5 Kiper Legendaris Timnas Indonesia

5 Kiper Legendaris Timnas Indonesia – Sepakbola merupakan permainan lapangan besar yang di mainkan oleh 2 tim, setiap tim berjumlah 11 orang. Namun dari kesebelas pemain dalam sepakbola, terdapat 1 pemain yang memiliki tugas yang yang cukup sulit dan berat, yaitu kiper. Tugas kiper merupakan untuk menjaga gawang agar tidak kekebolan dari tendangan tim lawan. Jika di lihat dengan sekilas, tugas kiper sangatlah tidak sulit untuk di lakukan, namun kenyaataan tersebut tidaklah benar.

Baca juga: Piala AFC, Persija Kalah 2-3 Di Kandang Home United

Menjadi kiper harus memiliki tubub yang tahan banting, mengapa demikian? karna pada saat kiper menepis tendangan lawan, tentunya kiper akan melakukan tindakan yang di sebut dengan buang badan. Dengan cara seperti itu, kiper baru lah dapat untuk menepis tendangan.

Di Indonesia sendiri permainan sepakbola sangatlah popoler dan banyak di sukai para laki-laki, bahkan perempuan pun mulai menyeukai olahraga ini. Sejak dulu Indonesia juga memiliki kiper yang mempunyai kualitas yang sangat baik dalam bermain, hingga di kenal oleh banyak negara di dunia.
Lalu siapakan kiper itu? Berikut kiper legendaris dari Indonesia

Maulwi Saelan

Kiper Legendaris Timnas Indonesia Maulwi Saelan

Pada tahun 1926, tepatnya di Makassar, lahirlah seorang Maulwi Saelan. Pria yang meninggal dua tahun lalu ini merupakan orang yang sangat multitalenta. Tercatat, ia pernah menjadi seorang ajudan pribadi presiden pertama di Indonesia, yakni Soekarno. Selain itu, Maulwi juga membuat beberapa buku, seperti Dari Revolusi ’45 sampai Kudeta’66 dan Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa.

Uniknya, Maulwi juga pernah memperkuat tim nasional Indonesia dalam kurun waktu 1954 hingga 1958. Tak tanggung-tanggung, ia bisa menembus empat besar Asian Games pada tahun perdananya bergabung dengan timnas. Berposisi sebagai kiper, ia juga pernah menahan beberapa tembakan dari para pemain Uni Soviet ketika bermain di Olimpiade Melbourne 1958.

Ponirin Meka

Kiper Legendaris Timnas Indonesia Ponirin-Meka

Sejarah tercipta pada tahun 1987. Kala itu, timnas Indonesia bermain di ajang SEA Games. Tidak ada yang menyangka jika mereka akan memenangkan turnamen tersebut untuk pertama kalinya dan mendapatkan medali. Di laga final, timnas menghajar Malaysia dengan skor 1-0.

Bukan penyerang, sosok yang paling dikenal saat itu adalah Ponirin Meka. Kiper yang besar di PSMS Medan ini memang telah diakui sebagai yang terbaik di jamannya. Bagaimana tidak, ia merupakan sosok penting dibalik kehebatan PSMS Medan dengan mengalahkan Persib Bandung dalam final perserikatan 1983 dan 1985. Karena dua kekalahan tersebut, ia adalah sosok yang sangat dibenci oleh publik Jawa Barat.

Eddy Harto

Kiper Legendaris Timnas Indonesia Eddy-Harto

SEA Games 1991 di Filipina kembali menjadi bukti ketangguhan kiper Indonesia. Saat itu, posisi Ponirin Meka digantikan oleh sosok Eddy Harto. Penjaga gawang satu ini berubah menjadi sosok yang cukup disegani lantaran hanya kebobolan satu kali dalam enam pertandingan, apabila dihitung menggunakan laga normal (90 menit).

Pada laga final melawan Thailand, Eddy Harto tampil sangat menawan. Kala itu, kedua negara bermain imbang hingga 90 menit laga berjalan. Di babak tambahan, Indonesia dan Thailand juga sama-sama kuat sehingga medali emas harus ditentukan melalui babak penalti. Eddy Harto berhasil menepis tendangan dua pemain dari negeri Gajah Putih dan membuat Indonesia pulang dengan senyum lebar.

Hendro Kartiko

Kiper Legendaris Timnas Indonesia Hendro-Kartiko

Hendro Kartiko mulai terkenal pada medio tahun 1997-2007. Penjaga gawang asal Banyuwangi pernah menyandang gelar kiper terbaik di Liga Indonesia pada tahun 1999. Selain itu, ia juga meraih banyak piala bersama beberapa klub berbeda, seperti Sriwijaya FC, Persebaya Surabaya dan PSM Makassar.

Di level timnas, Hendro pernah bermain untuk beberapa turnamen. Namun, Piala AFC 2000 merupakan salah satu pengalaman terbaik yang pernah ia rasakan. Walaupun Indonesia gagal lewat dari fase grup, Hendro terpilih untuk masuk tim All-Star. Penunjukan itu didasari penampilan apiknya dengan menahan gempuran pemain lawan. Bahkan, ia juga pernah mendapatkan julukan “Fabian Barthez dari Indonesia”.

Markus Horison

 

Markus HoriKiper Legendaris Timnas Indonesia Markus-Horisonon mencuat menjadi kiper jempolan Indonesia ketika berada di PSMS Medan. Kiper plontos ini aktif membela timnas Indonesia sejak tahun 2007 dan sempat masuk ke dalam nominasi pemain terbaik Asia setahun setelahnya. Namun, pria yang kini pelatih Kiper Aceh United ini dikenal sering membuat keputusan yang sembrono. Dalam beberapa kesempatan, ia seringkali maju ke depan ketika timnya sedang melakukan serangan. Hal tersebut bisa memberikan dampak buruk bagi gawangnya yang kosong karena tidak dijaga.