Biodata Tantowi Ahmad

Biodata Tantowi Ahmad – Tantowi menunjukkan penampilan apiknya di pertandingan pertama bersama Lilyana. Dimana mereka berhasil membawa pulang gelar juara di turnamen Macau Open Grand Prix Gold 2010. Kala itu mereka berhadapan dengan rekan senegara sendiri, Hendra Aprida Gunawan dan Vita Marissa. Menang dengan skor 21-14, 21-18, pasangan ini mulai menunjukkan kapasitas mereka.

Tontowi semakin mantap mengumpulkan gelar juara bersama Lilyana yang berusia 2 tahun diatasnya. Beberapa torehan juara dari ganda campuran ini antara lain Juara Malaysia Open GP Gold 2011, Juara Sunrise India Open Super Series 2011, Juara Swiss Open 2012, Runner-Up Yonex Denmark Open 2012 dan masih banyak lainnya.

Tetapi , diantara gelar juara yang berhasil mereka dapatkan, menjadi Juara Yonex All England Badminton Championships 2013 bisa dibilang adalah prestasi terbesar mereka. Hal tersebut karena sektor ganda campuran Indonesia terakhir kali keluar menjadi juara di event yang sama 33 tahun yang lalu.

  • Bukan hanya itu saja, pasangan ini kembali membawa kebanggaan bangsa di 2013 ini. Lewat ajang pertandingan BWF World Championsip di Guangzhou, China, Agustus lalu, Owi dan Butet keluar sebagai juara dunia. Mereka mengalahkan ganda campuran tuan rumah, China, Xu Chen-Ma Jin.

BIODATA TANTOWI AHMAD

Lahir: 18 Juli 1987 (29 tahun), Kabupaten Banyumas, Indonesia
Tinggi: 5 ft 10″
Pasangan: Michelle Harminc (m. 2014)
Anak: Danish Arsenio Ahmad
Penghargaan: Indonesia KCA untuk Atlet Favorit
Orang tua: Masruroh, Muhammad Husni Muzaitun

Prestasi Tantowi Ahmad

Tantowi Ahmad – Lilyana Natsir, French Open Super Series 2013

Ganda Putra
Perempat final Yonex German Open 2008 (bersama Muhammad Rijal)

Ganda Campuran
Bersama Shendy Puspa Irawati
Juara Vietnam GP 2008

Bersama Richi Puspita Dili
Juara Vietnam International Challenge 2009

Bersama Greysia Polii
Perempat final Yonex-Sunrise Badminton Asia Championships 2010

Bersama Lilyana Natsir

  • Juara Kumpoo Macau Open Badminton Championships 2010
  • Runner-Up Chinese Taipei GP Gold 2010
  • Juara Indonesia Open GPG 2010
  • Juara Sunrise India Open Super Series 2011
  • Juara Malaysia Open GP Gold 2011
  • Juara Singapura Open Super Series 2011
  • Runner-up Indonesia Open Super Series Premier 2011
  • Juara Sea Games 2011
  • Juara Kumpoo Macau Open 2011
  • Juara Yonex All England Open Badminton Championships 2012
  • Juara Swiss Open 2012
  • Juara Yonex Sunrise India Open 2012
  • Runner-Up Djarum Indonesia Open Super Series 2012
  • Juara Indonesia Open GP Gold 2012
  • Runner-Up Yonex Denmark Open 2012
  • Juara Kumpoo Macau Open Badminton Championships 2012
  • Juara Yonex All England Badminton Championships 2013
  • Semifinalis Swiss Open Grand Prix Gold 2013
  • Juara Yonex Sunrise India Open Super Series 2013
  • Semifinal Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013
  • Juara Li-Ning Singapore Open Super Series 2013
  • Juara BWF World Championship 2013
  • Runner-Up Yonex Surise Indonesia Open GP Gold 2013
  • Runner-Up Yonex Denmark Open Super Series Premier 2013
  • Juara Victor China Open Super Series Premier 2013
  • Juara Yonex All England Badminton Championships 2014
  • Juara OUE Badminton Singapore Open 2014
  • Juara French Open Super Series 2014
  • Runner-Up Yonex All England Badminton Championships 2015
  • Semifinal Maybank Malaysia Open 2015
  • Juara Ganda Campuran Olimpiade Rio Brazil 2016

Baca Juga :

Biodata Marcus Fernaldi Gideon

Biodata Marcus Fernaldi Gideon – Marcus Gideon sudah banyak berpasangan dengan berbagai atlet entah di pelatnas maupun non pelatnas, terakhir dia sempat dipasangkan dengan Markis Kido dan meraih prestasi yang pada akhirnya kembali ditarik ke pelatnas setelah sebelumnya mengundurkan diri karna alasan tertentu.

Markus di kenal dengan Smash nya yang cukup keras dan tajam, dia adalah bagian penyerang sedangkan kevin adalah bagian atur strategi atau lebih sering didepan net untuk mengantisipasi permainan net serta menempatkan pada sisi tertentu agar shuttlecock diangkat oleh musuh kemudian dijadikan serangan balik oleh Marcus Gideon.

Kevin sudah bersiap didepan Net jika semisal pengembalian shuttlecock dari musuh tanggung dengan penempatan yang halus atau susah dijangkau bisa juga dengan smash keras agar langsung mematikan musuh yang akhirnya menambah poin bagi pasangan “The Minion” ini.

Kembali kita bahas tentang Kehidupan Marcus Gideon yang tak lama lagi akan melangsungkan pernikahan dengan tunangannya. Keduanya sudah melakukan sesi prewedding dan diabadikan dalam sebuah video yang cukup menarik meski masih belum ada di instagram Marcus Gideon.

BERIKUT ADALAH BIODATA, AGAMA, PACAR DAN INSTAGRAM MARCUS GIDEON

Nama Lengkap: Marcus Fernaldi Gideon
Tempat Tanggal Lahir: Jakarta, 9 Maret 1991
Profesi: Atlet
Pasangan: Kevin Sanjaya Sukamuljo
Agama: Kristen
Pacar / Tunangan: Agnes Amelinda
Sponsor: Yonex
Instagram: https://www.instagram.com/marcusfernaldig

Daftar Prestasi:
Juara Prancis Terbuka 2013
Medali Perak Singapura 2015 Ganda Putra
Medali Emas Singapura 2015 Beregu Putra
Medali Perak Piala Thomas Kunshan 2016 Beregu Putra
Medali Perunggu Piala Sudirman Dongguan 2015 Beregu Campuran
Juara Australia Open 2016
Juara India Open 2016
Juara China Open 2016
Juara India Open Super Series 2017
Juara Malaysia Open Super Series Premier 2017
Juara All England 2017
Juara Japan Open 2017
Runner Up Denmark Open 2017
Juara BWF Superseries Finals 2017
Juara 1 Indonesian Master 2018
Juara 1 India Open 2018
Juara 1 All England Open 2018

Terakhir dalam ajang Asian Games 2018 ganda putra Indonesia Kevin Sukamuljo/ Marcus Gideon berhasil menjadi juara pertama yang layak mendapatkan medali emas.

Baca Juga :

Biodata Kevin Sukamuljo

Biodata Kevin Sukamuljo – Kevin Sanjaya lahir di Banyuwangi pada tanggal 2 Agustus 1996. Itu artinya usia Kevin Sanjaya saat ini adalah 22 tahun (2018). Nama Ayah Kevin Sanjaya adalah: Sugiarto Sukamuljo. Sedangkan Ibu Kevin Sanjaya bernama: Winartin Niawati. Kevin Sanjaya mempunyai saudara laki-laki yang bernama: Nico Prasetya Sukamuljo.

Sejak kecil Kevin Sanjaya sudah menunjukkan ketertarikannya terhadap bulu tangkis. Sejak usianya masih 2,5 tahun, Kevin Sanjaya rela bergadang menonton sang Ayah yang bermain bersama teman-temanya. Ibunya sampai membujuk Kevin Sanjaya agar segera tidur karena sudah larut malam.
Saat Taman Kanak-kanak, bakat Kevin Sanjaya terlihat. Cara bermain Kevin sudah seperti anak yang sudah besar. Melihat ibu, sang Ayah mulai mencari pelatih di Jember untuk melatih Kevin. Sebenarnya niat sang Ayah saat itu tidak muluk-muluk, ia ingin Kevin mengetahui dasar-dasar dan teknik bulu tangkis yang benar.
Selama setahun, Kevin Sanjaya harus bolak-balik Jember dan Banyuwangi dengan jadwal latihan 4 kali dalam seminggu. Karena lelah, akhirnya orang tua Kevin Sanjaya mencari pelatih yang berada dekat dengan kediamannya. Mulai saat itu, Kevin Sanjaya bergabung di klub PB Sari Agung, Banyuwangi hingga kelas 6 Sekolah Dasar.

Berbagai prestasi Kevin Sanjaya peroleh. Bahkan ketika ia duduk di kelas 1 Sekolah Dasar, Kevin Sanjaya menjadi juara 1 di tingkat kecamatan dan ketika Kevin Sanjaya kelas 3 Sekolah Dasar, ia menjadi Juara Kabupaten.

ditahun 2015 baru Kevin Sanjaya berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon yang berhasil menggondol beberapa gelar juara, diantaranya: Chinese Taipe Master (2015), Malaysia Master (2016), China Terbuka (2016), All England (2017), Jepang Terbuka (2017), BWF Super Series (2017), Hongkong Terbuka (2017), dan India Terbuka (2018).
Untuk diketahui, awalnya pasangan Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi Gideon dianggap ‘sebelah’ mata. Hal ini dikarenakan pasangan ini memiliki tinggi badan dibawah atlet pada umumnya. Itulah sebabnya mereka digelari Minion. Tapi prestasi demi prestasi berhasil mereka torehkan. Bahkan prestasi mereka melebihi prestasi ganda putera legendaris Indonesia, Hendra Setiawan dan Muhammad Ahsan, dengan prestasi mereka ini, mereka mendapatkan gelar Male Player of The Year 2017 oleh BWF.

Tinggi Badan Kevin Sanjaya: 170 cm dan Berat Badan Kevin Sanjaya: 55 Kg

Baca Juga :

Biodata Kelly Purwanto

Biodata Kelly Purwanto – Kelly Purwanto Ari Nugroho adalah salah satu pemain basket Indonesia. Ia bermain untuk tim Pelita Jaya Esia, dimana sebelumnya dari tahun 2006 sampai 2009 ia membela tim Garuda Flexi Bandung.

Perkenalan Kelly dengan bola basket tidak terlepas dari peran saudara kandungnya, Franky Purwanto. Saat masih duduk di kelas 5 SD, sang kakak kerap mengajaknya bermain di lapangan basket dekat rumahnya. Kelly kecil selalu kalah dari kakaknya yang saat itu sudah duduk di bangku SMP. Kelly mulai serius bermain basket sejak kelas 3 SMP, waktu itu ia ingin menyalurkan bakat, hobi dan ketertarikannya akan basket.

Setelah itu, Kelly terus mengasah kemampuannya dengan bergabung di klub Satria Muda Junior. Bakat besar Kelly membuatnya ditaksir oleh STIE Perbanas. Usai lulus SMA tahun 2001, Perbanas memberikan beasiswa kepadanya. Jadilah ia masuk menjadi skuat inti Perbanas di ajang Libama Nasional. Sayangnya di musim pertama Perbanas ia hanya menempati posisi runner-up.

Ajang Kejuaraan Kelly Purwanto

Di tahun 2002, Kelly membawa klubnya SM Junior menjuarai Divisi I DKI dan Perbanas menjadi juara Libama Nasional. Yang paling mengesankan Kelly tentunya berlaga di ajang Adidas Asia Streetball di Shanghai, Cina. Meski timnya hanya berada di urutan kedelapan, ia keluar sebagai juara kontes lemparan tiga angka. Tahun berikutnya, Kelly masuk roster SM berlaga di IBL. Sayangnya ia hanya sempat bermain di 4 gim. Cedera pinggang membuatnya harus absen sepanjang musim.

Pria yang memiliki 25 tato di tubuhnya ini kemudian kembali di tahun 2004 dengan berlatih untuk tim PON DKI dan berhasil menjadi runner-up untuk Turnamen Sister City dan menggondol emas di PON XVI Sumsel. Ia juga kembali berlatih di Perbanas dan menjuarai Libama Utama. Kesuksesannya di Libama dan PON membuatnya kembali dilirik oleh tim-tim IBL. Tak hanya itu, namanya juga dipanggil untuk mengikuti seleksi pelatnas SEA Games XXIII oleh pelatih tim basket putra Rastafari Horongbala.

  • 2001, Runner-up Libama Utama (STIE Perbanas)
  • 2002, Juara Divisi I DKI (Satria Muda Junior)
  • 2002, Juara Libama Utama (STIE Perbanas)
  • 2002, Juara kontes three point di Adidas Asia Streetball, Shanghai China
  • 2003, Bermain di SM Britama (final four)
  • 2004, Runner-up Sister City (tim PON DKI)
  • 2004, Juara kontes three point di Sister City
  • 2004, Juara Libama Utama (STIE Perbanas)
  • 2004, Medali emas basket PON XVI, Sumsel
  • 2005, Pelatnas basket SEA Games XXIII
  • 2005, All Star IBL di Makassar (Tim Putih)
  • 2006, MVP IBL
  • 2007, Runner-Up SEABA

Nama Lengkap : Kelly Purwanto Ari Nugroho
Profesi : –
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Rabu, 3 Agustus 1983
Zodiac : Leo
Hobby : Sepakbola
Warga Negara : Indonesia

Baca Juga :

Biodata Ary Chandra

Biodata Ary Chandra – Ary Chandra adalah seorang pemain basket untuk timnas Indonesia 2011. Ia juga pernah membela tim Pelita Jaya. Ia sempat mengikuti FIBA Asia Championship 2009 dan diharapkan dapat memberikan variasi serangan untuk timnas.

Pemain basket dengan jersey nomor 25 ini mengawali karier basketnya dengan memasuki klub Iberchem Colony Jakarta pada 2002, dimana dua tahun berikutnya ia mengikuti Libanas Universitas Indonusa Esa Unggul. Di tahun 2006, Ary menjadi best shooter di Libamanas. Kemudian pada 2008, ia pindah ke klub Indonesia Muda Makassar. Barulah pada 2009, Pelita Jaya Esia merekrutnya untuk menjadi salah satu penguat di tim tersebut.

Pada mulanya, Ary bukanlah orang yang belum begitu dipantau oleh pelatihnya. Selama bermain untuk tim Pelita Jaya, Ary sering hanya ditempatkan sebagai pemain cadangan. Ia akan bermain penuh dan turun ke lapangan apabila Andy ‘Batam’ sedang cedera atau sedang diistirahatkan oleh pelatih. Namun kesempatan tersebut tidak pernah disia-siakan oleh Ary ketika bermain.

Ary Chandra

Nama Ary mulai diperhitungkan mulai musim 2010-2011 lalu. Ketika itu, Ary sempat bermain di pertandingan pertama Pelita Jaya saat dikalahkan CLS Knights di turnamen pre-season Malang. Saat itu Ary mencetak 11 angka, empat angka di bawah forward Pelita Jaya, Komink. Setelah itu Ary tak lagi bermain karena sakit. Pelita Jaya pun tak lolos babak empat besar turnamen pre-season. Pada pertandingan pertama Seri Surabaya sekaligus pertandingan pertama Pelita Jaya di musim reguler, Pelita Jaya menghadapi CLS Knights Surabaya. Kala itu, semua orang menunggu penampilan Dimas Aryo Dewanto, pemain lincah yang baru saja dibeli Pelita Jaya dari Bimasakti Malang. Akan tetapi ternyata pencetak angka terbanyak adalah Ary Chandra, 18 poin, bukan Dimas Aryo Dewanto.

Kehebatan Ary Chandra berlanjut meskipun kadang tak menjadi pilihan utama Coach Rastafari untuk tampil sebagai lima pemain pertama, Ary Chandra justru kerap menonjol sebagai pendulang angka terbanyak. Di akhir musim reguler, ketika seluruh pemain mengakumulasi semua angka yang pernah mereka cetak, Amin Prihantono mencetak 316 poin, Xaverius Prawiro 316 poin, Merio Ferdiyansyah 340, I Made Sudiadnyana 360 poin, dan di luar dugaan Ary Chandra mencetak poin terbanyak yakni 379 poin.

Ary juga terpilih menjadi MVP of game pada final game turnamen IBL Bimasakti Cup 2010 pada hari Minggu, 16 Mei 2010 lalu. Final game IBL Bimasakti Cup 2010 yang dilaksanakan di GOR Bimasakti, Malang berhasil dimenangkan oleh Pelita Jaya Esia setelah mengalahkan Satria Muda Britama dengan nilai score 59 – 51. Atas semua kesuksesan yang diraihnya, Ary pun terpilih menjadi salah satu pemain basket yang memperkuat timnas. Karier Ary juga masih akan terus berkembang, hal tersebut dapat dilihat dari performanya di sepanjang seri pertama awal musim 2011-2012 ini, dimana ia berada di peringkat pertama dengan poin tertinggi.

Nama Lengkap : Ary Chandra
Profesi : –
Tempat Lahir : Wonosobo, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Sabtu, 10 November 1984
Zodiac : Scorpion
Warga Negara : Indonesia.

Baca Juga :