Profil Faisal Julius Achmad

Profil Faisal Julius Achmad adalah salah satu pemain basket timnas Indonesia. Ia juga tengah membela klubnya, Satria Muda Britama Jakarta. Faisal adalah salah satu point guard terbaik Indonesia saat ini. Kekuatan terbesar Faisal adalah kemampuan tembakan tiga angka yang bisa selalu konsisten dengan release dan handle yang cukup unik serta playmaking ability yang dimilikinya.

Faisal pertama kali mengenal basket ketika ia duduk di kelas 5 SD. Di depan rumahnya ada lapangan basket sehingga ia sering bermain di sana. Setahun kemudian, Faisal bergabung dengan tim basket sekolahnya. Ketika SMP maupun SMA pun ia tetap rajin untuk menjadi anggota klub basket sekolah. Pada tahun 1996, Faisal sempat terpilih menjadi pemain basket untuk Tim Kodya Tangerang.

Tahun 1997, Faisal masuk ke klub Pelita Jaya Junior. Dua tahun setelah itu, ia sempat ikut seleksi untuk masuk Citra Satria Pelita, dan beruntungnya Faisal menjadi satu-satunya pemain basket dari Pelita Jaya Junior yang lolos ke Citra Satria Pelita. Faisal pun bermain untuk Citra Satria Pelita dari tahun 1999-2002. Dalam jangka waktu itu, Citra Satria Pelita sudah beberapa kali ganti nama. Mulai dari Citra Satria Pelita, Bali-Jeff Citra Satria Pelita, sampai akhirnya Kalila pada tahun 2001.

Pelatih Ito, asisten pelatih Nath Canson, dan manager Bang Simon Pasaribu menawarkan kepada Faisal untuk berpindah ke klub Satria Muda pada tahun 2002. Karena Faisal memiliki keyakinan bahwa Satria Muda dapat membawanya ke karier yang lebih gemilang, akhirnya ia menerima tawaran pelatihnya tersebut.

Pada Januari 2013 dia resmi menjadi salah satu anggota “1.000 points club” setelah mencetak tembakan tiga angka dalam laga lanjutan Liga Bola Basket Nasional (NBL) 2012-2013. Pencapaian tersebut menjadi sebuah motivasi tersendiri bagi dirinya.

PENGHARGAAN
1999-2001 Citra Satria Pelita Basketball Club (IBL)
2001-2002 Kalila Basketball Club (IBL)
2002-2009 Satria Muda Basketball Club (IBL)
2004 IBL Champions, Sister City Champions
2004 Gold Medal (PON)
2006 IBL Champions, IBL Tournament Champions
2007 IBL Champions, IBL Tournament Champions
2007 IBL All Defensive Players
2007 Silver Medal, Sea Games Thailand
2008 IBL Champions
Baca Juga :

Profil Rony Gunawan

Profil Rony Gunawan adalah seorang pemain basket putra nasional Indonesia yang bermain di IBL. Pria yang akrab disapa Aconk ini mengawali karier basketnya di Samarinda. Rony mengaku bahwa pertama kali main basket adalah ketika dia SMA. Saat itu ia diajak main di pertandingan antar kelas (class meeting) oleh temannya.

Anak kedua dari empat bersaudara ini kemudian bergabung dengan klub lokal Abadi Samarinda. Dari sana Rony terpilih bermain untuk Popda Samarinda. Dari Popda itu Rony mendapat jalur beasiswa untuk berkuliah di Surabaya. Setelah itu Rony pun bergabung bersama tim Cahaya Lestari Surabaya. Selama setahun ia bermain di kelas junior, lalu langsung bergabung dengan tim senior.

Pemain basket bernomor punggung 32 ini memulai karier di Kobatama (kini NBL) mulai tahun 1999. Rony berhasil mengantarkan CLS masuk ke jajaran “Big Four” Kobatama. Lalu pada 2004, seseorang dari klub Satria Muda Britama menawarinya untuk berpindah, namun Rony baru bisa memutuskan untuk bergabung bersama mereka dua tahun kemudian. Di tahun pertamanya bersama Satria Muda Britama, Rony berhasil meraih Juara IBL Cup setelah mengalahkan Aspac Putra Riau di final. Ia juga menyandang gelar MVP pada pertandingan tersebut. Musim berikutnya, Rony berhasil membawa klubnya kembali meraih gelar juara IBL. Rony juga terpilih untuk memperkuat tim nasional di SEA Games 2005, 2007, dan 2011 dimana pada ajang SEA Games 2007 timnas Indonesia berhasil merebut perak. Akan tetapi di laga SEA Games 2011 timnas basket Indonesia hanya mampu meraih posisi di semifinal. Rony juga memperkuat Indonesia di Kejuaraan Asia 2005 dan 2007.

Putra dari pasangan Yanto Gunawan dan Yuliati ini bersahabat baik dengan Wendha, Asun dan Galank, rekan sesama pemain basket di klub Satria Muda Britama.

  • 2004 IBL Championship, Sister City Championship, All Defensive Players
  • 2005 All Defensive Players
  • 2006 IBL Championship (MVP), IBL Tournament Championship
  • 2007 IBL Tournament and Championship, Sister City Championship, MVP, Silver Medal Sea Games
  • 2008 IBL Championship, SEABA Championship
  • 2009 IBL Champion
  • 2011 NBL Indonesia Champion, First Team Reguler Award

Baca juga :

Biodata Ade Rai

Biodata Ade Rai – I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai. Ia dilahirkan di Jakarta pada tanggal 6 Mei 1970. Dia merupakan seorang atlet binaraga Indonesia. Pria berdarah Bali ini pernah meraih beberapa prestasi nasional dan internasional selama berkarier sebagai binaragawan. Pada Awalnya Ade Rai tumbuh sebagai seorang anak yang kurus dengan minat yang besar pada berbagai aktivitas olahraga. Pada usianya yang ke 10 tahun, Ade Rai kecil hanya memiliki berat badan 25 kg. Bahkan hingga mencapai tinggi badannya seperti hari ini (183 cm) di usia remaja, Ade Rai memiliki sosok yang kurus dengan berat badan hanya 55 kg saja.

Pada awalnya Ade Rai sempat menggeluti cabang olahraga bulutangkis tetapi ternyata takdir membawanya ke dunia binaraga. Ia berhenti menggeluti olah raga bulutangkis tahun 1987 lantaran kesibukan sekolah. Ade Rai Kuliah di jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia dan Tahun 1995, lulusan FISIP Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional ini meraih prestasi Internasional pertamanya yakni Mr.Asia. Dengan kemajuan tubuhnya yang semakin atletis, Ade Rai memutuskan untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan. Mulai dari kejuaraan dalam lingkup kecil, kemudian nasional dan akhirnya internasional. Segudang prestasi telah diraihnya, diantaranya National Champion yang ia raih berturut-turut 1994, 1995, 1996, 1997, 1998 dan 1999; Mr ASIA 1995 dan 1998; Asian Pro-Am Classic Winner 1996; Musclemania Overall Winner 1996; Life Time Drug Body Builder.

Olah raga binaraga agaknya telah merasuk di hati pria berdarah Bali ini. Ade Rai berusaha menaikkan pamor olah raga ini di mata masyarakat. Setiap waktu yang ia miliki, ia sempatkan untuk memasyarakatkan olah raga ini. Baik lewat seminar maupun kegiatan kampus, seperti pertandingan antar pelajar dan mahasiwa. Ade Rai pula yang mengadakan Pesta Raga setiap tahunnya dan diikuti oleh binaragawan dari seluruh pelosok tanah air. Lewat sport centre ‘Klub Ade Rai’, Ade Rai menyediakan sarana bagi mereka yang ingin sehat dan bugar lewat olah raga.

PRESTASI

  • IFBB Indonesian National Championship, 1st Heavyweight & Overall, Best Bodybuilder (1994, 1996, 1997, 1999, 2000, 2002, 2007)
  • ABBF/IFBB Mr. Asia (1995 & 1998) & Mr.ASEAN (1995)
  • IFBB SEA Games Gold Medal (1997)
  • MUSCLEMANIA WORLD, 1st Light Heavyweight & Overall Winner (1996)
  • SUPERBODY WORLD PROFESSIONAL, Overall Winner (2000)
  • MUSCLEMANIA WORLD PROFESSIONAL, Overall Winner (2000)

Baca juga:

Biodata Pringgo Regowo
Biodata Taufik Hidayat

Biodata Pringgo Regowo

Biodata Pringgo Regowo – Pringgo Regowo lahir di Jakarta, 27 Juni 1987 dan merupakan seorang atlet bola basket berkebangsaan Indonesia yang bermain di klub Aspac Jakarta sejak tahun 2008 dengan bertinggi badan 190 cm dan berat 93 kg. Posisi yang dimainkan dalam tim adalah sebagai forward. Ia pertama kali bermain bola basket sejak di bangku SMP.

Pringgo sempat mengalami cedera lutut Anterior Cruciate Ligament atau ACL di tahun 2010 dan 2013. Tahun 2010, Pringgo mengalami cedera lutut kiri dan masa pemulihan memakan waktu tujuh bulan. Namun hal tersebut tidak membuatnya menjadi patah semangat, setelah dinyatakan boleh bermain kembali di Januari 2011, di tahun tersebut pula Ia dipanggil dalam seleksi tim Nasional, namun gagal di pencoretan kedua karenakan masih mengalami sedikit masalah dengan pemulihan lutut. Tidak berhenti di situ, pada musim NBL Indonesia 2011-2012 Pringgo memperoleh penghargaan First Team (posisi Power Forward terbaik), kemudian pada musim NBL Indonesia 2012-2013 Pringgo mendapatkan Penghargaan tertinggi yaitu sebagai pemain terbaik ( Most Valuable Player ) disertai juga dengan dua penghargaan lainnya yaitu First Team (posisi Power Forward terbaik)  penghargaan 1000 poin dan tim Aspac berhasil memperoleh juara Speedy NBL Indonesia 2013. Berkat gelar MVP tersebut dirinya juga dianugerahi hadiah satu unit mobil all new Chevrolete Aveo.

Pringgo Regowo

Berbagai Penghargaan tersebut justru diraihnya setelah ia mengalami cedera lutut, dan pringgo tercatat pula sebagai pemain yang sering membukukan dobel-dobel (Point dan Rebound dengan dua digit). Sayangnya, di tahun yang sama (2013) Pringgo kembali mengalami cedera ACL, kali ini pada lutut kanan. Proses penyembuhan memakan waktu enam bulan dan di Musim 2013-2014, Pringgo memperoleh penghargaan yaitu pemain ke 4 yang memperoleh 1000 Rebound dan memperoleh Juara NBL Indonesia 2014 bersama tim Aspac.

Pringgo merupakan pemain NBL Indonesia pertama yang telah memperoleh penghargaan MVP dengan 1000 points, 1000 Rebound, First Team dua kali berturut-turut , Juara Back to Back dan dalam kurun waktu yang paling singkat, dikarenakan banyaknya absen di pertandingan sehubungan dengan cedera yang dideritanya.

Secara postur memang dirinya bukan posisi “big man” yang besar akan tetapi pergerakan kaki-kakinya atau sering disebut pula “footwork” terlihat dan terbukti sangat baik. Sebagai power forward Pringgo juga dikenal memiliki akurasi tembakan yang tajam jika dibandingkan dengan posisi “big man” lainnya. Posisinya sangat diperhitungkan di dalam tim, Ia mampu mengangkat tim nya mulai terlihat sejak tahun 2011 ketika tim Aspac masih dalam asuhan pelatih Tjejep Firmansyah.

PRESTASI
  • POPNAS 2005 emas
  • PON 2008 emas
  • Libamanas 2005, 2006, 2007 runner-up
  • Most Valuable Player (MVP) / Pemain Terbaik Libamanas 2007
  • Best Defensive player Libamanas 2006, 2007
  • Best Center player Libamanas 2006, 2007
  • IBL 2009 (runner-up)
  • Peringkat ketiga turnamen Piala Gubernur DKI, 2010
  • Peringkat keempat NBL Indonesia 2011
  • Terpilih menjadi 24 besar dan 18 besar yang mengikuti seleksi tim nasional basket untuk proyeksi seagames 2011
  • Peringkat kedua NBL Indonesia 2012
  • Penghargaan “First Team” NBL Indonesia 2011-2012 (posisi power forward terbaik)
  • Kandidat MVP NBL Indonesia 2011-2012
  • Pemain ke sembilan di NBL Indonesia yang memperoleh penghargaan 1000 poin
  • Terpilih menjadi 17 besar yang mengikuti seleksi tim nasional basket untuk proyeksi seagames 2013
  • Most Valuable Player (MVP) / Pemain Terbaik NBL Indonesia 2012-2013
  • Penghargaan “First Team” NBL Indonesia 2012-2013 (posisi power forward terbaik)
  • Juara 1 Musim Reguler NBL Indonesia 2012-2013
  • Juara 1 Speedy NBL Indonesia 2012-2013
  • Pemain ke empat di NBL Indonesia yang memperoleh penghargaan 1000 Rebound
  • Juara 1 Speedy NBL Indonesia 2013-2014
  • Peringkat 2 SEABA 2014 dan menjadi top skor di dua pertandingan.
  • Peringkat 9 FIBA Asia 2014 di Wuhan
  • Peringkat 2 3X3 Basketball di Singapore
  • Peringkat 3 turnamen Honda Jawa Post 2016 bersama Stadium ( satu-satunya tim yang lolos 4 besar tanpa pemain asing)
  • Kandidat MVP (pemain terbaik) di Honda Jawa Post Tournament 2016
  • Juara 1 Red Bull Reign Indonesia dan lolos mewakili Indonesia ke Washington DC, USA

Baca  Juga :

Biodata Taufik Hidayat

Biodata Taufik Hidayat – Taufik Hidayat memulai karier di klub Sangkuriang Graha Sarana (SGS) Elektrik Bandung, Jawa Barat. Ia dilatih oleh mantan pebulutangkis nasional, Iie Sumirat. Sejak itu bakat dan kemampuan bulutangkisnya mulai terlihat. Beragai kejuaraan dan turnamen ia ikuti. Prestasinya luar biasa.

Pria kelahiran Bandung, 10 Agustus 1981 ini menyandang gelar juara tunggal putra Asian Games (2002, 2006). Enam kali menjuarai Indonesia Terbuka yaitu tahun 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006. Ditambah lagi menjurai Piala Thomas (2000, 2002, 2004, dan 2006), serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003, dan 2005).

Pada tahun 2005, Taufik Hidayat juga sukses menaklukan pemain peringkat 1 Lin Dan dalam perhelatan Kejuaraan Dunia BWF sehingga ia sukses menjadi juara untuk perhelatan tersebut. “Kami berharap ini semua jadi inspirasi semua. Menang kalah adalah proses menjadi juara dunia,” tulis Taufik dalam situsnya.

Biodata Taufik Hidayat

Di pengujung puncak kariernya, ia menikah dengan Ami Gumelar, putri mantan menteri perhubungan dan ketua KONI, Agum Gumelar, pada 4 Februari 2006. Mereka telah dikaruniai seorang putri pada awal Agustus 2008, yang kemudian diberi nama Natarina Alika Hidayat. Kelahiran putrinya ini tepat beberapa hari sebelum ia berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia.

Taufik kemudian mundur dari Pelatnas Cipayung pada 30 Januari 2009. Setelah itu, ia menjadi pemain profesional. Ia juga menjalin bisnis dengan Yonex dalam pengadaan alat olahraga. November 2012, Taufik membangun sebuah pusat pelatihan dengan nama Taufik Hidayat Arena (THA) yang berdomisili di Ciracas, Jakarta Timur.

Pada tahun berikutnya, Taufik menyatakan dirinya pensiun dari dunia professional bulutangkis. Meski pensiun, Taufik juga pernah menjadi bagian The Legend Vision bersama tiga pebulutangkis tangguh Lin Dan, Lee Chong Wei, dan Peter Gade. Perhelatan ini diadakan di Asia Afrika Badminton Hall, Jakarta pada tanggal 17 Agustus 2015.

PRESTASI

Medali Emas Brunei Open kategori Tunggal Putra (1998)
Medali perunggu Badminton Asia Championships kategori Tunggal Putra (1998)
Medali Emas Southeast Asian Games kategori Tunggal Putra (1999)
Medali Perak All Engladn kategori Tunggal Putra (1999)
Medali Perak Singapore Open kategori Tunggal Putra (1999)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (1999)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (2000)
Medali Perak All England kategori Tunggal Putra (2000)
Medali Emas Malaysia Open kategori Tunggal Putra (2000)
Medali Emas Badminton Asia Championships kategori Tunggal Putra (2002)
Medali Perunggu IBF World Championships (2001)
Medali Emas Singapore Open kategori Tunggal Putra (2001)

Medali Perak Badminton Asia Championships kategori Tunggal Putra (2002)
Medali Emas Asian Games kategori Tunggal Putra (2002)
Medali Chinese Taipei Open kategori Tunggal Putra (2002)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (2002)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (2003)
Medali Perak Badminton Asia Championships kategori Tunggal Putra (2003)
Medali Emas Olimpiade Athena kategori Tunggal Putra (2004)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (2004)
Medali Emas Badminton Asia Championships kategori Tunggal Putra (2004)
Medali Emas Summer Olympics kategori Tunggal Putra (2005)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (2005)
Medali Emas BWF World Championships (2005)

Medali Emas Asian Games kategori Tunggal Putra (2006)
Medali Emas Indonesia Open kategori Tunggal Putra (2006)
Medali Emas Southeast Asian Games kategori Tunggal Putra (2007)
Medali Emas Badminton Asia Championships kategori Tunggal Putra (2007)
Pernah jadi peringkat pertama dunia (2008)
Medali Emas BWF Grand Prix kategori Tunggal Putra (2008)
Medali Emas BWF Grand Prix kategori Tunggal Putra (2009)
Medali Perunggu BWF World Championships (2009)
Medali Emas BWF Grand Prix kategori Tunggal Putra (2010)
Medali Perak BWF World Championships (2010)
Medali Emas French Open katagori Tunggal Putra (2010)
Medali Perunggu Southeast Asian Games kategori Tunggal Putra (2011)
Medali Emas BWF Grand Prix kategori Tunggal Putra (2011)

Baca Juga :