Atlet Indonesia Yang Sudah Sangat Mendunia

Atlet Indonesia Yang Sudah Sangat Mendunia – Jika kamu bukan termasuk juga orang yang senang memperhatikan perubahan kabar olahraga di Indonesia. Kemungkinan kamu tidak tahu sejauh mana beberapa atlet Indonesia dapat bertumbuh. Walau sebenarnya dari beberapa jenis cabang olahraga, ada banyak nama atlet Indonesia yang sukses mendapatkan prestasi sampai mendunia.

Nah, Untuk kesempatan ini akan kami kenali juga beberapa olahragawan Indonesia yang sukses mendunia. Dengan ini kamu dapat kembali lagi merasai bangganya jadi masyarakat Indonesia. Yuk baca baik-baik di bawah ini.

Susi Susanti
Susi Susanti

Susi Susanti

Wanita namanya komplet Lucia Fransisca Susi Susanti ini adalah bekas pemain bulu tangkis Indonesia. Istri Alan Budi Kusuma ini sukses mendapatkan beberapa jenis kejuaraan badminton selama kariernya serta sukses jadi pemain badminton tunggal putri paling menguasai pada tengah tahun 1990an. Bersama-sama Alan Budikusuma yang waktu itu tetap jadi pacarnya, kedua-duanya dipanggil untuk ‘Pengantin Olimpiade’.

Prestasinya mencakup memenangi kejuaraan All-England pada 1990, 1991, 1993, serta 1994, final World Badminton Grand Prix 5 kali beruntun dari tahun 1990 sampai 1994 serta tahun 1996, dan memenangi IBF World Championships di tahun 1993. Dialah pemain bulu tangkis wanita pertama yang menggenggam gelar Olympic, World Championship serta All-England untuk tunggal putri dengan cara beruntun.

Tidak stop sampai disana saja, Susi Susanti sukses memenangi Japan Open sekitar 3x, Indonesia Open 5 kali, memenangi beberapa seri Grand Prix serta 5 Badminton World Cup. Dia sukses memenangkan Uber Cup di tahun 1994 serta 1996. Karena runtutan prestasinya ini, Susi Susanti dikukuhkan untuk Hall of Fame oleh International Badminton Federation (IBF, saat ini namanya ditukar jadi BWF) di tahun 2004 serta memperoleh Herbert Scheele Trofi di tahun 2002.

Hariyanto Arbi
Hariyanto Arbi

Hariyanto Arbi

Pria kelahiran Kudus di tahun 1972 ini ialah bekas pemain Badminton Indonesia yang sukses mencatatkan prestasinya di arena dunia. Dia sukses memenangi kejuaraan All-England di kelas tunggal putra di tahun 1993 serta 1994, serta kejuaraan IBF (BWF) World Championship di tahun 1995.

Disamping itu, Arbi sukses memenangi Thomas Cup dalam kelas tunggal putra di tahun 1994, 1996, serta 1998. Prestasi individunya yang lain diantaranya Taipei Open di tahun 1993 serta 1994, Japan Open di tahun 1993 serta 1995, Badminton World Cup di tahun 1994, Hong Kong Open di tahun 1995, Korea Open di tahun 1995, Singapore Open di tahun 1997 serta 1999, SEA Games di tahun 1997 serta Asian Games di tahun 1994.

Taufik Hidayat
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Taufik Hidayat adalah salah satunya pemain bulu tangkis pria yang sukses mengukir beberapa prestasi. Dia sukses memenangkan Indonesian Open sekitar 6 kali di tahun 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, serta 2006. Taufik Hidayat sukses memenangi Summer Olympics di tahun 2004 untuk kelas tunggal putra, IBF World Championsip di tahun 2005, dan 2x memenangkan Asian Games di tahun 2002 serta 2006.

Di tahun 2012, Taufik Hidayat membangun pusat training badminton yang dinamakan Taufik Hidayat Ajang yang terdapat di Ciracas, Jakarta Tiumr. Tahun 2014, Taufik Hidayat pensiun untuk seorang atlet badminton.

Chris John
Chris John

Chris John

Pria namanya komplet Yohannes Christian John atau yang dekat dipanggil Chris John ini ialah bekas petinju karieronal Indonesia. Semasa 10 tahun, dia sukses menggenggam titel juara kelas bulu serta menjaga gelar itu. Prestasi ini membuat orang kedua dalam riwayat tinju kelas bulu yang sukses menjaga gelar dalam tempo 10 tahun.

Chris John sukses menjaga titel juaranya dalam 18 kali laga kelas bulu. Ini jadi laga kelas bulu paling banyak kedua sesudah Eusebio Pedroza. Disamping itu, Chris John jadi petinju Indonesia keempat yang sukses memenangi titel juara dunia sesudah Ellyas Pical, Nico Thomas serta Muhammad Rachman.

Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto

Di bagian sepakbola, ada Kurniawan Dwi Yulianto yang sukses mendunia. Bekas pemain sepak bola karieronal Indonesia ini bermain di lini penyerang. Dia jadi pemain sepak bola Indonesia yang tampil paling banyak serta cetak gol paling banyak untuk tim nasional Indonesia sesudah Bambang Terakhir.

Dalam kariernya, dia sempat masuk dengan club Sampdoria Primavera serta FC Lucerne. Dia ialah pemain sepak bola Indonesia pertama yang bermain di Intertoto Cup serta sukses cetak gol di pertandingan itu. Dia sempat juga ikut dalam Asian Champions League serta Asian Cup Winner’s Cup.

Ade Rai
Ade Rai

Ade Rai

Di bagian binaraga, ada nama Ade Rai yang sukses mengharumkan nama Indonesia. Pria berdarah Bali dengan nama komplet I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai ini sudah sukses mencatatkan beberapa prestasi nasional serta internasional selama kariernya. Beberapa salah satunya ialah IFBB Indonesian National Championship, 1st Heavyweight & Overall, Best Bodibuilder di tahun 1994, 1996, 1997, 1999, 2000, 2002 serta 2007, ABBF/IFBB Mr. Asia (1995 serta 1998) serta Mr. Asean (1995).

Ade Rai sukses mendapatkan medali emas IFBB Sea Games (1997), Musclemania World 1st Light Heavyweight serta Overall Winner (1996), Superbody World Professional, Overall Winner (2000), serta Musclemania World Professoinal Overall Winner (2000).

Rochy Putiray
Rochy Putiray

Rochy Putiray

Di dunia sepakbola, Rochy Putiray termasuk juga salah satunya olahragawan yang mendunia. Pria kelahiran Ambon, Maluku ini sempat bermain di club Instant-Dict, Kitchee FC, serta South China AA. Saat bermain bersama-sama club Kitchee FC, Rochy turut berlaga menantang AC Milan serta sukses cetak dua gol di laga pertemanan yang dimenangi oleh Kitchee FC itu.

Kecuali di arena team luar negeri, dia sempat juga masuk dengan beberapa team tanah air seperti Arseto Solo, Persija Jakarta, PSM Makassar, Persijatim Solo FC, PSPS Pekanbaru, serta PSS Sleman. Disamping itu, dia sering kali masuk dengan tim nasional Indonesia di tahun 1991, 1987, serta 1981. Di tahun 2012, dia mengawali kariernya untuk pelatih di UNSA sport school.

Baca juga : Atlet Indonesia Yang Lolos Paralimpiade Tokyo 2020

Atlet Indonesia Yang Lolos Paralimpiade Tokyo 2020

Atlet Indonesia Yang Lolos Paralimpiade Tokyo 2020

Atlet Indonesia Yang Lolos Paralimpiade Tokyo 2020 , Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPC) meyakinkan dua olahragawan dari cabang banyak atletik, Karisma Evi Tiarani serta Sapto Yoga Purnomo, berhasil ke Paralimpiade Tokyo 2020.

Karisma sukses berubah menjadi juara di jarak 100 meter , putri kelas T63 dengan catatan waktu 14,72 detik. Hasil itu juga sekaligus bikin Karisma membuat rekor dunia baru atas namanya.

“Karisma itu hebat. Ini berubah menjadi hadiah untuk kami ( NPC ). Ya, jelas langsung ( lolos ke Paralimpiade 2020 Tokyo ), dong. Ia bisa memperoleh emas plus pecah rekor. Semoga saja di Paralimpiade Tokyo ia bisa memperoleh emas ,” kata Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun.”

Sesaat Sapto Yoga pun ditegaskan lulus seusai mencapai medali perunggu di nomor lari 100 meter kelas T37 habis menuliskan waktu 11,41 detik. Catatan itu pun bikin Sapto Yoga berubah menjadi pemegang rekor baru di Asia.

Dalam kebijakan penyisihan, olahragawan yang menduduki posisi satu hingga empat di Kejuaraan Dunia automatic mendapat ticket ke Paralimpiade Tokyo 2020.

“Hasil ini sangat pas dengan keinginan. Soalnya dari Asian Games, Karisma langsung digenjot latihan. Sebelumnya di Dubai bahkan juga ia pecahkan rekor pun. Ia saat ini tambah lebih hebat. Yang pasti olahragawan kami menakjubkan. Ada satu tujuan emas yang kami begitu meyakini bisa ( di Paralimpiade Tokyo 2020 ),” ujar Senny.

Dilakukan sebuah konfirmasi terpisah, pelatih nasional atletik Indonesia Selamet Widodo mengatakan masih ada kesempatan buat melepaskan olahragawan lain ke Paralimpiade 2020 Tokyo. Mereka yaitu Elvin Elhudia Sesa, Putri Aulia, Nur Ferry Pradana, serta Bagus Saktiyono.

“Mereka yang ditarget lulus namun waktu ini kami belum dapat tegaskan peringkat mereka di urutan berapakah. Yang yakin lulus dua itu  ( Karisma dan Sapto Yoga ) sama nantikan hasil dari Elvin Sesa,” kata Selamet.

Indonesia Targetkan Lebih Satu Emas Di Olimpiade 2020

National Olympic Committee (NOC) Indonesia target kan lebih satu medali emas pada Olimpiade 2020 di Tokyo. Indonesia berkemauan mempunyai perolehan yang lebih bagus dibanding dengan Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, waktu tampil di Olimpiade tahun kedepan.

Di Olimpiade 2016, Team Merah Putih cuma dapat bawa pulang satu emas melalui cabang olahraga badminton nomor ganda kombinasi, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Dalam pertemuan wartawan informasi CdM Tim Indonesia di Olimpiade 2020, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengharap Team Merah Putih bawa pulang lebih satu medali emas.

“Untuk sasaran medali, aku anggap harus lebih satu emas. Kelak, team analisa kami bersama dengan CdM akan melakukan komunikasi dengan cabang olahraga, sebab cabang olahraga yang semakin memahami masalah kekuatan medali,” tutur Okto pada wartawan.

Okto menyebutkan badminton tetap jadi jagoan Indonesia dalam mendapatkan emas di Olimpiade 2020. Disamping itu, ada pula angkat besi yang rajin menyumbangkan medail di acara pesta olahraga paling besar di dunia itu.

“Aku anggap bulu tangkis serta angkat besi masih menjanjikan untuk medali. Firasat aku untuk Ketua NOC akan banyak surprise di Tokyo kelak. Panah serta tembak dapat juga kasih medali,” papar Okto.

“Jadi keinginannya dapat semakin banyak dari di Rio de Janeiro yang lolosnya. Sebab kan ini cabang olahraga barisan besar masih kualifikasi,” jelas Okto.

Sampai akhir 2019 baru enam olahragawan yang dinyatakan maju ke Olimpiade 2020. Ke enam olahragawan itu ialah Lalu Muhammad Zohri (atletik 100 meter), olahragawan cabang olahraga panahan dari nomor recurve putra serta putri, Vidya Rafika (tembak 10 meter air rifle putri), dan Eko Yuli Irawan serta Windy Cantika Aisyah dari angkat besi.

Setelah itu masih ada 74 olahragawan dari 16 cabang olahraga yang masih tetap ikuti kualifikasi serta prakualifikasi sampai April 2020. Cabang olahraga karate, bola voli, panjat tebing, selancar, serta skateboard disebutkan dapat jadi surprise maju ke Olimpiade 2020.

Rosan

Rosan Menjadi CDM Indonesia Olimpiade 2020

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Semua Indonesia (PB PABBSI), Rosan Roeslani, sah dipilih untuk Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia di Olimpiade 2020 di Tokyo.

Peresmian Roslan untuk Cdm Olimpiade 2020 dikatakan langsung Menteri Pemuda serta Olahraga (Menpora) Zainudin Amali serta Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari pada pertemuan wartawan di Kantor Kemenpora. Nama Rosan disebutkan Zainudin untuk saran tunggal yang diberi NOC. Sesudah dibicarakan pada 26 Desember lalu, pemerintah menyetujui saran itu.

“Beliau [Rosan Roeslani] telah mengatakan kesanggupannya sebagai CdM Indonesia di Olimpiade 2020. Surat Ketetapan pemilihan serta persetujuannya juga kami berikan ke NOC,” kata Menpora Zainudin.

Baca Juga : Profile Mohammad Ahsan

Profile Mohammad Ahsan

Profile dan Biografi Mohammad Ahsan

Profile dari Ahsan Mohammad sudah akrab bagi penggemar permainan bulutangkis. Atlet merebut gelar Juara Dunia pada tahun 2013 dengan pasangannya Hendra Setiawan.

Mohammad Ahsan atau akrab disapa Ahsan adalah anak laki-laki pasangan Tumin Atmadi dan Siti Rohanah. Ia lahir di Palembang, 7 September 1987. Kemenangan atas ketinggian 173 cm adalah bungsu dari tiga bersaudara. Dia memiliki saudara yang Nisa Tartiela dan M. Askyuru.

Profile Perjalan Karir Dari Mohammad Ahsan

Gairah ahsan terhadap olahraga bulutangkis telah muncul sejak usia 6 tahun. “Saya sering melihat pertandingan bulu tangkis di televisi, melihat para pemain di podium membuat saya ingin menjadi seorang atlet suatu hari nanti,” katanya.

Pemain ganda putra mulai mengambil bulu tangkis setelah SMP. Beremigrasi dengan saudaranya ke Jakarta, Ahsan berniat untuk mengejar raket olahraga kegemaran bermain. Setelah beberapa saat, pemain yang mengidolakan Soebagja Ricky bergabung PB Djarum klub bulutangkis, yang telah melahirkan pemain hebat.

Sebagai salah satu klub terkenal putus sekolah, Mohammad Ahsan tidak butuh waktu lama untuk masuk pelatnas. Karir di pelatnas Cipayung yang dimulai ia tinggal sejak 2008 merek itu bertemu dengan pasangan ganda pria pertama yang Bona Septano.

Meskipun tidak memerlukan banyak waktu masuk pelatihan nasional, karir Mohammad Ahsan dengan Bona Septano belum tentu menunjukkan hasil yang memuaskan. Beberapa kali duet tim ganda dikritik karena ketidakmampuan mereka untuk mengembangkan keterampilan bermain. Pada akhirnya, pasangan harus dipisahkan.

Perpisahan Mohammad Ahsan dan Bona Septano terjadi karena kegagalan mereka untuk memenangkan gelar di Olimpiade 2012 di London. Pria ganda pelatih, Herry Iman Pierngadi, menganggap keterampilan yang baik untuk bermain kedua pemain tidak cocok jika disatukan. “Pemisahan murni dari masing-masing pemain. Ahsan dan Bona menyadari bahwa mereka tidak dapat berkembang jika mereka berpasangan. Lebih baik baik mencari mitra baru untuk mencapai kinerja yang lebih baik,” katanya.

Tidak lagi tim dengan Bona, dipasangkan dengan Ahsan dan Hendra Setiawan yang baru saja berpisah dengan pasangannya Markis Kido setelah 13 tahun bersama. ganda putra Indonesia ini memulai debut awal di pertandingan Yonex Denmark Open Super Series Premiere pada tahun 2012. Pada pertandingan pertama mereka, pasangan baru ini telah menunjukkan kehebatan mereka. Seperti dibuktikan oleh boom Ahsan-Hendra ke semifinal.

Ahsan-Hendra mewakili Indonesia di ganda putra juara terus berburu sepanjang tahun 2012. Setelah menunggu masa tiga kejuaraan super series tanpa yang juara Yonex Prancis Terbuka pada 2012, Yonex Sunrise Hong Kong Open 2012 dan Victor Korea Terbuka 2013, Ahsan- Hendra mengalahkan ganda putra Korea Selatan, Lee Yong Dae dan Ko Sung Hyun.

Mitra dari Palembang dan Pemalang semakin menunjukkan taring mereka di bulu tangkis dunia. Prestasi terakhir diukir anak-anak bangsa ini adalah untuk keberhasilan mereka menempati podium kejuaraan dunia. Di World Badminton Championship 2013 digelar di Stadion Indoor Tianhe, Guangzhou, China, Minggu (11/8), mereka berhasil mengalahkan pasangan dari Denmark (Mathias Boe – Carsten Mogensen).

Memiliki karir yang cemerlang di dunia bulu tangkis tahun 2013, Mohammad Ahsan memutuskan untuk merayu kekasihnya Christine Novitania. Wanita yang dikenal memiliki hobi bermain basket berhasil membuat pemain doyan makan kepiting saus bidang ini sumpah pernikahan sakral, 24 Maret 2013.

Prestasi Mohammad Ahsan

Bersama Hendra Setiawan

2012

  • Semi final YONEX Denmark Open 2012

2013

  • Juara Maybank Malaysia Open Super Series 2013
  • Semi final YONEX ALL England 2013
  • Runner-Up YONEX Australian Open Grand Prix Gold
  • Juara Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013
  • Juara Li-Ning Singapore Open Super Series 2013
  • Juara BWF World Badminton Championships 2013
  • Juara Yonex Japan Open Super Series 2013
  • Juara BWF Super Series Final 2013

2014

  • Juara All England Badminton Championship 2014
  • Runner Up Yonex Japan Open Super Series 2014
  • Runner Up BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014
  • Juara Hongkong Open Super Series 2014
  • Semifinal Thomas Cup 2014
  • Juara Asian Games 2014

2015

  • Juara Maybank Malaysia Open 2015
  • Semifinal OUE Singapore Open 2015
  • Runner Up Badminton Asia Championships 2015
  • Semifinal VIVO BWF Sudirman Cup 2015
  • Semifinal BCA Indonesia Open 2015
  • Semifinal Yonex Chinese Taipei GPG 2015
  • Juara Total BWF World Championships 2015
  • Perempat Final Yonex Open Japan 2015
  • Perempat Final Victor Korea Open 2015
  • Semifinal Yonex French Open 2015
  • Semifinal Yonex Sunrise Hongkong 2015
  • Juara BWF Super Series Final Dubai 2015

2018

  • Semifinal Yonex Sunrise India Open 2018
  • Semifinal Yonex German Open 2018
  • Juara Singapore Open 2018
  • Semifinal Danisa Denmark Open 2018
  • Semifinal Fuzhou China Open 2018
  • Semifinal Yonex Sunrise Hongkong Open 2018

2019

  • Runner Up Daihatsu Indonesia Masters 2019
  • Juara Yonex All England Badminton Championships 2019

Bersama Bona Septano

2008

  • Perempat Final DJARUM INDONESIA SUPER SERIES 2008
  • Perempat Final Chinese Taipei Grand Prix Gold
  • Runner – up Yonex Japan Super Series 2008

2009

  • Perempat final YONEX KOREA SUPER SERIES 2009
  • Perempat final Yonex All England Open Super Series 2009
  • Juara BINGO BONANZA PHILIPPINE GRAND PRIX GOLD 2009
  • Perempat final YONEX FRENCH SUPER SERIES 2009

2010

  • Perempat final DJARUM INDONESIA OPEN SUPER SERIES 2010
  • Semi final JAPAN SUPER SERIES 2010
  • Juara VIETNAM GRAND PRIX 2010
  • Juara INDONESIA GRAND PRIX GOLD 2010
  • Perempat final YONEX-SUNRISE Hong Kong Open Super Series 2010

2011

  • Semi final PROTON MALAYSIA OPEN SUPER SERIES 2011
  • Perempat final Yonex All England Open Badminton Championship 2011
  • Perempat final WILSON Swiss Open Grand Prix Gold 2011
  • Perempat final YONEX-SUNRISE Malaysia Open Grand Prix Gold 2011
  • Semi final Indonesia Open Superseries Premier 2011
  • Semi final Yonex BWF World Championships 2011
  • Perempat final Li NING China Masters
  • Runner – up YONEX Open Japan
  • Juara Bankaltim Indonesia Open GP Gold 2011
  • Perempat final Yonex Badminton French Open 2011
  • Juara SEA GAMES 26 2011
  • Perempat final Li Ning BWF World Superseries Finals 2011

2012

  • Perempat final YONEX All England Open Badminton Championships 2012
  • Semi final Li Ning Singapore Open 2012

Bersama Rian Agung Saputro

2016

  • Semifinal Hong Kong Terbuka Super Series 2016

2017

  • Juara China International Challenge 2017
  • Runner – Up Kejuaraan Dunia 2017

Baca Juga : Profile Hendra Setiawan

Tertarik bermain Sekiro di Mobile, mungkin Anda bisa mencoba offline android game terbaru dengan nama Takashi Ninja prajurit. Meskipun memiliki grafis yang tidak sama / downgrade, game ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, di mana pemain harus menggunakan berbagai menggabungkan serangan, dan menghindar untuk mengalaHendra Setiawan (lahir di Pemalang, Jawa Tengah, 25 Agustus 1984 , umur 35 tahun) adalah salah satu satu pemain bulutangkis Indonesia. Hendra Setiawan memulai karirnya dengan sepasang Markis Kido dan pernah peringkat dunia No 2 IBF untuk ganda putra. Got Degree've adalah juara dunia 2007 di Malaysia, juara China Super Series pada tahun 2007 dan Hong Kong Super Series 2007. Pada tahun 2008 juga sepasang Kido / Setiawan di juara Malaysia Super Series. Hendra Setiawan Markis Kido bersama pasangannya memenangkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Beijing 2008 untuk ganda bulu tangkis putra. Di final pada 16 Agustus 2008, mereka menaklukkan RRC pasangan Cai Yun / Fu Haifeng melalui pertarungan sengit tiga set dengan skor 12-21, 21-11, 21-16. Sejak akhir 2012, Hendra Setiawan Mohammad Ahsan dipasangkan dengan dipasangkan dengan bona Septano sementara Markis Kido bermain di ganda tandem putra dengan Alvent Yulianto dan ganda campuran bersama kakaknya, Pia Zebadiah. Pencapaian pertama dicapai oleh Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan adalah pada tahun 2012 sebagai semifinalis di YONEX Denmark Open 2012, sedangkan pada 2013 berhasil menyabet dua gelar sebagai Juara Superseries yang Maybank Malaysia Terbuka Superseries dan Djarum Indonesia Superseries Premier. Pada pertandingan kedua kejuaraan akhir Hendra / Ahsan mengalahkan lawan yang sama, yaitu: Lee Yong-dae dan Ko Sung-hyun set langsung. Sekali lagi, mereka mengalahkan ganda Korea di 2013 Singapore Super Series akhir dengan skor 21-15 21-18. Dalam acara Kejuaraan Dunia BWF 2013, Hendra / Ahsan memenangkan gelar setelah mengalahkan pasangan Mathias Boe dan Carsten Mogensen dari Denmark dengan skor 21-13, 23-21. Pada tahun 2014, Hendra dan Ahsan kembali membuat nama harum bangsa Indonesia. nomor ganda dunia satu judul sukses Pria All England 2014 nomor Ganda Putra. Di final pasangan berhasil ganda tikungan Jepang, Hiroyuki Endo dan Kenichi Hayakawa, dengan straight set 21-19 21-19. musuh hkan. Game bergenre Hack dan tindakan slash RPG memiliki berbagai senjata yang Anda dapat membuka untuk mendapatkan kerusakan tambahan serta baju besi yang lebih kuat untuk mengalahkan musuh - musuh.

Profile dan Biodata Hendra Setiawan

Profile Hendra Setiawan (lahir di Pemalang, Jawa Tengah, 25 Agustus 1984; umur 35 tahun) adalah salah satu pemain bulutangkis Indonesia.

Hendra Setiawan memulai karirnya berpasangan dengan Markis Kido dan pernah menduduki peringkat dunia No 2 IBF untuk ganda putra.

Gelar yang pernah didapatkan adalah juara dunia 2007 di Malaysia, juara China Super Series pada tahun 2007 dan Hong Kong Super Series 2007. Pada tahun 2008 juga pasangan Kido / Setiawan di juara Malaysia Super Series.

Hendra Setiawan bersama pasangannya Markis Kido  memenangkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Beijing 2008 untuk bulu tangkis ganda putra. Di final pada 16 Agustus 2008, mereka menaklukkan pasangan Cai Yun / Fu Haifeng dari RRC melalui pertarungan sengit tiga set dengan skor 12-21, 21-11, 21-16.

Sejak akhir 2012, Hendra Setiawan dipasangkan dengan Mohammad Ahsan yang sebelumnya dipasangkan dengan bona Septano. Sementara Markis Kido bermain di ganda tandem putra dengan Alvent Yulianto dan ganda campuran bersama kakaknya, Pia Zebadiah.

Pencapaian pertama dicapai oleh Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan adalah pada tahun 2012 sebagai semifinalis di YONEX Denmark Open 2012, sedangkan pada 2013 berhasil menyabet dua gelar sebagai Juara Superseries yang Maybank Malaysia Terbuka Superseries dan Djarum Indonesia Superseries Premier.

Pada kedua pertandingan kejuaraan Hendra / Ahsan mengalahkan lawan yang sama, yaitu: Lee Yong-dae dan Ko Sung-hyun dua set langsung. Sekali lagi, mereka mengalahkan ganda Korea di 2013 Singapore Super Series akhir dengan skor 21-15 21-18. Dalam acara Kejuaraan Dunia BWF 2013, Hendra / Ahsan memenangkan gelar setelah mengalahkan pasangan Mathias Boe dan Carsten Mogensen dari Denmark dengan skor 21-13, 23-21.

Pada tahun 2014, Hendra dan Ahsan kembali membuat nama harum bangsa Indonesia. nomor ganda dunia satu judul sukses Pria All England 2014 nomor Ganda Putra. Di final pasangan berhasil ganda tikungan Jepang, Hiroyuki Endo dan Kenichi Hayakawa, dengan straight set 21-19 21-19.

Catatan Prestasi Dari Hendra Setiawan

Kejuaraan Dunia

Peringkat Cabang yang dipertandingkan Tahun Tuan rumah Berpasangan
1 Ganda putra 2007 Kuala Lumpur, MAS Markis Kido
Perempat final Ganda putra 2006 Madrid, ESP Markis Kido
3/4 Ganda Putra 2010 Paris, FRA Markis Kido
1 Ganda Putra 2013 Wuhan, China Mohammad Ahsan
1 Ganda Putra 2015 Jakarta, Indonesia Mohammad Ahsan

Kejuaraan Asia

Peringkat Cabang yang dipertandingkan Tahun Tuan rumah Ajang
1 Ganda putra 2005 Hyderabad, IND
Perempatfinal Ganda putra 2006 Johor Bahru, MAS
1 Ganda Putra 2009 Suwon, KOR
2 Ganda Putra 2015 Wuhan, CHN

Superseries dan Superseries Premier

Peringkat Cabang yang dipertandingkan Tahun Tuan rumah Ajang
1 Ganda putra 2015 Malaysia Maybank Malaysia Open
1 Ganda putra 2014 Inggris All England Championships
1 Ganda putra 2013 Indonesia Djarum Indonesia Open
1 Ganda putra 2013 Malaysia Maybank Malaysia Open
1 Ganda putra 2008 Malaysia Proton Malaysia Open
1 Ganda putra 2008 China China Master
1 Ganda putra 2008 Malaysia Proton Malaysia Open
1 Ganda putra 2007 Hongkong Hongkong Open
1 Ganda putra 2007 RRC China Open
1 Ganda putra 2007 Taiwan Chinese Taipei Open
1 Ganda putra 2006 RRC China Open
1 Ganda putra 2006 Hongkong Hongkong Open
1 Ganda putra 2005 Indonesia Djarum Indonesia Open
2 Ganda putra 2007 Swiss Wilson Swiss Open
2 Ganda putra 2007 RRC China Masters
2 Ganda putra 2006 Indonesia Djarum Indonesia Open
2 Ganda putra 2004 Denmark Realkredit Denmark Open
3 Ganda putra 2007 Denmark Denmark Open
3 Ganda putra 2007 Makau Macau Open
3 Ganda putra 2007 Jepang Yonex Japan Open
3 Ganda putra 2007 Singapura Aviva Singapore Open
3 Ganda putra 2007 Malaysia Proto Eon Malaysia Open
3 Ganda putra 2006 Korea Noonnoppi Korea Open
3 Ganda putra 2005 Jerman German Open

Piala Sudirman

Peringkat Cabang yang dipertandingkan Tahun Tuan rumah Ajang
2 Beregu 2007 Glasgow, GBR

Piala Thomas

Peringkat Cabang yang dipertandingka Tahun Tuan rumah Ajang
3 Beregu 2014 Hyderabad, INA
2 Beregu 2010 Kuala Lumpur, Malaysia
3 Beregu 2008 Jakarta, INA
3 Beregu 2006 Jepang

Olimpiade dan Asian Games

Peringkat Cabang yang Dipertandingkan Tahun Tuan Rumah Ajang
1 Ganda putra 2008 Beijing, CHN Olimpiade Beijing
1 Ganda Putra 2010 Guangzhou, CHN Asian Games
1 Ganda Putra 2014 Incheon, KOR Asian Games

Baca Juga : Biodata Faisal Julius Achmad

Biodata Kelly Purwanto

Biodata Kelly Purwanto – Kelly Purwanto Ari Nugroho adalah salah satu pemain basket Indonesia. Ia bermain untuk tim Pelita Jaya Esia, dimana sebelumnya dari tahun 2006 sampai 2009 ia membela tim Garuda Flexi Bandung.

Perkenalan Kelly dengan bola basket tidak terlepas dari peran saudara kandungnya, Franky Purwanto. Saat masih duduk di kelas 5 SD, sang kakak kerap mengajaknya bermain di lapangan basket dekat rumahnya. Kelly kecil selalu kalah dari kakaknya yang saat itu sudah duduk di bangku SMP. Kelly mulai serius bermain basket sejak kelas 3 SMP, waktu itu ia ingin menyalurkan bakat, hobi dan ketertarikannya akan basket.

Setelah itu, Kelly terus mengasah kemampuannya dengan bergabung di klub Satria Muda Junior. Bakat besar Kelly membuatnya ditaksir oleh STIE Perbanas. Usai lulus SMA tahun 2001, Perbanas memberikan beasiswa kepadanya. Jadilah ia masuk menjadi skuat inti Perbanas di ajang Libama Nasional. Sayangnya di musim pertama Perbanas ia hanya menempati posisi runner-up.

Ajang Kejuaraan Kelly Purwanto

Di tahun 2002, Kelly membawa klubnya SM Junior menjuarai Divisi I DKI dan Perbanas menjadi juara Libama Nasional. Yang paling mengesankan Kelly tentunya berlaga di ajang Adidas Asia Streetball di Shanghai, Cina. Meski timnya hanya berada di urutan kedelapan, ia keluar sebagai juara kontes lemparan tiga angka. Tahun berikutnya, Kelly masuk roster SM berlaga di IBL. Sayangnya ia hanya sempat bermain di 4 gim. Cedera pinggang membuatnya harus absen sepanjang musim.

Pria yang memiliki 25 tato di tubuhnya ini kemudian kembali di tahun 2004 dengan berlatih untuk tim PON DKI dan berhasil menjadi runner-up untuk Turnamen Sister City dan menggondol emas di PON XVI Sumsel. Ia juga kembali berlatih di Perbanas dan menjuarai Libama Utama. Kesuksesannya di Libama dan PON membuatnya kembali dilirik oleh tim-tim IBL. Tak hanya itu, namanya juga dipanggil untuk mengikuti seleksi pelatnas SEA Games XXIII oleh pelatih tim basket putra Rastafari Horongbala.

  • 2001, Runner-up Libama Utama (STIE Perbanas)
  • 2002, Juara Divisi I DKI (Satria Muda Junior)
  • 2002, Juara Libama Utama (STIE Perbanas)
  • 2002, Juara kontes three point di Adidas Asia Streetball, Shanghai China
  • 2003, Bermain di SM Britama (final four)
  • 2004, Runner-up Sister City (tim PON DKI)
  • 2004, Juara kontes three point di Sister City
  • 2004, Juara Libama Utama (STIE Perbanas)
  • 2004, Medali emas basket PON XVI, Sumsel
  • 2005, Pelatnas basket SEA Games XXIII
  • 2005, All Star IBL di Makassar (Tim Putih)
  • 2006, MVP IBL
  • 2007, Runner-Up SEABA

Nama Lengkap : Kelly Purwanto Ari Nugroho
Profesi : –
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Rabu, 3 Agustus 1983
Zodiac : Leo
Hobby : Sepakbola
Warga Negara : Indonesia

Baca Juga :