Boaz Solossa

Boaz Solossa

Boaz Solossa

Boaz Theofilius Erwin Solossa lahir tanggal 16 Maret 1986 di Sorong, Papua. merupakan salah pesepak bola terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dan Klubnya Persipura Jayapura yang masih aktif bermain sampai sekarang. Boaz sering dipanggil dengan julukan “bocil” oleh rekan-rekannya memiliki teknik dribbling tinggi diatas rata-rata pemain Indonesia ditambah tembakan kaki kiri yang sangat akurat dan juga mempunyai umpan yang bagus menggunakan kaki kirinya.

Boaz terlahir dari keluarga sepak bola, adalah anak terakhir dari lima bersaudara yang juga hampir semuanya pemain sepak bola yaitu ortizan dan Nehemia. Boaz adalah salah satu penyerang yang sangat di takuti di Liga 1 Indonesia dan pemain terpenting dalam klubnya dan juga nyawa dan semangat bagi tim.

Pada tahun 2011, Boaz mendapat tawaran untuk bermain di Klub Belanda VVV-Venlo, tetapi karena alasan keluarga dan loyalitasnya pada klubnya ia memilih untuk tetap bermain untuk Persipura Jayapura. Boaz juga pernah membela beberapa sebagai pemain pinjaman salah satunya adalah Borneo FC namun hanya untuk Turnamen Piala Presiden 2018, dia juga pernah mencoba bermain untuk klub Carsea FC di Timor Leste mengikuti Imanuel Wanggai dan Oktavianus Maniani pada tahun 2016, setelah menjalani empat pertandingan Boaz dan Wanggai meninggalkan klub tersebut dan kembali membela Persipura.

Debut Internasional bersama Timnas Indonesia saat melawan Turkmenistan pada 30 Maret 2004 untuk kualifikasi Piala Dunia 2006 di mana Indonesia menang 3–1 dan Boaz membuat dua assist untuk rekan setimnya Ilham Jaya Kesuma. Boaz dianggap sebagai prospek cemerlang di sepak bola Indonesia setelah tampil cemerlang di Piala Tiger 2004, di mana Indonesia dikalahkan oleh Singapura dalam pertandingan kandang dan tandang, yang menghasilkan skor agregat 5-2 di Singapura. Di fase grup, Boaz berhasil mencetak 4 gol dan bersama dengan Ilham Jayakesuma, yang mencetak 7 gol, keduanya memimpin pencetak gol terbanyak.

Setelah kegagalan tim nasional Indonesia untuk menjadi juara di Kejuaraan AFF 2016, Boaz mengumumkan pengunduran dirinya dari skuad nasional untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda lainnya serta mengakui dia “lelah melihat Indonesia tanpa piala di turnamen” . Dia mengucapkan selamat kepada Thailand untuk trofi kelima mereka dan mengakui bahwa “pemain Thailand dan penampilan mereka jauh lebih baik dan masih jauh dari kita untuk mencapai”. Itulah seorang Boaz Salossa yang menjadi seorang superstars di lapangan hijau yang selalu merindukan dan menginginkan Indonesia agar Sepak bola Indonesia bisa menjadi juara di ajang internasional.