Biodata Chtistian Ronaldo Sitepu

Biodata Chtistian Ronaldo Sitepu – Christian Ronaldo Sitepu merupakan salah satu pemain bola basket profesional Indonesia. Pemain yang akrab disebut Dodo ini sudah menjalani karir basketnya bersama klub Indonesia Basketball League, Satri Muda Pertamina Jakarta selama 11 tahun lamanya. Dodo sendiri seharusnya terus bersama tim ini hingga tahun 2019 berdasarkan kontrak yang sudah ia tanda tangani pada tanggal 14 Oktober 2017, namun kenyataan berkata lain dan ia telah peniun lebih awal dari dunia basket profesional Indonesia.

Dodo menjadi pemain rookie Satria Muda pada tahun 2006 dengan tingginya yang mencapai 2 meter. Di tahun rookienya pun Dodo sudah berhasil menjadi juara IBL bersama dengan Satria Muda Pertamina Jakarta. Bahkan 3 tahun setelah pertama kalinya ia juara bersama Satria Muda Pertamina Jakrta ia terus berhasil membawa Satria Muda juara selama 4 kali berturut – turut sampai tahun 2009.

Chritian Ronaldo Sitepu berhasil menjadi salah satu bagian dari tim nasional basket Indonesia. Di tahun 2011 ia dan tim nasional Indonesia berhasil meraih medali perak dalam kejuaraan SEABA.

Di tahun 2013, Dodo juga berhasil menjadi personil Indonesia Warriors yang tentu menajdi harapan banyak pemain basket di Indonesia. Bersama Tim nasional Idonesia sendiri Dodo berhasil menyumbangkan lima medali perak dan juga dua mendali perunggu.

Pemain berposisi center ini juga tealh menjadi salah satu ikon dari tim liga profesional Indonesia, Satria Muda Pertamina Jakarta dengan permainannya yang bagus. Dodo juga kerap menjadi penyemangat dan menjadi pemain motor dalam tim kala dalam keadaan genting. Banyak junior maupun sebnior Dodo yang suka dengan cara Dodo menyemangati tim serta suka membagi ilmunya.

Nama : Christian Ronaldo Sitepu
Lahir : Bogor, 27 Oktober 1986
Posisi : Power Forward/Center
Tinggi/berat : 200 cm/91 kg
Prestasi :
2006-Juara IBL
2007- Juara IBL
2008-Juara IBL, Juara SEABA Champinship, Juara PORDA Jabar
2009-Juara IBL
2011-Juara NBL, Juara ASEAN Basketball League
2012- Runner up SEABA Championship, Juara NBL
2014-Juara NBL
2015-Medali perak SEA Games Singapura, Brand Ambassador NBA Official Blibli.com.
2016- Juara Perbasi Cup
2017-Runner up IBL, Medali perak SEA Games Malaysia.

Baca juga :

Sejarah Arki Dikania Wisnu Sang Pemain Basket Profesional Indonesia

Biodata Arki Dikania Wisnu – Arki Dikania Wisnu atau yang akrab dipanggil Arki Wisnu lahir pada 15 Maret 1998 di Amerika Serikat dan merupakan pemain bola basket Indonesia yang bermain untuk Satria Muda Pertamina Jakarta yang meruapakan salah satu tim IBL (Indonesian Basketball League). Arki Wisnu juga berhasil menjadi pemain terbaik atau Most Valuable Player dalam ajang Indonesia Basketball League 2017 sekaligus menjadi salah satu pemain tim nasional Indonesia.

Arki Wisnu bermain pada posisi small forward. Ia berhasil mendapatkan penghargaan sebagai pemain muda terbaik pada tahun 2012 dan berhail menjadi pemain terbaik Indonesia Basketbal League pada tahun 2017. Arki Wisnu berhasil membawa timnya menjadi juara IBL 2 kali selama diperkuat dirinya.

Debut Arki Wisnu bersama Satria Muda Pertamina Jakarta, ia berhasil menyumbangkan 16 poin, namun pada debutnya tersebut ia gagal membawa timya unggul menghadapi Garuda Bandung. Pada pertandingan keduanya bersama Satria Muda Pertamina, Arki berhasil mencetak 20 poin dengan 7 assist ketika memghadapi Aspac Jakarta. Dengan rata – rata 13,8 point per game dan 7 assist per game, Arki Wisnu berhasil terpilih menjadi Pemain Muda Terbaik sekaligus berhasil menjadi Sixth Man of The Year atau Pemain Cadangan Terbaik pada tahun yang sama. Arki Wisnu sangat berperan dalam Satria Muda Pertamina Jakarta yang berhasil menjadi juara Basketball Legue 2011-2012.

Pada tahun Indonesia Basketball League 2014-2015, dalam pertandingan yang mempertemukan Satria Muda Pertamina Jakarta dengan NSH GMC, Arki wisnu berhasil mencetak triple double dengan 10 poin, 10 assist, serta 11 rebound. Dengan perolehan tersebut, Arki menjadi pemain kedua yang berhasil mencatatkan triple double dalam suatu pertandingan.

Arki Wisnu juga turut membantu tim nasional Indonesia dalam ajang Asian games 2018 kemarin, namun memang jika dibandingakn dengan negara Asia lainnya seperti China, Filipina, Korea, dll materi Indonesia masih jauh dibawah sehingga tim nasional bola basket Indonesia harus rela dengan statusnya yang hanya sebagai peserta saja karena gagal mendapatkan juara.

Nama    : Arki Dikania Wisnu
Lahir: 15 Maret 1988 (29 tahun), Kota New York, New York, Amerika
Tinggi: 1,91 m
Kebangsaan: Indonesia
Berat: 91 kg
Jumlah: 33
Sekolah menengah atas: Newtown High School (Elmhurst)
Posisi: Point guard, Small forward

BASKETBALL CAREER

2011
Rookie Of The Year NBL Indonesia
Sixth Man Of The Year NBL Indonesia
NBL Indonesia Best Record
NBL Indonesia Finals Championship
1st Place ASEAN Basketball League
Silver Medal for 3rd Annual SEABA Stankovic Cup (Tournament Top Scorer)

2014
Appointed as Indonesia Warriors Captain
NBL Indonesia Best Record
NBL Indonesia 1,000 Point Club
Runner Up NBL Indonesia

2015
Appointed as Satria Muda BritAma Co Captain
2nd Player in NBL History to achive a triple double in a game
Selected for the Indonesia Basketball selection team
NBL Indonesia Regular Season Champs
1st Place National Baksetball League season 2014/2015
2nd Place SEAGAMES 2015 Singapore

2016
Perbasi Cup 2016 Champions

Baca Juga :

Tim Basket Universitas Surabaya Raih Juara East Java Conference 2018

Tim Basket Universitas Surabaya Raih Juara East Java Conference 2018 – Tim Basket Universitas Surabaya (Ubaya) berhasil merajai ajang final LIMA Basketball: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018,

Baca juga : Azzahra Permatahani Siap Tampil di Asian Games 2018

Diawali dengan keberhasilan para srikandi Ubaya manjadi kampiun di sektor putri, hasil sama dilanjutkan tim putra dengan menekuk tuan rumah Universitas Airlangga Surabaya dengan skor 64-33 pada laga final yang berlangsung di GOR Universitas Airlangga Surabaya, Senin (6/8/2018).

“Saya memang optimistis menang di final ini, tapi tidak menyangka akan menang dengan marjin jauh. Saya juga heran mengapa Unair tidak bermain seperti biasanya. Apapun, saya syukuri hasil ini,” kata Sapto Wahyu, pelatih Ubaya.

Ketangguhan juara musim lalu ini terlihat sepanjang laga. Tim berkostum putih itu membuka kemenangannya di kuarter pertama dengan mencetak selisih 13 angka atas Unair, 20-7.

Ubaya semakin memperlebar jarak keunggulan di kuarter kedua dengan tambahan 17 poin. Keunggulan itu terjadi karena mereka tak memberi ruang tembak dua poin bagi lawan. Hasilnya Unair hanya bisa menambah poin dari jarak tiga poin yang juga tak banyak memberi hasil.

Tim Basket Universitas Surabaya

Saat tertinggal 17 poin pada awal kuarter tiga memaksa Unair bermain lebih ngotot untuk mengejar ketertinggalan. Namun upaya itu tak cukup kendati bisa menambah poin, namun Ubaya juga tak kalah produktif dengan tambahan 18 poin. Alhasil Ubaya kian perkasa dan menutup kuarter ini dengan keunggulan 55-21.

Unair memanas di kuarter puncak. Tim berkostum biru itu lebih sering menyerang lawannya. Sang tuan rumah tercatat menambah 12 angka. Ubaya mengendur dengan hanya tambahan sembilan poinnya. Meski begitu, koleksi angka Ubaya tak mampu disaingi Unair. Akhirnya, Ubaya memenangi partai final ini dengan skor akhir 64-33.

Kemenangan ini sekaligus membuat juara bertahan ini tak terkalahkan sejak babak penyisihan.

Bagi Unair, meski kalah mereka tetap berhak lolos ke Final nasional yang akan dihelat di tempat yang sama pada akhir pekan ini.

Sebelumnya gelar juara bertahan dua musim harus disematkan pada tim Ubaya putri yang pada final, sukses mengandaskan putri Unair dengan skor tipis 51-50.

Unair menampilkan kelebihannya di kuarter pertama. Sang tuan rumah lebih dahulu unggul dengan menciptakan selisih dua angka, 11-9 di akhir kuarter ini.

Terpaut dua angka tak menyulitkan Ubaya mengimbangi lawannya. Tim berkostum putih itu langsung menyamakan kedudukannya menjadi 17-17 pada enam menit kuarter kedua berjalan. Sebelum jeda paruh laga, kedudukan masih imbang dengan skor sementara 21-21.

Tim Basket Universitas Surabaya

Saling mengejar poin membuat GOR Unair Kampus C ini memanas. Usai rehat antarparuh, kedua tim semakin ambisius merebut gelar. Unair kembali tampil lebih baik di kuarter ketiga. Tim berkostum biru itu mampu memberi selisih, meski hanya satu angka. Unair mengambil kembali keunggulan dengan skor 37-36 hingga akhir kuarter ketiga.

Ubaya memulai kuarter keempat dengan apik. Tim asuhan Sapto Wahyu Purnomo itu sempat unggul dengan jarak tujuh angka dari lawannya. Sang tuan rumah pun terus mengejar. Satu menit sebelum laga, Unair mampu memangkas ketertinggalannya menjadi satu poin.

Namun, hingga peluit akhir laga dibunyikan, tim asuhan Aries Herman itu tak sanggup menambah poin, yang membuat lawannya masih unggul tipis. Ubaya akhirnya mengunci kemenangan dengan skor ketat, 51-50.

“Saya tidak memasang target apa-apa tadi. Menang atau kalah kami tetap syukuri, karena sebenarnya harapan kami hanya untuk lolos ke nasional. Tetapi saya tidak menyangka tadi di detik-detik terakhir kami bisa menang dengan unggul satu angka saja,” kata Sapto usai pertandingan.

Ubaya kembali merengkuh gelar juara. Langkah tim ini akan berlanjut di fase berikutnya, yaitu LIMA Basketball Nationals. Tak hanya Ubaya, Unair dan Universitas Negeri Malang pun turut mengikuti langkah Ubaya.

Ketiga tim ini akan menjadi wakil region Jawa Timur di perhelatan akbar tahunan tingkat nasional, pada 9-16 Agustus 2018 ini.

LIMA Basketball Nationals 2018 Sudah Siap Digelar

LIMA Basketball Nationals 2018 Sudah Siap Digelar – Perhelatan kompetisi basket yang mempertemukan kampus-kampus terkemuka Indonesia bertajuk Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball Nationals 2018 siap digelar.

Baca juga : Profil Debby Sutanto Atlet Indonesia

Gelaran ini sekaligus menjadi menutup rangkaian kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa di musim keenam LIMA Basketball. Dan GOR Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, pun siap menjadi tuan rumah ajang peras keringat para mahasiswa pada 9-16 Agustus 2018 ini.

Sebanyak 20 tim terbaik dari lima wilayah pertandingan, yang terdiri dari, Greater Jakarta Conference (GJC), West Java Conference (WJC), Sumatra Conference (SMC), Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) dan East Java Conference (EJC) siap beradu di fase puncak ini yang diikuti 12 tim putra dan delapan tim putri. Mereka adalah yang terbaik dari 51 perguruan tinggi.

Dari jumlah itu, sebanyak 61 tim putra dan 40 tim putri ambil bagian dalam perhelatan ini. Total jenderal 1.070 student athlete ikut serta dalam pergelaran bola basket antarmahasiswa terbesar di Indonesia ini.

Sementara Technical meeting untuk membahas administrasi, sistem kompetisi dan pertandingan, serta hal-hal yang berkaitan mengenai LIMA Basketball Nationals 2018 telah digelar di Ruang Aula Kahuripan Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, pada Rabu (8/8/2018).

Pertemuan ini dipimpin oleh Azwar Muhlis, selaku manager Kompetisi dan Pertandingan LIMA, serta Achmad Nuryadi dan Lukmannul Hakim selaku tim technical delegates.

Pengundian pul LIMA Basketball Nationals 2018 hanya dilakukan untuk sektor putra. Keputusan tersebut dilakukan atas hasil pemungutan suara seluruh perwakilan tim dalam memilih sistem pembagian pul.

Basketball Nationals

Sebelumnya, LIMA telah menyusun pembagian Pul tersebut berdasarkan nilai koefisien conference, yakni nilai keikutsertaan tiap region sejak musim ketiga LIMA. Namun, LIMA tidak menutup segala masukan dari para peserta.

“Tahun ini baru pertama kalinya LIMA Basketball Nationals menggunakan nilai koefisien conference untuk pembagian pul. Tujuannya agar semua tim memiliki jam terbang yang lebih. Namun, kami menerima masukan untuk pengundian pul. Akhirnya, voting kami lakukan. Di nasional ini semua tim sama kuat. Tim peserta tidak perlu pilih-pilih lawan. Mereka hanya perlu adu strategi untuk menghadapi yang lain,” urai Azwar usai pertemuan teknis itu.

Berbeda dengan sektor putra, di sektor putri, yang hanya terdiri dari dua pul, pengundian tidak dilakukan. Pembagian pul sendiri telah dilakukan oleh LIMA berdasarkan nilai koefisien setiap conference.

Berikut ini pembagian pul untuk tim putri LIMA Basketball Nationals 2018.

Berikut ini hasil pengundian LIMA Basketball Nationals 2018

PUTRA

Pul A
Universitas Pelita Harapan Banten
Universitas Esa Unggul Jakarta
Universitas Negeri Jakarta

Pul B
Institut Teknologi Harapan Bangsa Bandung
Universitas Airlangga Surabaya
Universitas Padjadjaran Bandung

Pul C
Universitas Surabaya
Institut Perbanas Jakarta
Universitas Parahyangan Bandung

Pul D
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Universitas Prima Indonesia Medan
Universitas Dian Nuswantoro Semarang

PUTRI

Pul X
Universitas Pelita Harapan Banten
Universitas Surabaya
Universitas Airlangga Surabaya
Universitas Negeri Malang

Pul Y
Universitas Esa Unggul Jakarta
Universitas Tarumanegara Jakarta
Universitas Katolik Parahyangan Bandung
Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Timnas Basket Putri 3×3 Optimis Juara di Asian Games 2018

Timnas Basket Putri 3×3 Optimis Juara di Asian Games 2018 – Pesta Olahraga Asian Games 2018 akan segera digelar dimana Jakarta dan juga Palembang didaulat untuk menggelar pesta olahraga terbesar di Asia. Khususnya di cabang olahraga Basket 3 on 3 sektor putri tentu menarget menjadi juara di Asian Games 2018 ini. Bahkan pelatih Timnas basket putri 3 on 3 ini optimis bisa membawa timnya. Untuk bisa meraih prestasi membanggakan di ajang 4 tahunan ini.

Pelatih Timnas Basket putri 3 on 3 ini juga telah menggenjot para pemainnya untuk lebih fokus dan juga pematangan stragegi yang akan mereka mainkan di Asian Games nantinya. Bahkan sang pelatih itu mengungkapkan bahwa ia bisa memberikan presatasi yang memuaskan karena dulunya dia berpengalaman pada Basket lima lawan lima.

Pelatih yang mampu membawa tim bola basket putra Indonesia meraih medali perak di Sea Games 2017 juga menambahkan. Bahwa dia tentunya akan menyeleksi pemain-pemain terbaik yang akan dibawa untuk memperkuat Timnas Basket Indonesia. Meskipun bukan merupakan cabang olahraga baru yang dipertandingka. Tentu basket 3 on 3 ini menjadi perhatian utama guna untuk bisa meraih prestasi seperti apa yang ditargetkan oleh pemerintah.

Timnas Basket Putri 3×3 Optimis Juara di Asian Games 2018

Mantan bintang Staria Muda dan juga Aspac Jakarta, Wahyu Widayat Jati kini resmi ditunjuk untuk menangani Timnas 3 on 3 putra Indonesia. Sebagaimana dengan keputusan dari Badan Tim Nasional Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia. Tentu beban berat yang diterima pelatih Timnas Basket puta maupun putri 3 on 3. Akan dijadikan landasan bagi BTN Perbasi untuk menilai sejauh mana para putra putri terbaik bangsa ini berjuang. Untuk bisa meraih hasil maksimal di Asian Games 2018 nanti.

Bagi Wahyu Widayati, cabang olahraga 3 on 3 ini tentu bukan olahraga yang aneh baginya. Karena sebelumnya dia pernah menjadi pelatih Timnas Putra 3 on 3 Indonesia diajang Asian Beach Games 2016 yang dihelat di Vietnam. Namun sayangnya, langkahnya terhenti dibabak perempatfinal dengan raihan 3 kemenangan dan juga disertai dengan tiga kekalahan.

Ketika masih aktif menjadi pebasket, Wahyu juga sukses membawa CLS Knights Surabaya. Menjadi kampiun di IBL 2016 dan sekaligus gelar perdana bagi tim bola basket asal Surabaya itu. Tentu dengan segudang prestasi dan juga pengalamannya di dunia basket profesional. Akan mampu membawa timnas basket putri Indonesia 3 on 3 untuk bisa melangkah jauh. Serta menjadi juara disetiap turnamen.

Baca Juga : Berry Rahmanda Jadikan Kapten Sriwijaya FC Ini Sebagai Inspirasinya