Jelang All England 2018, PBSI Minta Atlet Lebih Fokus Berlatih

Jelang All England 2018, PBSI Minta Atlet Lebih Fokus Berlatih – Organisasi bulutangkis tertinggi di di Indonesia, PBSI meminta untuk lebih fokus untuk berlatih guna untuk meningkatkan kemampuan dan juga mematangkan permainan menjelang yang akan segera digelar di Birmingham, Inggris. Tidak hanya itu, target yang diberikan PBSI untuk para atlet Pelatnas ini cukup tinggi karena sejumlah gelar bergengsi yang akan diikuti oleh Pelatnas diberbagai ajang di tahun 2018 ini.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI mengungkapkan bahwa ada beberapa pemain yang yang masih belum mampu untuk meningkatkan permainan pada sektor tunggal putri yaitu Hanna Ramadini serta Dinar Dyah Ayustine. Dimana kedua pemain ini merupakan paling senior di Pelatnas Cipayung ini yang juga masigh belum mampu dipapan tengah dunia dan masih berada di tingkat 30an. Sedangkan untuk juniornya sendiri, Fitriani lebih stabil dan sering menjadi tumpuan Indonesia di sektor bagian tunggal putri.

Sedangkan di sektor tunggal putra sendiri, Firman Abdul Kholik juga belum mampu meningkatkan lebih lagi dari kemampuannya usai menjadi juara di ajang Badminton Asia Youth U-17. PBSI menilai bahwa Firman kini kina tertinggal bila dibandingkan dengan rekan seusianya seperti Jonatan Christie, Anthiny Sinisuka Ginting serta Maulana Mustofa yang semakin menunjukkan prestasi yang lebih baik.

Meskipun Firman sendiri menjadi penentu kemenangan Indonesia di semifinal kejuaraan Beregu Asia 2018 yang sekaligus menjadi babak kualifikasi Piala Thomas 2018 dengan mengandaskan perlawanan dari Korea Selatan dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan Indonesia. Akan tetapi, kemenangan itu masih belum bisa membuktikan bahwa Firman telah berkembang dalam segi permainannya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI ini juga menambahkan bahwa setiap pemian itu memiliki kemampuan yang lebih untuk bnisa ditingkatkan lagi, akan tetapi itu semua tergantung dari pemian itu sendiri. Apabila sang pemain itu sendiri masih belum mencapai tintik tertinggi dari karir sebelumnya, berarti ada yang kurang dari pemain itu sendiri seperti kemauan,fisik, daya juang dan juga mental, maka itu yang harus terlebih dahulu diperbaiki.

Guna untuk mencapai titik tersebut tentu harus ada yang diperjuangkan. Bukan hanya itu saja, sang atlet juga dituntut untuk meraih banyak gelar dan juga prestasi agar tidak tersalip oleh atlet lain.