Fakta Mengejutkan Terkait Insiden Bendera di Finlandia Diungkap Zohri

Fakta Mengejutkan Terkait Insiden Bendera di Finlandia Diungkap Zohri – Lalu Muhammad Zohri, 18 tahun, akhirnya angkat bicara terkait polemik bendera Merah-Putih ketika dirinya menjadi juara dunia atletik U-20 di Finlandia pada bulan Juli lalu. Kala itu sempat ramai diberitakan ia kesulitan untuk mendapat bendera saat hendak melakukan selebrasi.

Baca juga : Tekad Daud Yordan Untuk Tantang Jorge Linares Awal November

Apa yang sebenarnya terjadi? Zohri memberi jawaban mengejutkan. “Habis sujud syukur (setelah dipastikan juara), saya mau kabur karena takut diwawancarai pakai bahasa Inggris, bukan nyari bendera,” kata Zohri setelah menerima asuransi dan beasiswa dari BNI Life, Rabu, 8 Agustus 2018.

Zohri melanjutkan, kekhawatiran diwawancarai menggunakan bahasa Inggris oleh media asing sudah ia rasakan saat masih babak penyisihan di kejuaraan yang sama. Setelah babak penyisihan, Zohri mengaku dikejar-kejar sejumlah awak media di Finlandia. “Saat itu saya cuman bilang, wait. Lalu saya pergi,” ujarnya.

Ihwal dari mana asal bendera, Zohri tak tahu pasti siapa yang memberinya. Yang ia pikirkan seusai finis ialah cara menghindari awak media asing. “Saya enggak tahu (asal bendera), yang saya tahu itu bendera Merah-Putih.”

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung turut melengkapi cerita Zohri. Tigor menjelaskan, pendamping Zohri saat itu ada dua. Satu orang mengawasi di dekat garis finis, yang kedua berada di tribun utara.

“Yang bawa bendera yang ada di tribun utara. Sudah mau langsung turun tapi enggak bisa, ID card-nya enggak mumpuni buat langsung turun, jadi harus mutar dulu,” tutur Tigor.

Namun, saat pendamping sampai ke tempat Zohri berada, juara dunia itu sudah memegang bendera. Tigor menyayangkan polemik selebrasi dengan bendera yang sebenarnya bukan ritual wajib tersebut. “Saat penyerahan medali, ada bendera Merah-Putih dan Indonesia Raya dikumandangkan,” kata Tigor.

Bahkan, menurut Tigor, seusai finis, pelari seperti Zohri boleh langsung masuk ke ruang ganti. “Ya seperti pemain bola, habis laga, boleh selebrasi atau langsung masuk,” ucapnya.