Tak Hanya Otot, Jadi Atlet Sofbol Itu Juga Harus Cerdik

Tak Hanya Otot, Jadi Atlet Sofbol Itu Juga Harus Cerdik – Dengan tampil di ajang Asian Games 2018, Syehan Hana Rahmani akan mendapat pengalamanyang istimewa. Tak hanya mengandalkan otot, pemain Timnas sofbol putri itu juga menyadari kalau harus bisa bermain dengan cerdik.

Baca juga : Jelang Asian Games 2018, Emilia Nova Semakin Ketat Memilih Makanan

Hasil manis di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Barat, Syehan mendapatkan tempat di pelatnas sofbol. Kini, atlet 21 tahun itu menjadi bagian tim inti sofbol putri untuk Asian Games 2018.

Syehan tak akan membuang kesempatan itu. Sebab, ini menjadi pengalaman pertama Timnas sofbol putri untuk tampil di Asian Games.

“Di ajang ini menjadi pengalaman berharga, khususnya bagi saya, karena sofbol pertama kali di Asian Games. Tentu saya ingin menjadi sejarah untuk Indonesia dan bermain terbaik bagi Tanah Air,” kata Syehan kepada detikSport di Lapangan Sofbol kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan.

“Untuk mendapatkan medali Asian Games ini sangat kurang. Apalagi, kami melawan tim-tim kuat. Salah satunya Jepang yang sudah membentuk timnya sejak tiga tahun lalu. Tidak seperti tim kami yang baru seleksi dan pelatnas tahun lalu,” kata Syehan yang memulai pelatnasnya sejak Februari 2018.

“Sejak kembali dari uji coba Asia Cup kemarin kami berbenah, memperbaiki kekurangan. Dan saat ini saya dan teman-teman sudah banyak improve. Target kami bermain baik dan menjaga nama baik Indonesia,” ujar dia.

Secara pribadi, Syehan juga bertekad untuk tak tampil memalukan di Asian Games nanti. Dia ingin perkenalananya di sofbol sejak duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar lewat ekstrakurikuler, tak sia-sia.

Dia berharap latihan pagi dan sore di bawah terik matahari yang sudah membuat kulitnya gosong bisa memiliki catatan sip di Asian Games. Dia juga ingin membayar lunas dukungan kedua orang tuanya.

“Orang tua selalu mendukung apa yang saya lakukan. Tapi ya itu saya harus mengimbangi sekolah dengan olahraga. Salah satunya, saya kuliah di Universitas Padjadjaran, kebetulan saya sudah lulus tahun ini. Tapi tetap pikiran harus terbagi dua dan saya harus jauh tinggal dari orang tua karena mereka di Bandung,” tutur mojang Bandung ini.

“Belum lagi olahraga sofbol itu panas. Tapi selama saya senang apapun akan saya lakukan. Apakah itu panas, hujan, berdarah-darah, luka-luka, selama saya suka akan saya jalani,” ungkapnya.

“Ya ini prosesnya. Apalagi ini bukan olahraga mainstream. Tidak semua orang mengerti sofbol. Tapi sebenarnya kalau mengerti, ini olahraga yang unik dan saya suka olahraga ini,” katanya lagi.

Satu hal yang membuat Syehan setia dengan sofbol adalah keunikan olahraga ini. Dia menilai sofbol tak cuma mengandalkan otot.

“Jadi pastinya harus cerdik ketika bermain sofbol,” ujar Syehan sembari tersenyum.