Rika Wijayanti

Indonesia berkesempatan menggelar cabang olahraga (cabor) paralayang yang pertama kali diadakan dalam ajang Asian Games 2018.

Dari cabor paralayang, Indonesia memiliki atlet paralayang profesional bernama Rika Wijayanti. Wanita berumur 23 tahun itu tak pernah menyangka, jalan hidupnya akan banyak ia habiskan di udara. Berawal dari coba-coba, Rika berhasil mencatatkan sejumlah prestasi gemilang di cabang paralayang tingkat dunia

“Awalnya kita itu bantu lipat-lipat parasut. Dulu jadi saat ada orang yang turun, mendarat, kita bantuin lipatin. Kita dibayar, biasanya kita dibayar Rp 2 ribu kalau solo. Kalau parasut tandem, karena lebih besar, jadinya Rp 5 ribu,” kata Rika

Bermula dari sana, Rika mendapat banyak kesempatan untuk ground handling (mengatur parasut selama di darat). Di umur 16 tahun, ia kemudian diajak kakaknya, Joni Effendi, yang telah lebih dulu masuk ke dunia profesional paralayang. Sama dengan Rika, karir atlet Joni berawal dari caddy parasut di Songgokerto.

Rika pertama kali serius menekuni dunia paralayang. Selepas lulus dari SMK 17 Agustus Batu, ia diberi kesempatan untuk terbang dengan parasut pinjaman milik perkumpulan itu. “Di sana ada tiga parasut dan dipakai bergantian sama semua orang. Tiga parasut bisa enam tujuh orang,” kata Rika.

Di tahun 2018 ini, ia memulai seri Paragliding Accuracy World Championship (PGWAC) 2018 dengan baik. Berbekal parasut SkyWalk, ia menjuarai seri pertama di Cyprus, Turki. Ia pun menargetkan hasil maksimal di Asian Games 2018 mendatang.

Atlet yang saat ini berada di peringkat tiga dunia itu yakin bisa ikut membawa harum nama Indonesia, lewat cabang yang pertama kalinya ditandingkan di Asian Games 2018. “Kalau tahun ini target saya emas Asian Games 2018 di nomor ketepatan mendarat perorangan,” kata Rika.

Pada Asian Games 2018 ini Rika mampu mempersembahkan medali perunggu memang perolehan ini tidak memenuhi target pribadi sang atlit, namun dia berusaha maksimal memberikan yang terbaik buat Indonesia pada Asian Games 2018 ini.