Sriwijaya FC Tantang Arema di Final Piala Gubernur Kaltim

Sriwijaya FC Tantang Arema di Final Piala Gubernur Kaltim – Perjalanan Sriwijaya FC menuju partai puncak Piala Gubernur Kaltin tidaklah mudah. Dimana klub arahan Rahmad Darmawan ini harus bersusah payah untuk mengalahkan favorit juara Borneo FC di babak semifinal melalui drama adu pinalti.

Terhenti dibabak semifinal Piala Presiden 2018 dari Persija Jakarta tentu membuat klub besutan Rahmad Darmawan ini untuk lebih fokus untuk menghadapi lawan yang kini kekuatannya sulit ditebak.

Pertandingan semifinal Piala Gubernur Kaltin 2018 ini digelar dikota Kalimantan tepatnya di Stadion Palaran. Kedua tim hanya bisa bermain imbang 3-3 hingga waktu normal dan juga perpanjangan waktu 2×15 menit berakhir.

Borneo FC yang difavoritkan untuk bisa tampil difinal tampil lebih dominan dan juga efektif sehingga mampu unggul terlebih dahulu lewat gol Marlon Da Silva dimenit 26. Penjaga gawang Sriwijaya FC yang dikawal oleh Teja Paku Alam tak mampu membendung datangnya bola sundulan dari Da Silva yang mengubah arah bola berawal dari tendangan bebas dari Srdan Lopicic.

Pertandingan yang berlangsung ketat dan juga keras pun diwarnai dengan keributan yang terjadi dikedua klub sehingga membuat wasit yag memimpin laga tersebut mengeluarkan kartu merah bagi kedua pemian yang berseteru yaitu Abdul Rahman dari Vorneo FC dan Marckho Sandi dari Sriwijaya FC dipenghujung babak pertama.

Sama-sama bermain dengan sepuluh pemain, namun lagi-lagi Borneo FC mampu menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 dimenit 47 melalui gol dari Lerby Eliandry yang mampu menyelesaikan dengan sempurna melalui umpan Lopicic.

Ketinggalan dua gol bukan berarti membuat Laskar Wong Kito menyerah, klub besutan Rahmad Darmawan ini bahkan mampu memperkecil ketinggalan mereka menjadi 2-1 melalui gol dari Beto.

Kecolongan satu gol dari Beto, Borneo FC bukannya menambah keunggulan mereka, justru malapetaka kembali datang di menit ke 65 setelah Beto kembali mencetak gol keduanya dan sekaligus membuat skor kembali berimbang menjadi 2-2 usai kiper Borneo FC, M Ridho tak mampu menghentikan laju bola ynag dilesakkan oleh Beto.

Pendukung Borbeo FC kembali bersorak setelah striker asal Papua, Titus Bonai menceploskan gol ketiga untuk Borneo FC dua menit sebelum waktu normal berakhir. Akan tetapi keunggulan Borneo FC tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir. Melalui eksekusi tendangan bebas dari Makan Konate lagi-lagi Sriwijaya FC selamat dari kekalahan.

Babak perpanjangan waktu selama 2×15 menit yang diberikan pun tidak mampu dimanafaatkan dengan baik oleh kedua tim untuk mencari gol kemenangan. sehinggga drama adu pinalti menjadi opsi terakhir untuk menentukan pemenangnya.

Menang adu pinalti 5-4 membuat Sriwijaya FC melenggang mulus ke Final dengan menghadapi Arema yang terlebih dahulu menapakkan kakinya dipartai final usai mengandaskan perlawanan dari Persebaya Surabaya dibabak semifinal Piala Gubernur Kaltim dengan skor akhir 2-0 untuk kemenangan Arema.