjaga gawang yang tergabung dalam Timnas Indonesia U-19. Bukan hanya itu, Kurnia Meiga juga kerap menjadi langganan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-21 dan U-23 dibawah komando Rahmad Darmawan.

Pengalaman serta handal dalam membaca arah bola membuat Kurnia Meiga mampu menggantikan posisi Markus Horison yang lebih memilih gabung Persib Bandung ditahun 2009. Bukan hanya dilevel klub saja Kurnia Meiga mampu menggusur Markus Horison sebagai kiper utama tetapi di pos penjaga gawang di Timnas Indonesia senior.

Di Liga Super Indonesia musim kompetisi 2009/2010, karir Kurnia Meiga semakin melejit dimana namanya terpilih sebagai pemain terbaik sekaligus berhasil menyingkirkan nama beken seperti Christian Gonzales yang juga merupakan top score pada saat itu. Dimusim berikutnya, Pria asal Jakarta itu juga sukses mengantarkan Arema menduduki peringkat runner up di kalsemen akhir Liga Super Indonesia musim kompetisi 2010/2011.

Ditahun 2016, Kurnia Meiga mendapat kesempatan emas untuk meningkatkan kemampuannya. Kiper berusia 28 tahun itu menjalani trial bersama raksasa J League, Gamba Osaka. Di kejuaraan Piala AFF 2016, Kurnia Mega kembali dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia sebagai kiper utama dibawah arahan Alfreid Riedl.

Berikut ini adalah perjalanan karir dari Kurnia Meiga Hermansyah :
PS Urakan, Jakarta Timur
Sekolah Diklat Ragunan, Jakarta
Persijap Jepara U-18 tahun 2006
Persijap Jepara U-23 tahun 2007
Timnas Indonesia U-19 tahun 2007
Timnas Indonesia U-21 tahun 2008
Timnas Indonesia U-23 tahun 2009
Timnas Senior, 2010 hingga sekarang
Arema Indonesia tahun 2008 – 2012
Arema Cronus tahun 2012 hingga sekarang

Berikut ini adalah penghargaan yang diraih Kurnia Meiga Hermansyah :
Prestasi di level Klub
Juara 1 Liga Super Indonesia 2009/2010
Juara 1 Inter Island Cup 2014
Runner Up Liga Super Indonesia 2012/2013
Prestasi Personal
Pemain Terbaik Liga Super Indonesia 2009/2010

Baca Juga : Profil Dan Prestasi Chris John

Profil Dan Prestasi Chris John

Profil Dan Prestasi Chris John – Pria kelahiran Banjarnegara 14 September 1979 yamg memiliki nama lengkap Yohannes Christian John atau yang lebih sering kita ingat Chris John merupakan salah satu atlit tinju berbakat yang dimiliki Indonesia. Terlahir dari seorang petinju, Chris Jhon mengikuti jejak ayahnya yang dulunya seorang petinju profesional yaitu Johan Tjahjadi.

Bakat Chris John tercium oleh Sutan Rambing yang juga merupakan pelatih tinju ternama pada saat itu. Bersama Sutan Rambing, Chris Jhon memulai karir tinju profesionalnya ditahun 1998 dimana Firman Kanda menjadi debut perdananya di tingkat profesional. Dilaga debutnya, Chris John berhasil meraih kemenangan setelah menyudahi perlawanan lawannya di ronde ke 6.

Nama Chris John semakin melejit usai mengalahkan petinju ternama saat itu, Muhammad Alfaridzi dalam drama 12 ronde pertandingan yang berjalan menegangkan dan sukses meraih gelar juara nasional kelas bulu. Muhammad Alfaridzi sendiri bukan lawan yang mudah bagi Chris John, tercatat pria Banjarnegara itu sempat mengalami knockdown dua kali di ronde pertama.

Profil Dan Prestasi Chris John

Ditahun 2001, Chris John kembali menunjukkan taringnya dengan berhasil mengalahkan Soleh Sundava untuk memperebutkan gelar PABA kelas bulu. Dilevel internasional sendiri Chris John mendapatkan kesempatan untuk berhadapan dengan petinju asal Kolombia yaitu Oscar Leon pada September 2003. Dan Crish John juga berhasil meraih gelar juara dunia WBA usai menang angka atas petinju asal Kolombia itu.

Pada tahun 2005 Pria kelahiran 14 September 1979 itu akhirnya resmi melepas masa lajangnya yaitu dengan menikahi Anna Maria Megawati yang juga merupakan seorang mantan atlet wushu. Kini Chris John sudah dikaruniai dua anak perempuan. Ada hal yang  menarik dari Pria Banjarnegara ini dimana selain petinju, Chris John juga merupakan atlet wushu. Kesuksesannya didunia tinju juga turut membawa Chrish John membintangi beberapa iklan di televisi dan juga sebagai komentator diacara tinju.

Berikut Daftar Prestasi Chris John pada masa keemasanannya :
Menang saat menghadapi Osamu Sato di Jepang
Seri saat menghadapi Jose Cheo Rojas (Pertemuan Pertama)
Menang saat berhadapan dengan Derrick Gainer
Menang kala bersua dengan Tommy Browne di Australia
Menang saat berhadapan dengan Juan Manuel Marquez
Menang saat berhadapan dengan Renan Acosta
Menang saat bersua dengan Jose Cheo Rojas (Pertemuan Kedua)
Menang saat berhadapan dengan Zaiki Takemoto di Jepang
Menang saat berhadapan dengan Roinet Caballero di Indonesia
Menang saat berhadapan dengan Hiroyuki Enoki
Seri saat berhadapan dengan Ricardo Rocky Juarez
Menang saat berhadapan dengan Ricardo Rocky Juarez
Menang saat berhadapan dengan Fernando David Saucedo
Menang saat berhadapan dengan Daud Cino Yordan

Baca Juga : Ganda Putra Peringkat 1 Dunia