Kepercayaan Diri Fitriani Sedang Menurun

Kepercayaan Diri Fitriani Sedang Menurun – Susy Susanti (Kepala Bidang Pembianaan dan Prestasi PBSI menilai kalau pebulutangkis tunggal putri Firiani sedang dilanda krisis kepercayaan diri.

Beberapa waktu yang lalu Susy menyoroti penampilan Fitriani dalam ajang Indonesia Open 2018. Fitriani terpaksa gugur pada putaran pertama setelah kalah dari pebulutangkis Thailand Ratchanok Intanon dengan skor 21-8 dan 21-16 dalam waktu 35 menit.

Baca juga : Kevin Sanjaya Akan Segera Menerima Teguran Dari PBSI

“Sepertinya kepercayaan dirinya (Fitriani) sedang mengalami penurunan, jadi memang pastinya ini menjadi suatu pekerjaan rumah juga untuk kami. Karena memang untuk bisa menemukan kekurangan Fitriani adak sulit,” ujar Susy Susanti.

“Pertama, Fitriani sifatnya agak tertutup. Kedua, mungkin karena banyaknya kritikan dari sosial media,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Susy juga mengimbau kepada para pecinta bulutangkis Indonesia untuk memberikan kritik yag bersifat membangun. Karena ada pemain bulutangkis yang memang cepat naik ke level dunia, tetpai ada juga yang perlu waktu cekup lama untuk bisa berkembang.

“Yang cepat contohnya saya, Mia Audina), Arbi (Haryanto). Tetapi juga ada yang perlu waktu lama seperti Joko (Suprianto) atau Hendrawan yang baru matang pada usia 27-an. Jadi memang tetap harus membarikan semangat yang positif dan bersifat membangun pada atlet,” ujar Susy.

“Ayo terus bekerja keras dan harus bisa menganalisis kekalahan agar bisa menjadi bekal di pertandingan yang berikutnya. Paling tidak merke harus tahu kelebihan dan kelemahan lawan yang dihadapi. Kalau kalah, kenapa bisa kalah?” imbuhnya.

Susy manilai kalau Firtiani tampil kurang maksimal dan dibawah performa yang sebenarnya. Biasanya, Fitriani selalu bermain dengan skor ketat.

“Setelah Kejuaraan Asia dia bermain cukup baik. Tetapi setelah itu performanya menghilang. Jadi khusus untuk Fitri memang performanya sering turun naik,” ucap Susy.

“Mungkin berbeda dengan Gregoria (Maria Tunjung). Setelah menjadi juara junior, mungkin ia juga merasakan krisis kepercayaan diri pada tahun lalu Grego saat ini ranking 28, target kami sampai 20 besar di akhir tahun,” ujarnya lagi.

Susy bertekad untuk bisa membimbing dan membangkitkan semangat Fitriani. Ia menyadari sulitnya mencari bibit – bibit pemain bulutangkis tunggal putri yang berkualitas.

“Kami ada staf khusus psikolog. Kami berharap Fitriani lebih terbuka, mengembangkan diri lagi dan belajar banyak hal. Mudah – mudahan dengan tim khusus kami, segera ada solusinya,” tutupnya.