Tugas PBSI Tidak Akan Usai Meskipun Anthony Ginting Juara

Tugas PBSI Tidak Akan Usai Meskipun Anthony Ginting Juara – Sejumlah persiapan yang dilakukan para atlet yang akan menghadapi sejumlah turnament besar seperti All England yang akan segera digelar pada bukan depan. Bukan hanya itu saja berbagai kejuaraan Super Series serta Piala Thomas dan Uber juga menjadi kompetisi penting yang harus diikuti oleh Indonesia ditahun ini.

PBSI selaku organisasi tertinggi bulutangkis di Indonesia menegaskan bahwa tugas PBSI untuk mengembangkan dan juga meningkatkan prestasi para atletnya tidak akan selesai meskipun Tunggal Putra terbaiknya Anthony Ginting mampu meraih gelar juara.

Pebulutangkis berusia 21 tahun ini memang mengalami peningkatan kemampuan yang cukup signifikan. Tak heran jika Anthony Ginting mampu menjadi juara tunggal putra di Indonesia Master usai mengandaskan perlawanan dari wakil asal Jepang, Kazumasa Sakai dengan dua set langsung 21-13 dan 21-12.

Gelar Indonesia Master 2018 yang diraihnya merupakan gelar kedua bagi Anthony Ginting dimana gelar Super Series pertamanya diraih di Korea Terbuka Super Series 2017.

Pencapaian yang diraih Anthony Ginting sejauh ini memang membuat PBSI dan juga pemerintah cukup senag dengan adanya peningkatan kualitas dari para atletnya. Meskipun sejauh ini hanya pebulutangkis 21 tahun ini yang mampu mendulang prestasi, bukan berarti tugas PBSI akan selesai.

Tugas PBSI tentunya harus membangkitkan kembali gairah para pemain tunggal putra lainnya seperti Jonatan Christie dan juga Ihsan Maulana Mustofa yang belum mampu kebentuk permainan mereka. Lain halnya dengan Anthony yang mampu meraih gelar juara di Indonesia Master 2018, sedangkan Jonatan dan juga Ihsan sama-sama tumbang di putaran pertama.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PBSI, Susy Susanti mengungkapkan bahwa Jonatan dan juga Ihsan harus terus meningkatkan peforma permainannya dan juga lebih fokus. Belum mampu tampil konsisten membuat Jonatan kesulitan untuk mengembangkan permainan dan juga kerap klah dengan pebulutangkis yang memiliki kualitas dibawahnya.

Potensi untuk bisa berkembang yang dimiliki oleh Jonatan dan juga Ihsan akan terasah, namun harus menunggu waktu yang tepay hingga mereka siap dengan segala tekanan serta mampu meraih prestasi yang bisa diharapkan.