Tambahan Medali Indonesia dari Senam Putra

Tambahan Medali Indonesia dari Senam Putra – Atlet senam putra Indonesia Agus Prayoko berhasil meraih medali perunggu setelah menempati peringkat ketiga pada final senam artistik Asian Games 2018 kategori meja lompat di JIExpo Hall D, Kemayoran, Jakarta, Jumat. Keberhasilan Agus tersebut membuat Indonesia berhasil meraih medali pertama dalam cabang senam artistik.

Selain itu, raihan medali dari Agus Prayoko tersebut juga merupakan yang pertama dalam cabang senam bagi Indonesia sepanjang keikutsertaan pada ajang Asian Games. Atlet kelahiran 4 Mei 1989 itu meraih skor akhir rata-rata 14,125 dari dua kali percobaan dalam pertandingan final tersebut.

Pada percobaan pertama Agus meraih skor 14,225 sedangkan percobaan kedua meraih skor 14,025.

Sementara itu, medali emas diraih pesenam Wai Hung Shek asal Hong Kong setelah meraih skor 14,612 disusul pesenam Korea Selatan Hansol Kim yang meraih medali perak dengan skor 14,550.

Usai pertandingan, Agus menyatakan bahwa pada dirinya sempat grogi menghadapi laga final tersebut.

“Awalnya deg-degan, yang penting mikir selesai, tidak mikir lagi medali tidak mikir saya,” ucap Agus.

Agus juga menyatakan bahwa keberhasilannya meraih medali sudah sesuai ekspetasi.

“Kalau menurut saya sih Insya Allah sesuai sama pelatih juga. Insya Allah cukup puas,” ungkap Agus.

Sebelumnya pada SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, Agus berhasil menyabet medali perak juga dalam kategori meja lompat dengan meraih skor akhir 14,350.

Indonesia juga akan bertanding pada final kategori lantai (floor exercise) Asian Games 2018 melalui pesenam putri Rifda Irfanaluthfi di tempat sama pada Jumat malam.

Baca Juga : Indonesia harus puas dengan medali perak di Bulutangkis beregu putra

Indonesia harus puas dengan medali perak di Bulutangkis beregu putra

Indonesia harus puas dengan medali perak di Bulutangkis beregu putra – Medali emas terakhir yang diraih Indonesia dari nomor beregu putra diperoleh pada Asian Games Bangkok 1998.  Namun demikian, hasil di nomor beregu putra Asian Games 2018. Lebih baik dibanding hasil yang diraih tim putra Indonesia pada Asian Games 2014 di Incheon. Empat tahun lalu, tim bulu tangkis beregu putra Indonesia tidak mampu menyumbag medali apapun.

Tim bulu tangkis putra Indonesia harus puas dengan raihan medali perak nomor beregu putra. Setelah takluk dari China 1-3 pada pertandingan final di Istora Senayan, Rabu.

Poin pembuka kemenangan China diraih dari partai pertama melalui tunggal putra andalan utama mereka Shi Yu Qi yang dipaksa bermain tiga gim sebelum mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting 14-21, 22-21, 22-20.

Indonesia mampu merebut partai kedua untuk menyamakan kedudukan setelah ganda andalan tuan rumah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menang dalam dua gim langsung 21-17, 21-18 atas pasangan China yang baru saja tampil sebagai juara dunia Li Jun Hui/Liu Yu Chen.

Namun demikian, China yang diunggulkan di tempat pertama kembali menunjukkan ketajamannya di partai ketiga. Setelah tunggal putra kedua mereka Chen Long menang tiga gim atas Jonatan Christie 19-21, 21-16, 21-18.

China kemudian memastikan kemenangan melalui partai keempat dari pasangan ganda kedua mereka Liu Cheng/Zhang Nan. Yang mengatasi ganda kedua Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dalam tiga gim 21-18, 17-21, 21-18.

Atas hasil tersebut, tim putra bulu tangkis putra Indonesia belum dapat mewujudkan impian untuk meraih emas beregu putra sejak 20 tahun lalu.

Sedangkan tim putra bulu tangkis China mampu mempersembahkan emas pada Asian Games Guangzhou. Namun pada Asian Games 2014 hanya mampu meraih perak setelah kalah dari tim tuan rumah Korea di laga final.

Baca Juga : Atlit Dayung Putra mempersembahkan Perak di Asian Games 2018

Atlit Dayung Putra mempersembahkan Perak di Asian Games 2018

Atlit Dayung Putra mempersembahkan Perak di Asian Games 2018 – Hasil menggembirakan sekaligus membanggakan bagi Indonesia. Cabang olahraga dayung baru saja menyumbangkan dua medali bagi kontingen Merah Putih di Asian Games 2018. Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali setelah Tim LM4 putra menyumbang medali perak. Tim LM4 putra yang diperkuat Ali Buton, Ferdiansyaj, Ihram, dan Ardi Isaidi berhasil meraih perak di kelas ringan empat putra.

Pada laga final yang berlangsung di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, empat atlet dayung Indonesia Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, dan Ardi Isadi finis di belakang tim China dengan catatan waktu 6 menit 31,08 detik.

China melalui Xiong Xiong, Lyu Fanpu, Zhao Chao, dan Zhou Xuewu berhasil merebut emas dengan catatan waktu 6 menit 28,07 detik. Sedangkan medali perunggu menjadi milik Uzbekistan dengan catatan waktu 6 menit 38,40 detik.

Timnas dayung Indonesia sendiri masih berpeluang besar menambah perolehan medali di ajang Asian Games 2018. Mengingat, kontingen Merah Putih masih menyisakan empat wakilnya yang akan memerebutkan medali emas pada pertandingan yang akan berlangsung Jumat, 24 Agustus 2018.

Sejauh ini cabang dayung baru menghasilkan dua medali. Dengan tambahan medali perak dan perunggu ini, total koleksi perolehan medali yang diraih Indonesia sampai dengan Kamis 23 Agustus 2018 pukul 12.39 Wita menjadi 19 medali (7 emas, 5 perak, dan 8 perunggu). Peringkat Indonesia dalam perolehan medali berada di posisi kelima di bawah Cina, Jepang, Korea, dan Iran.

Baca Juga : Atlit Dayung Putri menambah Medali Perunggu di Asian Games 2018

Atlit Dayung Putri menambah Medali Perunggu di Asian Games 2018

Atlit Dayung Putri menambah Medali Perunggu di Asian Games 2018 – Cabang olahraga dayung berhasil menambah perolehan mendali kontingen Indonesia pada Asian Games 2018. Indonesia meraih medali perunggu di cabang dayung Asian Games 2018 dari nomor ganda putri. Duet Yayah Rokayah dan Julianti finis ketiga.

Yayah/Julianti tampil di jalur kedua dalam Final A yang berlangsung di Jakabaring Sport City Lake, Kamis (23/8). Keduanya menyudahi lomba dengan catatan waktu menit 8 menit 03.95 detik.

Yayah/Julianti naik podium peringkat tiga, di bawah peraih medali emas China Rui Ju/Lin Xinyu yang mengemas waktu 7 menit 55,50 detik dan duet Korea Selatan Jeon Seoyeong/Kim Seo Hee, yang membuat 8 menit 0,25 detik. Sejumlah pedayung Indonesia berlaga di final berbagai nomor pada hari ini. Di antaranya Rendi Syuhada Anugrah/Mochamad Alidarta Lakiki [ganda putra], Dewi Yulianti [tunggal putri tunggal kayuh] namun gagal meraih medali.

“Ini Asian Games pertama buat kami, awalnya memang hanya China dan Korea yang menjadi lawan tangguh. Tetapi belakangan Jepang juga sangat luar biasa,” kata Julianti dan Rokayah, setelah lomba.

“Kami senang bisa mendapat medali, namun kami berdua masih akan turun di nomor LW4-. Semoga hasilnya bisa lebih baik daripada ini,” tambah mereka.

“Kami senang bisa menyumbang medali bagi Indonesia. Dari awal, kami sudah memperkirakan bahwa China akan kuat di nomor ini,” kata Yayah kepada media, termasuk BolaSport.com.

“Saya persembahkan medali ini untuk suami saya,” ujar Yayah.

Sementara itu, Julianti mendedikasikan medali perunggu tersebut kepada keluarga, pelatih, dan masyarakat Indonesia.

“Besok kami akan turun di nomor rowing kelas ringan empat putri,” ucap Julianti.

Babak final rowing kelas ringan empat putri akan dipertandingkan Jumat (24/8/2018) mulai pukul 10.35 WIB.

Baca Juga : Perjuangan tanpa lelah Anthony Ginting

Perjuangan tanpa lelah Anthony Ginting

Perjuangan tanpa lelah Anthony Ginting – Tunggal pertama Indonesia Anthony Sinisuka Ginting tampil luar biasa. Meski cedera lututnya kambuh, ia terus berjuang sampai akhirnya menyerah saat tertinggal 19-20 game ketiga melawan Shi Yuqi di final Asian Games 2018.

Anthony Sinisuka Ginting membuat netizen Indonesia terharu. Ia menjalani duel yang sangat dramatis pada final bulutangkis beregur putra melawan China, Shi Yuqi Rabu (22/8/2018) di Istora, Senayan.

Setelah memimpin jauh dengan skor 21-14 pada gim pertama, Shi Yuqi memaksa pertandingan dilanjutkan ke gim ketiga. Pertandingan berlangsung sangat ketat dan saling mengejar angka.

Dalam duel Indonesia Vs Cina di final bulu tangklis beregu putra Asian Games 2018, Rabu, 22 Agustus 2018 ini, Anthony akhirnya kalah. Di game pertama, Anthony menang 21-14. Namun Shi menang 23-21 di game kedua. Pada game terakhir, kejar mengejar poin terjadi hingga saat terakhir. Ginting berkali-kali meminta break kepada wasit karena masalah di kedua pahanya.

Ginting mulai merasa tidak nyaman dengan kaki kanannya saat kedudukan 11-11 pada gim ketiga. Ia memaksa melanjutkan pertandingan.

Ia berhenti sejenak di pinggir lapangan, saat memimpin 19-18. Anthony memaksa melanjutkan pertandingan dalam kondisi cedera.

Pada poin 19-19, Ginting yang sudah tak berdaya sempat memimpin 20-19 setelah pengembalian Shi melebar. Namun Shi berhasil membalikkan keadaan menjadi 20-21 setelah memberika bola net pendek yang gagal dikejar Ginting.

Pada saat itu pula Ginting terjatuh dan harus mendapat perawatan lebih lanjut. Tim medis datang. Wasit memutus pertandingan dihentikan dengan status Ginting yang cedera (retired) dan memastikan Shi menang 21-14, 21-23, dan 20-21

Perjuangan dramatis Anthony Ginting mendapat reaksi dari netizen. Ia menjadi trending topic dunia. Netizen merasa terharu dengan perjuangan Ginting, yang tetap berusaha untuk bertanding walau menahan sakit.

Baca Juga : Paralayang menambah Koleksi Emas Indonesia di Asian Games 2018